Sony Xperia E1 Dual

IMG_7648

Harga = Rp 1.650.000

Walkman Button

Seperti pada generasi dahulu saat bergabung dengan Ericsson, Sony juga menempatkan tombol dedikasi walkman yang diletakkan di bagian atas body ponsel dan dapat digunakan langsung mengakses musik.

Dual SIM

Beruntunglah pengguna E1 Dual ini. Selain mendukung dua kartu jenis GSM sekaligus, kedua slot juga masih menerapkan jenis kartu SIM lama yang berukuran besar. Bukan jenis kartu micro SIM, seperti saat ini.

LED Indikator

Sony menanamkam dua lampu notifikasi yang diletakkan pada bagian atas bodi dan bagian bawah layar, yang memiliki warna-warna lampu yang menarik sekaligus memiliki fungsi yang berbeda.


Design

Buang tentang sesuatu bentuk desain yang rumit, Xperia E1 menawarkan kesederhanaan yang membanggakan. Ya, kami akui desainnya memang terasa sederhana. Karena itu terekam jelas dalam penggunaan bahan plastiknya yang tidak terasa kokoh. Namun dibalik desain tersebut, Sony menempatkan segalanya dengan tepat.

Salah satunya adalah tombol dedikasi akses musik, Walkman, yang menjadi ciri khas desain ponsel musiknya dahulu. Ya, ikon walkman pada tombol yang terletak di atas bodi ini, merupakan simbol ikonik ponsel musik Sony saat masih bergabung dengan rekannya dulu, Ericsson. Sedangkan untuk tombol power diletakkan pada bagian sisi sebelah kanan bodi ponsel, yang disejajarkan dengan tombol pengaturan volume (+/-). Untuk pengoperasiannya, vendor asal Jepang ini, menggunakan tiga tombol sentuh, yang terdiri dari back, home, dan recent app yang diterapkan dalam bentuk digital di dalam layar.

“Dibalik tampilan sederhananya, Xperia E1 memiliki desain yang lebih fungsional di antara ponsel sekelasnya. Tidak rumit, dan segalanya diletakkan dengan tepat.”

Display

Xperia E1 menggunakan layar dengan dimensi 4.0 inch, ukuran yang menurut kami cukup pas untuk sebuah perangkat komunikasi. Namun sayangnya, kontras warna layar memang menjadi salah satu yang melemahkan ponsel ini, karena ponsel banyak mengalami ghosting dan penurunan warna yang dramatis dikondisi siang hari. Tapi kami yakin, siapa juga yang mau bermain ponsel diterik panas, kerapatan resolusi 480 x 80 piksel yang ditampilkannya di kondisi sejuk masih enak dilihat. Apalagi layar cukup pintar menyesuaikan keterangan dengan otomatis di kondisi cahaya tertentu.

User Interface

Antarmuka Android 4.3 yang diberikan kustom dengan aksen Timescape pada Xperia E1 ini, memang tidak bisa dibilang indah. Tapi nyatanya, kami lebih menyukainya dibanding antarmuka ‘App Drawer’ yang terlalu meng copy desain iOS. Penggunaannya pun terlihat sangat userfriendly dan lebih mudah. Bahkan, untuk memanajemen aplikasi pun tidak mesti melewati alur yang cukup panjang seperti ponsel Android lainnya. Hanya dengan melakukan Swipe dari kiri kenanan layar, Anda sudah disajikan deretan pengaturan tampilan sajian menu homescreen. Hal ini memudahkan untuk memanejemen aplikasi, maupun melihat mana saja aplikasi yang baru terinstal maupun yang sering digunakan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan uninstall aplikasi, tanpa harus mengakses pengaturan terlebih dahulu.

Lainnya yang kami sukai adalah lampu indikator yang berada di bawah layar. Layaknya sebuah lampu disko, LED akan menyesuaikan warna yang mencerminkan warna dominan apa yang ditampilkan pada layar. Ya, seperti halnya ketika Anda melakukan perubahan warna latar layar, maka warna dominan yang akan muncul pada layar, lalu lampu LED indikator ini akan menyala sesuai dengan warna dominan latar tersebut. Lampu ini juga akan menyala, ketika Anda mengakses pemutar musik.ini seperti pemberitahuan, bahwa Anda telah tidak sengaja menekan tombol musik ‘Walkman’ yang ada.

“Tidak hanya diletakkan berbeda tempat, lampu LED indikator ini juga memiliki fungsinya sendiri. Hingga memungkinkan bagi Anda, memahami mana pemberitahuan tentang panggilan masuk, dan kesalahan akses menu.”

Features

Layaknya ponsel musik yang dulu dihadirkan Sony saat masih menjadi rekanan Ericsson, selalu menandainya dengan ikon ‘Walkman’ di dalamnya. Dan E1 memiliki ikon tersebut, dan tentunya fitur ini yang paling ditonjolkan oleh Sony. Hal tersebut bisa kami lihat dari kekuatan speaker Audionya, yang bisa dibilang cukup baik dalam menghadirkan kualitas suara. Sedangkan disisi perangkat lunak, Sony membenamkan fitur ClearAudio+ untuk menambah kuat kualitas suara dan menjernihkannya. Lainnya, tentu adalah fitur shake yang dapat dilakukan hanya dengan mengguncangkan ponsel untuk mengganti lagu, serta fitur gesture untuk melihat jajaran musik/ menu dengan tampilan yang lebih lembut.

Fitur lainnya yang ingin kami bahas tentu adalah aplikasi bawaan hasil kembangannya sendiri. Sony menghadirkan aplikasi Walkman, Sony Music, PlayMemories, Smart Connect TrackID dan Sony Select yang menyajikan aplikasi maupun game dan lainnya yang direkomendasikan.

Camera

Over-all kami hampir menyukai semua yang ditawarkan Sony, melalui E1 ini. Tapi tidak pada kualitas kamera yang dihadirkannya. Resolusinya terlalu rendah, ponsel ini hanya mampu dimaksimalkan hingga besaran 3MP dan tanpa dukungan LED flash untuk penambahan cahaya. Sehingga terasa sayang, fitur kamera yang cukup menarik seperti picture effect, sweep panorama menjadi terasa tidak berharga di kondisi tertentu. Ya, Anda harus benar-benar cermat untuk memilah lokasi yang memiliki cahaya yang kuat, untuk mendapatkan hasil foto yang baik.

“Kaya fitur kamera yang tidak berimbang dengan resolusi lensa yang besar, membuat segala sesuatunya harus diperjuangkan. Ya, carilah kondisi cahaya yang kuat, jika Anda memang benar-benar ingin memanfaatkan kamera ponsel ini.”

Performance

Seperti halnya ponsel dikelas menengah, Sony hanya membenamkan prosesor jenis Dual Core dengan kecepatan 1.2 GHz dan dukungan memori RAM 512MB. Sedangkan untuk penyimpanan, hanya sebesar 4GB dimana kapasitas 2GB sudah terpakai untuk sistem dan aplikasi. Sehingga Anda hanya bisa memanfaatkan kapasitas 2GB saja.

Untuk performa pada baterai juga tidak bisa dibilang hebat. Xperia E1 hanya dibekali dengan kapasitas baterai sebesar 1750 mAh, yang bisa dimanfaatkan selama 8 jam pemakaian dengan kondisi akses data serta pushmail semua aktif.

Compare to Nokia Lumia 520

Nokia Lumia 520 memang memiliki kualitas kamera yang lebih besar dari Xperia E1, tapi toh kami tidak begitu memperdulikannya. Yang kami butuhkan adalah kinerja dan ponsel Android yang memiliki fitur yang bisa diandalkan, dan kami rasa Xperia E1 cukup mewakili bagi pecinta Android yang berkantong tipis.

Xperia-E1

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -