Singapura Manfaatkan SwabBot untuk Tes Swab Otomatis

Tes Swab SwabBot Singapura

Telset.id, Jakarta – Untuk mempercepat proses tes Covid-19, perusahaan asal Singapura mengembangkan robot pengujian swab otomatis yang dapat mengurangi risiko penularan ke petugas kesehatan. Robot untuk tes swab otomatis tersebut bernama SwabBot.

Untuk menggunakan SwabBot, pasien menempatkan lubang hidung di dua potongan hidung plastik sekali pakai, yang berisi tongkat usap yang dapat diperpanjang guna mengumpulkan sampel dari saluran hidung.

Dikutip Telset.id dari New York Post, Senin (28/9/2020), proses tes swab diaktifkan sendiri dengan mendorong dagu ke mesin. Sensor akan menarik kembali tongkat usap jika menemui penghalang atau hambatan.

{Baca juga: Finlandia Sebar Anjing Pelacak Covid-19 di Bandara}

“Agak menggelitik, tapi normal dan lembut. Prosesnya tidak menyakitkan,” kata Leo Lim, manajer produk di Biobot Surgical Pte Ltd, perusahaan teknologi yang mengembangkan SwabBot dengan National Cancer Centre.

SwabBot dikembangkan untuk membuat tes swab lebih efisien dalam melakukan pengujian massal selama pandemi Covid-19. Mesin harus dibersihkan, dirawat, dan dipasang kembali dengan tongkat usap. Tapi, proses seka dilakukan otomatis.

“Kami menginginkan sesuatu yang akan menghemat tenaga dan risiko bagi petugas kesehatan. Kami benar-benar tidak mengharapkan respons berlebihan,” kata Profesor Tan Ngian Chye dari National Cancer Centre.

{Baca juga: Ternyata Begini Cara Virus Corona Infeksi Sel Pernapasan Manusia}

Perangkat tersebut masih tersedia sebagai prototipe. Kendati demikian, Biobot memiliki rencana untuk memproduksi setidaknya 100 unit. Biobot belum mematok harga untuk SwabBot meski punya klien potensial.

Inovasi Alat Tes Swab Covid-19

Bukan cuma perusahaan Biobot asal Singapura saja yang mengembangkan alat tes Covid-19 terbaru yang lebih cepat dan berguna untuk meminimalisir penularan terhadap petugas kesehatan, peneliti asal Inggris pun melakukan hal yang sama.

Para peneliti di Inggris sedang mengembangkan alat tes virus corona atau Covid-19 yang terhubung atau terintegrasi langsung ke smartphone. Tujuannya, agar proses tes Covid-19 bisa lebih cepat dari sebelumnya.

Perkumpulan peneliti dari Brunel University London, Lancaster University, dan University of Surrey menciptakan alat tes deteksi virus corona atau Covid-19 terbaru.

Alat tersebut memiliki kehebatan, yakni mampu melaporkan hasil tes hanya dalam waktu 30 menit saja.

{Baca juga: Peneliti Inggris Ciptakan Alat Tes Covid-19 yang Terhubung ke Smartphone}

Alat tes Covid-19 tersebut juga ditenagai oleh baterai khusus, dan bisa terhubung langsung ke smartphone. Karenanya, setiap orang yang dites menggunakan alat itu, bisa melihat hasilnya melalui smartphone.

Para peneliti memanfaatkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk melakukan deteksi Covid-19. Dipadukan dengan pengolahan citra dan virologi molekuler, alat tes virus corona ini bisa menguji hingga 6 swab atau air liur tenggorokan sekaligus.

Alat tes mendapat pujian dari ilmuwan lain karena dapat digunakan dengan mudah dan hasilnya cepat keluar. Alat tersebut diharapkan dapat membantu orang-orang khususnya di daerah terpencil.

Hingga kini, alat itu masih dalam tahap pengujian sebelum dijual untuk umum. Diprediksi, ketika dijual resmi nanti, harganya akan menyentuh angka £ 100 atau setara dengan Rp 1,9 juta. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here