telset

SMS ’‘Mama Minta Pulsa’™ Dikirim dari Balik Penjara

Jakarta – Diantara sekian banyak kasus penipuan lewat SMS, mungkin yang paling terkenal™ adalah SMS mama minta pulsa. Siapa sebenarnya pengirim pesan berantai menyesatkan yang telah banyak memakan korban tersebut?

Menurut Direktorat Cybercrime Polda Metro Jaya, pesan SMS tersebut dikirimkan oleh komplotan narapida Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara.

“Setelah kami melakukan penyelidikan, ternyata pengirim SMS tersebut dilakukan para narapida LP Tanjung Gusta, Medan. Mereka melakukan aksi penipuan dengan menggunakan ponsel dari dalam penjara,” terang Kepala Sub-Direktorat Cybercrime Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hermawan, di Jakarta, Selasa (4/10) kemarin.

Dijelaskannya, kasus ini terungkap setelah pihak Polda Metro Jaya pada awal September lalu menerima pengaduan dari seorang warga Medan yang bernama Sarabjit Kaur. Korban tertipu pesan yang dikirimkan melalui SMS, sehingga uang korban sebanyak Rp 126 juta raib digondol para pelaku.

Setelah mendapat laporan itu, pihak kepolisian langsung bergerak menyelidiki siapa pengirim SMS tersebut. Dan akhir polisi berhasil mengungkap komplotan pengirim pesan mama minta pulsa, yang ternyata pelakunya adalah enam orang narapidana LP Tanjung Gusta, Medan.

Keenam pelaku itu adalah Andin, Bureng, Fredi, Tompul, Zul, dan Anto, yang merupakan narapidana kasus perampokan dan pembunuhan dengan hukuman rata-rata diatas 10 tahun. Andin merupakan otak penipuan di komplotan tersebut, sebut Hermawan.

Dan dari pengakuan para tersangka, terungkap bahwa merekalah yang kerap menyebarkan SMS tipuan. Isi SMS yang mereka kirimkan bervariasi, dengan modus untuk meraup pulsa atau uang dari rekening dari korban penipuan.

Modusnya macam-macam, ada yang mama minta pulsa™, ada yang mengaku anaknya sedang di rumah sakit, dan ada yang mengaku sebagai keluarga yang membutuhkan uang, jelasnya.

Dari keterangan enam tersangka itu pula kemudian polisi mengetahui bahwa hampir seluruh narapidana di Tanjung Gusta kerap melakukan penipuan dengan modus serupa. Para tersangka mengaku semua narapidana di sana juga mengirimkan SMS tipuan tersebut, kata Hermawan

Para narapidana memanfaatkan celah penjagaan LP yang longgar untuk menyelundupkan ponsel ke dalam penjara. Caranya, narapidana membongkar ponsel hingga tersisa keypad dan layarnya saja. Mereka selundupkan melalui makanan yang dikirimkan keluarganya, tandasnya. [hbs]{jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0