Sssttt… Walmart Ternyata Mau Ikut-ikutan Akuisisi TikTok

Walmart Akuisisi TikTok
Foto: CNBC

Telset.id, Jakarta – Ternyata, bukan cuma Microsoft dan Oracle saja yang berminat untuk akuisisi TikTok, tapi juga Walmart. Ya, perusahaan jaringan swalayan ini juga menginginkan TikTok.

Berdasarkan rumor, Walmart ingin menggandeng Microsoft untuk merealisasikan keinginannya untuk akuisisi TikTok.

Sekadar informasi, TikTok bakal secara permanen dilarang di Amerika Serikat (AS) apabila sampai pertengahan September 2020 mendatang tidak juga menemukan investor lokal yang mengakuisisi seluruh operasional.

Sampai kini, Microsoft ada di barisan terdepan untuk mengakuisisi aplikasi video pendek yang sangat populer di AS tersebut. Beberapa perusahaan juga tertarik melakukan akuisisi TikTok, termasuk yang terakhir adalah Walmart.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Minggu (30/8/2020), Walmart mungkin sebenarnya ingin bekerja sama dengan Microsoft dalam proses akuisisi operasional TikTok di AS dari ByteDance.

{Baca juga: 5 Medsos Paling Populer di Dunia, Semuanya Bikin Lupa Waktu!}

“Kami yakin hubungan potensial dengan TikTok AS dalam kemitraan dengan Microsoft dapat menambahkan fungsi utama dan memberi Walmart cara penting untuk menjangkau dan melayani pelanggan,” kata Walmart.

“Kami yakin bahwa kemitraan Walmart dan Microsoft akan memenuhi harapan pengguna TikTok di AS sekaligus memenuhi kekhawatiran regulator pemerintahan Presiden Donald Trump,” demikian tambah Walmart.

ByteDance sendiri hanya punya waktu sampai 15 September 2020 untuk menentukan keputusan, kecuali memang rela TikTok dilarang.

Pelarangan TikTok Gara-gara Bos Facebook?

Facebook disebut-sebut sebagai dalang di balik larangan TikTok di Amerika Serikat (AS). Dilaporkan, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, melobi pejabat Washington, untuk melarang TikTok.

Zuckerberg menyuarakan keprihatinan tentang kebangkitan perusahaan teknologi asal China saat melakukan jamuan makan malam pada Oktober 2-19 dengan Trump, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, dan taipan Peter Thiel.

{Baca juga: Terungkap! Larangan TikTok Berkat Lobi-lobi Bos Facebook}

Ia berpendapat bahwa perusahaan internet China menimbulkan ancaman bagi bisnis AS dan harus mendapat perhatian lebih besar daripada hanya sibuk ingin mengekang Facebook.

Di antara pejabat yang ditemui Zuckerberg pada September 2019 adalah Chuck Schumer dan Tom Cotton, yang menyerukan penyelidikan intelijen TikTok pada Oktober 2019. (SN/MF)

SOURCEUbergizmo
Previous articleWaduh, Update Windows 10 Bisa Rusak SSD Laptop Anda
Next articleMirip Android, YouTube akan Uji Coba Fitur PIP untuk iOS 14

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here