šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi artistik wahana antariksa Voyager 1 yang melintasi ruang antar bintang

Voyager 1 Jadi Objek Terjauh, Cetak Rekor Satu Light-Day dari Bumi

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Voyager 1 akan mencapai satu light-day dari Bumi pada 18 November 2026 pukul 5:16:07 a.m. EST
  • Satu light-day setara sekitar 16 miliar mil atau 26 miliar kilometer
  • Voyager 1 membutuhkan 49 tahun, 2 bulan, dan 13 hari untuk mencapai titik itu
  • Kecepatan Voyager 1 terhadap Matahari 37.844,49 mph
  • NASA memperkirakan RTG Voyager 1 cukup beroperasi hingga dekade 2030-an
  • Voyager 1 menuju bintang Gliese 445 dan butuh lebih dari 300.000 tahun

Telset.id – Voyager 1 akan menjadi objek buatan manusia pertama yang mencapai jarak satu light-day dari Bumi. Menurut NASA, wahana antariksa yang diluncurkan hampir 50 tahun lalu itu akan menyentuh penanda bersejarah tersebut pada 18 November 2026 pukul 5:16:07 a.m. EST. Pencapaian ini menegaskan posisi Voyager 1 sebagai objek buatan manusia paling jauh dalam sejarah.

Badan antariksa Amerika Serikat itu kini telah memasang jam hitung mundur untuk menandai momen ketika Voyager 1 resmi menembus batas satu light-day. Angka tersebut bukan satuan waktu, melainkan jarak yang ditempuh cahaya selama 24 jam. Karena cahaya melaju sekitar 186.282 mil per detik atau 300.000 km per detik, satu light-day setara dengan sekitar 16 miliar mil atau 26 miliar kilometer.

Sebagai perbandingan, Bulan berjarak 238.855 mil (384.400 kilometer) dari Bumi, sementara Bumi berjarak 93 juta mil (149,6 juta kilometer) dari Matahari. Jarak yang akan dicapai Voyager 1 jauh melampaui skala tata surya yang biasa digunakan manusia.

Voyager 1 sendiri dirancang untuk misi lima tahun mengamati Jupiter dan Saturnus. Namun wahana ini telah terbang selama hampir 50 tahun. Untuk mencapai satu light-day dari Bumi, Voyager 1 membutuhkan waktu 49 tahun, 2 bulan, dan 13 hari sejak penerbangannya dimulai.

Kecepatan Voyager 1 terhadap Matahari diperkirakan mencapai 37.844,49 mph. Angka itu terbilang cepat, meski bukan yang tercepat. Rekor objek buatan manusia tercepat masih dipegang Parker Solar Probe dengan kecepatan 394.736 mph.

Ilustrasi artistik wahana antariksa Voyager

Perjalanan Voyager 1 tidak lepas dari berbagai kendala teknis. Pada 2024, wahana ini mengalami error memori kritis yang berhasil diperbaiki insinyur NASA setelah diagnosis selama berminggu-minggu. Jarak yang sangat jauh membuat proses perbaikan menjadi tantangan tersendiri. Pada saat itu, latensi komunikasi sudah melebihi 22 jam, dengan komunikasi pulang-pergi memakan waktu setidaknya 45 jam.

Awal tahun ini, NASA sempat harus menjalankan prosedur darurat mematikan instrumen setelah terjadi penurunan level daya yang tidak terduga. Meski demikian, para ahli memperkirakan tiga radioisotope thermoelectric generator (RTG) yang memberi daya pada wahana masih memiliki cukup energi untuk membuat Voyager 1 terus beroperasi hingga dekade 2030-an.

Selama tidak menghadapi masalah besar, Voyager 1 diperkirakan akan terus mengirim data kembali ke Bumi saat melintasi ruang antar bintang. Kemampuan bertahan ini disebut sebagai salah satu pencapaian Voyager 1, karena ilmuwan NASA berhasil memperpanjang masa hidupnya hingga hampir sepuluh kali lipat dari timeline misi awalnya.

Saat melanjutkan perjalanannya, arah Voyager 1 diarahkan menuju sebuah bintang bernama AC +79 3888 atau Gliese 445. Benda langit ini berada di dalam konstelasi Ursa Minor. Wahana tersebut diperkirakan akan melintas dalam jarak 1,7 light-year dari bintang itu dalam 17 light-year.

Namun, karena Voyager 1 hanya melaju pada 0,00564325% dari kecepatan cahaya, diperkirakan wahana ini membutuhkan lebih dari 300.000 tahun untuk mencapai tujuan berikutnya. Angka tersebut menunjukkan skala perjalanan antarbintang yang sangat besar dibandingkan kemampuan teknologi manusia saat ini.

Perjalanan Voyager 1 juga menjadi pengingat akan tantangan komunikasi jarak jauh di dunia antariksa. Latensi yang panjang dan prosedur darurat daya menunjukkan bagaimana tim NASA harus bekerja dengan presisi tinggi untuk menjaga wahana tetap aktif. Dalam konteks teknologi, pencapaian Voyager 1 memperlihatkan pentingnya ketahanan sistem dan manajemen daya pada perangkat yang beroperasi di lingkungan ekstrem.

Bagi publik, momen satu light-day ini menjadi penanda konkret seberapa jauh manusia telah mengirim jejaknya ke luar tata surya. Voyager 1 tidak hanya menjadi saksi perjalanan panjang eksplorasi antariksa, tetapi juga bukti bahwa misi yang awalnya dirancang singkat bisa bertahan jauh melampaui perkiraan. Sampai waktu itu tiba, jam hitung mundur NASA akan terus berjalan menuju 18 November 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.