Teleskop Australia Pecah Rekor Pemetaan Galaxy di Luar Angkasa

Telset.id, Jakarta  – Teleskop di pedalaman Australia memecahkan rekor waktu dalam memetakan wilayah luas di luar angkasa, mengungkapkan satu juta galaksi baru, dan membuka jalan menuju penemuan terkini.

Teleskop radio senilai USD 138 juta yang disebut Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP) itu mampu memetakan sekitar tiga juta galaksi hanya dalam 300 jam. Survei langit serupa butuh waktu 10 tahun.

{Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Teleskop Radio Deteksi “Planet Super”}

“Teleskop tersebut benar-benar mengubah permainan di dunia astronomi,” kata astronom David McConnell, yang memimpin studi Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization tentang langit selatan.

Yang membuat teleskop luar angkasa itu unik adalah bidang pandang yang luas, menggunakan penerima yang dirancang khusus, memungkinkan untuk mengambil gambar panorama langit dengan detail tajam daripada sebelumnya.

Menurut New York Post, seperti dikutip Telset, Rabu (2/12/2020), teleskop tersebut hanya perlu menggabungkan 903 gambar untuk memetakan langit. Berbeda, survei radio lain membutuhkan puluhan ribu gambar.

“Teleskop ini lebih sensitif daripada survei sebelumnya yang telah menutupi seluruh langit. Kami bisa melihat lebih banyak objek daripada yang pernah terlihat pada masa lalu,” kata McConnell kepada kantor berita Reuters.

{Baca juga: Teleskop Hubble Rekam Badai Jupiter dan Bulan Europa}

Memiliki teleskop yang dapat mengamati langit dalam beberapa minggu atau bulan berarti dapat mengulangi proses dalam waktu relatif singkat. Astronom memungkinkan untuk secara sistematis melacak perubahan.

Sebelumnya, para ilmuwan menggunakan Low-Frequency Array atau teleskop radio LOFAR telah menemukan “planet super” atau sering disebut kurcaci coklat yang dingin dan sangat redup, yang sulit dipahami oleh metode survei inframerah tradisional.

Teleskop radio LOFAR mengungkap kurcaci coklat, yang oleh para peneliti dinamai BDR J1750 + 3809 dan dijuluki Elegast. Kurcaci coklat kadang-kadang disebut sebagai bintang gagal atau super-planet karena terlalu kecil dianggap sebagai bintang.

Umumnya, planet super ditemukan melalui survei langit inframerah. Elegast, seperti dilaporkan Space.com, merupakan objek substellar pertama yang dideteksi menggunakan teleskop radio, menurut pernyataan dari Universitas Hawaii. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here