📑 Daftar Isi

Pesawat X-59 NASA menunjukkan kecepatan Mach 1,4 pada ketinggian 55.030 kaki dalam uji terbang 12 Juni 2026

X-59 NASA Terbang Mach 1.4, Capai Ketinggian 55.000 Kaki

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • X-59 NASA mencapai kecepatan Mach 1,4 (924 mph) dan ketinggian 55.030 kaki dalam uji terbang 12 Juni 2026
  • Penerbangan ini merupakan langkah kritis setelah supersonik perdana pada 5 Juni yang hanya mencapai Mach 1,1
  • Pesawat dirancang untuk menghasilkan "hentakan sonik tenang" bukan ledakan sonik keras
  • Misi Quesst akan menerbangkan X-59 di atas area berpenduduk untuk mengumpulkan umpan balik masyarakat
  • Sebelum Quesst, pesawat akan melalui fase validasi akustik untuk memastikan tidak ada ledakan sonik tradisional

Telset.id – Pesawat eksperimental X-59 milik NASA telah mencapai tonggak kecepatan dan ketinggian baru pada 12 Juni 2026. Dalam uji terbang terbaru, X-59 berhasil menembus Mach 1,4 atau sekitar 924 mil per jam dan mencapai ketinggian 55.030 kaki, mempersiapkan diri untuk misi penerbangan supersonik senyap di atas komunitas Amerika Serikat.

Uji coba ini merupakan langkah krusial setelah penerbangan supersonik perdana X-59 pada awal Juni 2026. Pada penerbangan 5 Juni lalu, pesawat ini hanya mencapai Mach 1,1. Kini, dengan pencapaian Mach 1,4, NASA menyebut tes terbaru ini sebagai langkah yang lebih kritis karena berhasil memenuhi target kecepatan dan ketinggian yang akan direplikasi dalam misi Quesst mendatang.

X-59 dirancang khusus untuk terbang pada kecepatan supersonik tanpa menghasilkan ledakan sonik yang keras. Sebagai gantinya, pesawat ini hanya memproduksi “hentakan sonik yang tenang” atau quiet sonic thump, menurut pernyataan resmi NASA. Teknologi ini menjadi terobosan yang dinantikan oleh industri penerbangan global.

Misi Quesst dan Uji Akustik

Misi Quesst yang masih berjarak beberapa bulan lagi akan menjadi puncak dari proyek X-59. Dalam misi ini, pesawat akan terbang di atas area berpenduduk untuk mengumpulkan umpan balik dari masyarakat mengenai suara hentakan sonik yang terdengar dari darat. Data ini akan menjadi acuan bagi regulator penerbangan untuk memungkinkan penerbangan supersonik komersial di masa depan.

Sebelum memasuki fase Quesst, X-59 harus melewati tahap validasi akustik. Tim NASA akan mengukur tanda tangan akustik supersonik pesawat untuk memastikan bahwa X-59 benar-benar memecah penghalang suara tanpa menghasilkan ledakan sonik tradisional. Saat ini, X-59 terbang berdampingan dengan pesawat riset lain yang memang menghasilkan ledakan sonik, untuk menutupi kebisingan yang mungkin timbul selama pengujian.

Baca Juga:

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa program X-59 berjalan sesuai rencana. Keberhasilan mencapai Mach 1,4 dan ketinggian 55.000 kaki menunjukkan bahwa pesawat ini mampu beroperasi pada parameter yang dibutuhkan untuk misi sebenarnya. Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya NASA menghidupkan kembali penerbangan supersonik komersial.

Dalam konteks yang lebih luas, program X-59 merupakan bagian dari upaya NASA untuk mengembangkan teknologi penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Keberhasilan misi ini bisa membuka jalan bagi generasi baru pesawat komersial yang mampu terbang lebih cepat tanpa mengganggu masyarakat dengan kebisingan.

NASA juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung misi ini. Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan Prada dalam pengembangan perlengkapan untuk misi luar angkasa, menunjukkan komitmen lembaga antariksa ini dalam mengadopsi teknologi terkini dari berbagai sektor.

Dengan pencapaian terbaru ini, X-59 semakin dekat dengan fase operasional yang sesungguhnya. Masyarakat di beberapa wilayah AS mungkin akan segera mendengar suara hentakan sonik yang tenang dari pesawat ini, memberikan gambaran tentang masa depan perjalanan udara yang lebih cepat dan lebih senyap.

Perkembangan ini juga menjadi perhatian bagi para pengamat industri penerbangan. Jika misi Quesst berhasil, maka akan ada implikasi besar bagi regulasi penerbangan supersonik di masa depan. Saat ini, penerbangan supersonik di atas daratan AS masih dilarang karena masalah kebisingan.

NASA optimistis bahwa data dari misi X-59 akan memberikan bukti ilmiah yang cukup bagi regulator untuk mempertimbangkan perubahan aturan. Ini bisa menjadi titik balik bagi industri penerbangan komersial yang telah lama menunggu kebangkitan era perjalanan supersonik.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa teknologi penerbangan supersonik senyap bukan lagi sekadar konsep, melainkan sudah menjadi kenyataan yang teruji. X-59 membuktikan bahwa pesawat bisa terbang dengan kecepatan luar biasa tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat di darat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi antariksa dan penerbangan terkini, Anda dapat membaca artikel tentang target penerbangan New Glenn yang juga menjadi sorotan di tahun 2026 ini.

Dengan semua pencapaian ini, X-59 siap memasuki babak baru dalam sejarah penerbangan. Misi Quesst yang akan datang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi teknologi hentakan sonik yang dikembangkan NASA selama bertahun-tahun.

Komentar

Belum ada komentar.