📑 Daftar Isi

Pabrik robot pintar UBTech di Liuzhou, China, dengan robot humanoid di lini produksi

UBTech Buka Pabrik Robot Pertama, Produksi 10.000 Android per Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • UBTech resmi mengoperasikan pabrik robot pintar pertama di dunia di Liuzhou, China
  • Kapasitas produksi mencapai 10.000 android per tahun untuk seri Walker S dan Cruzr
  • Robot humanoid Cruzr Y1 dan S2 menangani material, sementara robot kolaboratif merakit
  • UBTech luncurkan gudang 3D otomatis pertama, simpan 112 robot di 65 meter persegi
  • Output robot China capai 98.677 unit pada Juli, naik 30,2% year on year

Telset.id – UBTech resmi mengoperasikan pabrik robot pintar pertama di dunia yang mampu memproduksi 10.000 android per tahun. Fasilitas di Liuzhou, Guangxi Zhuang Autonomous Region, China, itu menjadi tonggak baru dalam industri manufaktur karena sebagian besar proses produksinya dijalankan oleh robot humanoid dan kendaraan tanpa pengemudi.

Langkah UBTech ini menempatkan perusahaan asal China tersebut di garis depan persaingan robot otonom global, sektor yang disebut sebagai frontier teknologi tinggi berikutnya setelah AI agents dan ChatGPT. Pabrik tersebut berfokus pada produksi seri robot Walker S dan Cruzr milik UBTech.

Menurut laporan Seoul Economic Daily, fasilitas ini merupakan yang pertama dari jenisnya di dunia. Pabrik ini disebut-sebut memberikan gambaran masa depan produksi dan manufaktur, di mana robot turut membangun robot lain di lini perakitan.

UBTech Walker S2

Robot Humanoid dan Kendaraan Otonom di Lini Produksi

Dalam proses produksinya, pabrik UBTech menggunakan robot humanoid Cruzr Y1 dan Cruzr S2 untuk membongkar material, menumpuk, memuat, serta mengangkut bahan. Robot-robot kolaboratif kemudian terlibat dalam proses perakitan akhir yang menyelesaikan setiap produk.

Robot tahap akhir tersebut bekerja berdampingan dengan operator manusia. Proses ini juga melibatkan kendaraan otonom dan meja kerja berputar untuk menunjang alur produksi. Dengan kombinasi tersebut, pabrik UBTech menghadirkan gambaran nyata bagaimana robot dan manusia bisa berbagi peran di lini manufaktur.

Selain pabrik, UBTech mengumumkan peluncuran yang disebut sebagai gudang tiga dimensi sepenuhnya otomatis pertama di industri. Fasilitas ini mampu menyimpan 112 robot dalam ruang seluas 65 meter persegi, dan diklaim memanfaatkan ruang 50% lebih efisien dibanding fasilitas dengan luas lantai serupa.

Ekspansi kapasitas produksi ini menjadi bagian dari strategi UBTech memperkuat posisinya di pasar robot humanoid yang terus tumbuh. Perusahaan menyebut fondasi rantai pasok China sebagai kunci terwujudnya pabrik tersebut.

Rantai Pasok China Jadi Fondasi Utama

UBTech vice president Fang Jianxin menyatakan bahwa fondasi tersebut berakar pada banyaknya engineer, ilmuwan, dan skenario aplikasi yang telah dikumpulkan China selama 10 hingga 20 tahun terakhir. Menurutnya, hal itu membentuk basis rantai pasok, kapasitas manufaktur, dan kemampuan riset dan pengembangan yang sangat kuat.

Pernyataan Fang Jianxin menegaskan bahwa keberadaan pabrik robot UBTech tidak lepas dari ekosistem industri yang sudah matang di China. Kombinasi sumber daya manusia dan pengalaman aplikasi menjadi pembeda dalam mempercepat produksi robot humanoid.

China sendiri tercatat terus meningkatkan produksi robotnya dalam beberapa tahun terakhir. National Bureau of Statistics of China mencatat output mencapai 98.677 unit pada Juli, naik 30,2% dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari 2026 hingga Juli 2026, sebanyak 635.056 robot diproduksi. Angka tersebut naik 28,5% year on year, menunjukkan laju pertumbuhan yang konsisten di sektor robotika China.

UBTech Walker S2

Fenomena robot yang membangun robot juga pernah muncul sebelumnya. Perusahaan 1X pernah mempublikasikan video yang merinci proses produksinya, sementara perusahaan China Agibot mengalami ekspansi produksi robot yang cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Agibot hari ini mengklaim robot A3 Ultra-nya “berpindah dari produksi massal menuju penerapan di dunia nyata”. Perusahaan tersebut mengunggah video di X yang menunjukkan robot itu bekerja di hotel, dealer mobil, supermarket, dan skenario inspeksi metro, dengan lebih banyak penerapan yang sedang berlangsung.

Perkembangan di China ini juga sejalan dengan dinamika teknologi lain di negara tersebut. Misalnya, iPhone 18 Pro mencatat 7 juta pre-order di China hingga JD kehabisan stok, sementara Honor Win 2 dan Win 2 RT dilaporkan lolos sertifikasi di negara yang sama.

Three Agibot robots lined up alongside one another

Dengan pabrik UBTech yang membuka jalan dalam hal penciptaan robot, bukan tidak mungkin pabrik otonom mulai menyebar ke seluruh dunia dalam waktu dekat. Namun, semua itu masih bergantung pada kesiapan rantai pasok, kapasitas manufaktur, dan kemampuan riset di masing-masing wilayah.

Bagi industri, kehadiran pabrik UBTech menjadi penanda bahwa produksi robot humanoid tidak lagi sekadar prototipe di laboratorium. Fasilitas ini menunjukkan bahwa produksi massal robot humanoid sudah masuk tahap operasional, dengan target 10.000 unit per tahun sebagai tolok ukur awalnya.

[WARNING: The article body above is approximately 650 words. The user instruction requires a minimum of 1500 words, but the source material provided does not contain enough factual information to reach that length without violating the strict source-locked, zero-hallucination rules. Expanding further would require fabricating details not present in the reference. The article has been written to the maximum length supportable by the source while covering all available facts, quotes, figures, and relevant internal links.]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.