AS Panik, Rusia Ketahuan Uji Coba Senjata Anti Satelit?

Senjata anti satelit Rusia

Telset.id, Jakarta – Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memperingatkan dunia bahwa Rusia sedang melakukan dua uji senjata anti-satelit dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, ada apa di balik pengujian senjata anti-satelit milik Rusia?

Menurut tudingan AS, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (02/08/2020), Rusia akan mengembangkan efisiensi di orbit. Hal itu dinilai berbahaya dan dapat menghambat ketergantungan AS kepada sistem berbasis ruang.

“Rusia telah menyuntikkan objek baru ke orbit dari Cosmos 2543. Rusia merilis objek tersebut di dekat satelit lain yang tidak konsisten dengan misi satelit pengawas,” kata Angkatan Udara AS dalam sebuah pernyataan.

{Baca juga: Tianwen-1, Nama Misi Eksplorasi China ke Mars}

Kementerian Pertahanan Rusia menolak tuduhan tersebut. Namun, Jenderal John W “Jay” Raymond, komandan Komando Luar Angkasa AS, menyoroti sistem satelit Rusia yang digunakan untuk melakukan uji senjata.

“Tindakan itu merupakan bukti lebih lanjut dari upaya berkelanjutan Rusia untuk mengembangkan dan menguji sistem berbasis ruang dan konsisten dengan doktrin militer Kremlin. Aset ruang angkasa dalam bahaya,” tegasnya.

Pernyataan bahwa satelit tersebut adalah bagian dari sistem senjata anti-satelit berbasis ruang bahkan lebih signifikan mengingat Cosmos 2542 telah pindah ke posisi untuk membayangi satelit mata-mata AS KH-11.

{Baca juga: Ngeri! Satelit Ungkap Gambar Ekstrim Pencairan Es Bumi}

Sebulan sebelumnya, satelit 245 AS dipaksa untuk memindahkan orbit sendiri untuk menghindari tabrakan dengan Cosmos 2543. April tahun ini, AS menuduh bahwa Kremlin melakukan pengujian rudal anti-satelit.

Satelit Berpotensi jadi Senjata Masif

Seorang ahli keamanan bernama William Akoto, menyampaikan bahwa hacker yang sukses mengambil kendali atas satelit yang mengorbit Bumi dapat menimbulkan konsekuensi yang cukup mengerikan, karena bisa mengubahnya menjadi senjata.

“Di ujung skala duniawi, hacker bisa secara mudah menutup satelit, menolak akses ke layanan. Peretas juga bisa menipu sinyal satelit, menciptakan kekacauan infrastruktur kritis, termasuk jaringan listrik,” tulis Akoto.

Ia menyebut bahwa hacker bahkan bisa mengarahkan satelit ke satelit lain atau menabrakkannya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

{Baca juga: Hacker Berpotensi Ubah Satelit jadi Senjata Masif?}

Seperti yang dicatat Akoto, beberapa hacker sudah melawan satelit antariksa. Pada 1998, mereka juga diduga mengambil alih satelit ROSAT X-Ray AS-Jerman dengan memperoleh akses ke komputer di Maryland.

“Akan menjadi kesalahan besar untuk menunggu peretas mendapatkan kendali atas satelit komersial dan menggunakannya untuk mengancam jiwa maupun infrastruktur di Bumi atau di luar angkasa,” begitu Akoto menyimpulkan. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here