Skema Interkoneksi SMS akan Berbasis Biaya

Jakarta – Berubahnya lingkungan industri telekomunikasi di Indonesia saat ini, membuat Kementerian Kominfo memandang perlu bagi industri untuk mengubah skema SMS SKA (sender keep all) menjadi berbasis biaya (costbased).

Sejak tahun 2006 Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kominfo No.8 Tahun 2006 tentang Interkoneksi, telah menetapkan kebijakan interkoneksi berbasis biaya (cost based interconnection). Kebijakan ini terbukti efektif dalam menurunkan tarif telekomunikasi secara signifikan.

Namun untuk biaya interkoneksi SMS sampai saat ini masih menggunakan skema Sender Keep All (SKA). Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya investasi dan operasional yang tidak perlu.

Skema SKA menjadi tidak adil jika digunakan untuk kepentingan tertentu dimana penyelenggara pengirim SMS dapat mendistorsi pasar dan mengganggu keseimbangan industri, jelas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/12).

Gatot mengungkapkan, terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa tarif murah dan kadang gratis itu berlaku dengan syarat dan atau ketentuan tertentu. Kualitas layanan yang kurang prima serta maraknya SMS Broadcast dan SMS spamming disinyalir juga sebagai dampak dari promosi para penyelenggara yang disalahgunakan atau akibat dari penerapan skema SKA.

Kominfo, disebutnya, memandang perlu bagi industri untuk mengubah skema SMS SKA menjadi berbasis biaya, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 8 Tahun 2006.

Oleh sebab itu, Kominfo dan BRTI memberitahukan pada masyarakat, bahwa pemerintah akan mengubah skema interkoneksi SMS yang sebelumnya Sender Keep All (SKA) menjadi berbasis biaya (costbased), tutur Gatot menerangkan.

Adapun biaya interkoneksi SMS, lanjutnya lagi, akan mengikuti hasil perhitungan biaya interkoneksi tahun 2010, yaitu sebesar Rp 23 per SMS. BRTI menetapkan implementasi interkoneksi SMS berbasis biaya akan berlaku mulai tanggal 31 Mei 2012.

Ia menyebutkan, rencana ini telah dibicarakan bersama antara regulator dengan para penyelenggara telekomunikasi pada saat pembahasan pelaksanaan perhitungan ulang biaya interkoneksi berbasis biaya pada tanggal 24 Juni 2010.

Selain itu, rencana ini juga telah disampaikan saat rapat bersama BRTI dengan penyelenggara telekomunikasi tentang perubahan skema interkoneksi SMS berbasis SKA menjadi berbasis biaya pada tanggal 11 November 2011 lalu, tukas Gatot. [hbs]{jcomments on}

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -