Setelah Google, Giliran Intel dan Qualcomm Musuhi Huawei

Qualcomm Snapdragon X60

Telset, Jakarta – Setelah Google, Huawei kini ditinggalkan oleh perusahaan teknologi lainnya, yaitu Qualcomm, Intel, dan Broadcom. Ketiganya memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan Huawei, menyusul keputusan Donald Trump yang embargo Huawei dan memasukkannya ke daftar hitam perdagangan.

Ketiga perusahaan ini memutuskan untuk berhenti memasok chip untuk perangkat Huawei.

Dilaporkan The Verge, seperti dikutip Telset.id pada Senin (20/05/2019), Bloomberg mengatakan bahwa karyawan di ketiga pemasok chip terbesar itu telah diberitahu bahwa perusahaan akan embargo Huawei dengan membekukan penawaran pasokan mereka dengan Huawei sampai pemberitahuan lebih lanjut.

{Baca juga: China Kritik AS Terkait Perintah Trump Embargo Huawei}

Selama ini, Intel memberi Huawei chip server dan prosesor untuk jajaran laptopnya. Sementara Qualcomm, menyediakan modem dan prosesor untuk perangkat smartphone Huawei.

Sadar bahwa mereka telah ditinggalkan oleh perusahan-perusahaan asal Amerika, Huawei pun telah mempersiapkan semuanya.

Huawei telah menimbun chip dari perusahaan-perusahaan tadi untuk bertahan setidaknya 3 bulan pasca pemutusan kerja sama. Huawei juga telah mengembangkan alternatif in-house untuk Android dan Windows, untuk tetap bertahan.

Sebelumnya, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Androidi masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

“Huawei hanya dapat menggunakan versi publik Android dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan dari Google,” tegas sumber dari Reuters, seperti dikutip pada Senin (20/05/2019).

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Ini tentu menjadi “tamparan keras” bagi bisnis smartphone Huawei di luar China. Sebab, smartphone yang berjalan di sistem operasi Android, akan kehilangan akses ke layanan utama Google, seperti Google Play Store, Gmail, YouTube, dan lainnya.

Akan tetapi, raksasa pencarian ini mengatakan bahwa smartphone Huawei saat ini masih tetap dapat menggunakan dan mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan oleh Google. (NM/FHP)

Sumber: The Verge

Previous articleMendorong Monetisasi Data yang Adil dan Transparan dengan Teknologi Blockchain
Next articleDitinggalkan Android, Bagaimana Nasib Huawei P30 Pro?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here