📑 Daftar Isi

Ilustrasi robot yang sedang dikendalikan untuk pengumpulan data pelatihan oleh XDOF

Startup Robot XDOF Dikabarkan Raup Pendanaan Rp 19 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • XDOF dalam tahap akhir negosiasi pendanaan Series B dengan valuasi sekitar USD 1,2 miliar
  • Pendanaan dipimpin oleh 8VC, muncul kurang dari 3 bulan setelah keluar dari mode stealth
  • Pendapatan tahunan XDOF mendekati USD 50 juta, mendorong investor mendekati perusahaan
  • Didirikan oleh peneliti UC Berkeley Philipp Wu (CEO) dan Fred Shentu (CTO) pada 2024
  • Sebelumnya mengumpulkan USD 70 juta di Series A dari Thrive Capital, Andreessen Horowitz, Lux, dan Spark Capital
  • Startup membangun pipeline data untuk laboratorium AI dan perusahaan robotika
  • Bekerja sama dengan UC Berkeley merilis dataset ABC, kumpulan data pelatihan robot terbesar
  • Sudah bekerja dengan 20 pelanggan termasuk beberapa laboratorium AI terdepan
  • Ketentuan kesepakatan belum final dan masih bisa berubah

Telset.id – XDOF, startup yang mengumpulkan data teleoperasi dunia nyata untuk melatih robot serba guna, dikabarkan tengah dalam tahap akhir negosiasi pendanaan Series B dengan valuasi sekitar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 19 triliun. Pendanaan tersebut kabarnya akan dipimpin oleh 8VC, menurut beberapa sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Kabar ini muncul kurang dari tiga bulan setelah XDOF baru saja keluar dari mode stealth. Perusahaan rintisan ini didirikan oleh peneliti UC Berkeley, Philipp Wu (CEO) dan Fred Shentu (CTO) pada tahun 2024. Sebelumnya, TechCrunch melaporkan pendanaan Series A senilai USD 70 juta pada bulan Juni dengan partisipasi dari Thrive Capital, Andreessen Horowitz, Lux, dan Spark Capital.

XDOF sebenarnya tidak berencana untuk menggalang dana lagi secepat itu setelah putaran pendanaan sebelumnya. Namun, pertumbuhan perusahaan yang pesat—dengan pendapatan tahunan yang mendekati USD 50 juta—mendorong para investor untuk mendekatinya terkait putaran pendanaan baru. TechCrunch tidak dapat mengetahui total modal yang dikumpulkan atau apakah valuasi tersebut sudah termasuk pendanaan baru. Ketentuan kesepakatan belum final dan masih bisa berubah. XDOF dan 8VC tidak menanggapi permintaan komentar.

Startup ini bertujuan membangun pipeline data, alat pengumpulan, dan sistem anotasi yang sulit dibangun sendiri oleh laboratorium AI terdepan dan perusahaan robotika. Pada dasarnya, XDOF bertindak sebagai rantai pasokan data outsourcing untuk industri robotika. Saat menjadi mahasiswa PhD, Wu mempelajari bagaimana robot belajar dari kumpulan data besar. Salah satu hambatan besar dalam penelitiannya adalah kurangnya “data berskala besar untuk digunakan,” katanya kepada TechCrunch pada bulan Juni.

Wu kemudian bekerja sama dengan Shentu dalam proyek bernama GELLO, sistem teleoperasi berbiaya rendah yang memungkinkan operator manusia mengendalikan lengan robot dari jarak jauh untuk menghasilkan data pelatihan. Pekerjaan mereka menghasilkan makalah berpengaruh di bidang robotika. Penelitian tersebut menjadi fondasi bagi XDOF, yang kini digambarkan investor sebagai Scale AI atau Mercor untuk robotika fisik, merujuk pada raksasa pelabelan data yang membantu mendorong ledakan AI.

Baca Juga:

Berbeda dengan LLM yang awalnya dilatih menggunakan seluruh isi internet, robot fisik tidak memiliki kumpulan data dunia nyata yang setara untuk digunakan. Hal ini menjadikan pengumpulan data sebagai hambatan penting untuk membangun mesin serba guna. XDOF pun bekerja sama dengan laboratorium riset AI UC Berkeley untuk merilis apa yang mereka yakini sebagai kumpulan data pelatihan robot berkualitas tinggi terbesar yang pernah dirakit, yang dijuluki ABC.

Untuk menangkap data ini, XDOF menggabungkan teleoperasi robot jarak jauh dengan kolektor manusia yang mengenakan sensor untuk merekam tugas sehari-hari seperti melipat pakaian dan meratakan kardus. Startup ini berencana mempekerjakan dan melatih tim kolektor data di seluruh dunia, termasuk operator teleoperasi yang mengendalikan robot dari jarak jauh dan operator egosentris yang mengenakan sensor tubuh untuk menangkap data pergerakan.

Pertumbuhan Pendapatan XDOF

Faktor kunci yang mendorong minat investor adalah pertumbuhan pendapatan XDOF yang luar biasa cepat. Dalam waktu singkat, perusahaan berhasil mencapai pendapatan tahunan yang mendekati USD 50 juta. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi para venture capitalist yang kemudian berinisiatif mendekati XDOF untuk menawarkan putaran pendanaan baru, meskipun perusahaan sebelumnya tidak memiliki rencana untuk menggalang dana kembali dalam waktu dekat.

Minat investor terhadap XDOF juga tidak terlepas dari posisinya yang unik di ekosistem robotika. Seperti halnya perkembangan AI yang membutuhkan data dalam jumlah besar, industri robotika fisik menghadapi tantangan serupa namun dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Tidak ada dataset internet raksasa yang bisa digunakan untuk melatih robot menangani tugas-tugas fisik dunia nyata.

Kemitraan dan Rencana Ekspansi

XDOF sebelumnya telah mengungkapkan bahwa mereka sudah bekerja dengan 20 pelanggan, termasuk beberapa laboratorium AI terdepan. Kemitraan dengan UC Berkeley untuk merilis dataset ABC menunjukkan komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur data yang dibutuhkan industri.

Startup lain yang mencoba mengumpulkan data dunia nyata untuk pelatihan robot termasuk Mecka AI, serta platform data manusia yang berekspansi melampaui LLM seperti Scale AI dan Micro1. Persaingan di ruang ini diperkirakan akan semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan akan data pelatihan robot berkualitas tinggi.

Bagi industri teknologi dan otomotif yang semakin mengandalkan otomasi, perkembangan XDOF menjadi sinyal penting. Namun, perlu dicatat bahwa kesepakatan pendanaan ini belum final dan ketentuannya masih bisa berubah sebelum diumumkan secara resmi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.