📑 Daftar Isi

C.C. Wei, CEO dan Chairman TSMC, dalam sesi earnings call membahas ekspansi kapasitas produksi chip

TSMC Buka Opsi Ekspansi Fab ke Texas dan Negosiasi Terafab Musk

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • TSMC evaluasi ekspansi kapasitas di luar Arizona, Texas jadi salah satu opsi
  • Tim TSMC dikirim ke Texas untuk melakukan evaluasi
  • TSMC negosiasi dengan Terafab Elon Musk soal pemanfaatan kapasitas
  • TSMC bersikeras mengoperasikan fab jika bergabung proyek Terafab
  • Musk ingin Terafab tetap kendalikan kompleks manufaktur
  • Teknologi Intel 14A di Terafab berpotensi persulit kehadiran TSMC
  • Pendapatan TSMC Q3 2026 capai $46,72 miliar, naik 41,2% YoY

Telset.id – TSMC mengonfirmasi sedang mengevaluasi perluasan kapasitas produksi chip di Amerika Serikat di luar Arizona, dengan Texas menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji. C.C. Wei, chief executive sekaligus chairman TSMC, menyampaikan hal ini pada Kamis dalam sesi earnings call bersama analis dan investor. Langkah ini menandai pergeseran pertimbangan kapasitas perusahaan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan fasilitas Terafab milik Elon Musk.

“We expanded our capacity consideration to see outside Arizona, whether we can get another chance to expand our capacity,” ujar C.C. Wei. “Texas is one [of our options]. We sent the teams to Texas to do all the evaluation. We also talked to one of our customers, who is trying to build a fab, Terafab, let me be more specific.”

Pernyataan itu memperjelas posisi TSMC sebagai produsen chip kontrak terbesar dunia dalam menyikapi permintaan kapasitas yang terus meningkat. Opsi ekspansi ke Texas menjadi sinyal bahwa perusahaan tidak lagi terpaku pada satu lokasi di Amerika Serikat, dan pembicaraan dengan pihak Terafab masuk ke dalam pembahasan yang sama.

Negosiasi dengan Terafab dan Syarat Operasional TSMC

Sebelumnya, kabar mengenai Terafab milik Elon Musk yang tengah menjajaki penggunaan fasilitas produksi semikonduktor raksasa bersama TSMC mulai mencuat. Elon Musk mengonfirmasi negosiasi tersebut, sementara TSMC saat itu tidak memberikan komentar. Wei kini angkat bicara soal arah pembicaraan tersebut.

“We are discussing with them to see whether we can be utilizing that actual capacity also,” tambah Wei. “So, we are still in discussion. If we have any solid conclusion, we will share with you.”

Informasi soal negosiasi antara Terafab dan TSMC langsung memicu spekulasi bahwa kedua pihak akan mengadopsi model bisnis yang biasa dipakai TSMC untuk fasilitas ESMC dan JASM, di mana TSMC mengoperasikan fab yang dimiliki bersama investor lain. Namun Musk kemudian menyatakan bahwa fasilitas Terafab akan dioperasikan oleh Terafab, dan TSMC hanya dapat menyewa sebagian cleanroom-nya. Menanggapi hal itu, C.C. Wei menegaskan bahwa jika TSMC bergabung dalam proyek tersebut, perusahaan akan bersikeras mengoperasikan fab tersebut.

“We are still in discussion,” jawab Wei ketika ditanya apakah TSMC tidak akan menjadi bagian dari proyek Terafab. “Let me say that. … Either way, it will be possible, but the fab has to be run by TSMC.”

Pertanyaan kunci kini adalah apakah Musk dan TSMC dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua pihak. Musk ingin Terafab tetap memegang kendali atas kompleks manufakturnya, sedangkan TSMC bersikeras mengoperasikan setiap fab yang digunakannya. Satu potensi kompromi adalah Terafab memiliki fasilitas tersebut dan menyewakan sebagiannya kepada TSMC, yang kemudian mengoperasikan lini produksinya secara independen. Skema semacam itu memungkinkan Musk tetap memiliki seluruh kompleks, sementara TSMC mengendalikan lini manufaktur tertentu.

Namun, jika Terafab sendiri menggunakan teknologi proses 14A milik Intel di fasilitas tersebut, kehadiran TSMC di sana akan sangat rumit, bahkan mungkin tidak dapat dilakukan. Hingga saat ini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan apa pun.

Kinerja Keuangan TSMC Kuartal Ketiga 2026

Pada Kamis yang sama, TSMC melaporkan pendapatan sebesar $46,72 miliar untuk kuartal ketiga 2026, naik 41,2% year-over-year dan 16,2% secara sekuensial. Laba bersih foundry tersebut mencapai sekitar $23,9 miliar, meningkat 68,7% dari kuartal yang sama tahun sebelumnya, didorong permintaan tinggi chip untuk infrastruktur AI.

Gross margin perusahaan tercatat 66,4%, lebih rendah dari gross margin yang dilaporkan produsen DRAM, tetapi masih menjadi rekor historis. Untuk kuartal keempat 2026, TSMC memperkirakan pendapatan antara $52,3 miliar hingga $54,3 miliar, yang merepresentasikan pertumbuhan sekuensial sekitar 14% pada titik tengah. Perusahaan memproyeksikan gross margin antara 65% dan 67%, naik baik secara sekuensial maupun year-over-year.

Kombinasi ekspansi kapasitas di Amerika Serikat dan kinerja keuangan yang kuat menempatkan TSMC pada posisi sentral dalam rantai pasok semikonduktor global. Negosiasi dengan Terafab, termasuk pembahasan soal Intel 14A yang berpotensi mempersulit kehadiran TSMC, menjadi salah satu variabel yang menentukan arah kerja sama tersebut. Sementara itu, kebutuhan kapasitas lanjutan seperti CoWoS TSMC turut menjadi bagian dari lanskap ekspansi yang sedang dipertimbangkan perusahaan.

Hingga kini, belum ada kesepakatan final antara TSMC dan Terafab. Keputusan soal lokasi ekspansi di luar Arizona, termasuk Texas, juga masih dalam tahap evaluasi tim yang dikirim ke lapangan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.