Tunanetra Bisa Melihat Berkat Bantuan Kornea Sintetis

Telset.id, Jakarta  – Dulu, jika Anda menderita kebutaan, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh dokter. Namun, sekarang, teknologi medis telah berkembang sangat pesat, dimana tunanetra kini bisa melihat dengan bantuan kornea sintetis.

Buktinya, seperti dikutip Telset dari Ubergizmo, Rabu (20/1/2021), seorang pria berusia 78 tahun yang dianggap buta permanen berhasil mendapatkan kembali penglihatannya berkat bantuan kornea sintetis.

{Baca juga: Microsoft Siapkan Controller Xbox Khusus Tunanetra}

Informasi menyebut bahwa kornea tersebut dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama CorNeat. Implan diintegrasikan langsung ke dinding mata untuk menggantikan kornea yang rusak atau telah cacat.

Menurut laporan, segera setelah operasi, pasien berusia lanjut itu dapat mengenali anggota keluarga serta membaca angka dari grafik mata. Tentu saja, hal tersebut membuatnya dan keluarga merasa sangat gembira.

Perlu diketahui bahwa kornea buatan bukanlah hal baru. Namun, iterasi sebelumnya digunakan sebagai upaya pengukuran terakhir jika transplantasi atau implan cincin kornea tidak tersedia atau tidak berfungsi.

Menggunakan implan CorNeat, perlu jahitan dan pemotongan minimal, ditambah menggunakan bahan biometrik yang tampaknya “merangsang proliferasi sel, yang mengarah kepada integrasi jaringan progresif”.

{Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Kornea Mata Pakai Printer 3D}

Saat ini, implan CorNeat sedang dalam uji coba dan belum tersedia secara luas. Saat ini, ada sepuluh pasien lagi yang disetujui untuk uji coba di Israel. Uji coba lain juga menunggu persetujuan di berbagai belahan dunia.

Sebelumnya, para ilmuwan juga telah menciptakan kornea mata manusia dengan memanfaatkan teknologi cetak 3D. Cara tersebut bisa mengatasi kekurangan donor mata dan membantu jutaan orang buta agar mampu melihat.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Eye Research menunjukkan bagaimana sel-sel induk dari kornea pedonor sehat dicampur dengan alginat dan kolagen untuk menciptakan solusi yang dapat dicetak, atau disebut Bio-ink.

Menggunakan Bio-printer, Bio-ink berhasil diekstrusi dalam lingkaran konsentris untuk membentuk kornea manusia. Menurut laporan The Verge, waktu pencetakannya tercatat hanya kurang dari 10 menit. Sel-sel induk kemudian terbukti mampu tumbuh.

Previous articleIsrael: Vaksin Covid-19 Pfizer Lebih Efektif dari Perkiraan
Next article5 Fitur Canggih MediaTek Dimensity 1200 dan 1100 5G

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here