Wushh!! Kecepatan Superkomputer dari HP Capai 20 Kuadriliun per Detik

Superkomputer HP

Telset, Jakarta – Superkomputer Wyoming garapan Hewlett Packard atau HP Enterprise menjadi yang tercepat di dunia. Perangkat itu membantu mempelajari fenomena alam, antara lain, perubahan iklim, cuaca buruk, dan kebakaran hutan.

HP Enterprise, yang berbasis di Houston, memenangkan tawaran penyediaan mesin senilai USD 35 juta hingga USD 40 juta untuk pusat superkomputer di Cheyenne, Pusat Penelitian Atmosfer Nasional di Boulder, Colorado.

Dilansir New York Post, superkomputer bernama HPE-Cray EX tersebut secara teoritis mampu melakukan hampir 20 kuadriliun kalkulasi per detik.

Jika dihitung, kecepatannya mencapai 3,5 kali lebih cepat daripada yang ada di NCAR-Wyoming Supercomputing Center.

{Baca juga: Ilmuwan Gunakan Superkomputer untuk Lihat Tanda-tanda Alien}

Kecepatan maksimum mesin baru itu mencapai per detik, kira-kira sama dengan setiap orang di Bumi yang menyelesaikan persamaan matematika setiap detik selama sebulan penuh. HPE-Cray EX memungkinkan beberapa simulasi tercanggih.

Seperti dikutip Telset, Minggu (31/1/2021), superkomputer HPE-Cray EX dari HP Enterprise akan menempati peringkat 25 sebagai yang tercepat di dunia setelah dipasang tahun ini. Superkomputer HPE-Cray EX bakal mulai beroperasi pada awal 2022 mendatang.

“Superkomputer Wyoming akan mendukung penelitian dasar, mengarah kepada prediksi secara lebih rinci dan sangat berguna untuk melihat dunia di sekitar kita,” kata Direktur Pusat superkomputer HPE-Cray EX, Everette Joseph.

Bukan cuma untuk mempelajari fenomena alam saja seperti yang dilakukan oleh superkomputer Wyoming buatan HP Enterprise, komputer super canggih pun bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan alien.

{Baca juga: Superkomputer Dibalik Kecanggihan Mobil Balap F1}

Para ahli di SETI Institute, organisasi yang didedikasikan untuk melacak makhluk luar angkasa, mulai mengembangkan teknik canggih untuk melihat tanda-tanda alien.

ilmuwan SETI berencana untuk mengembangkan sistem yang akan “membonceng” di teleskop Very Large Array berbasis di Meksiko untuk mencatat dan memberikan data ke sistem pencarian teknolaturatur.

Para ilmuwan juga mengembangkan model komputer untuk menyimulasikan lingkungan luar angkasa yang dapat membantu mendukung pencarian pada masa depan terkait planet-planet yang dapat dihuni dan kehidupan di luar tata surya. (SN/MF)

SOURCENew York Post
Previous articleTetap Kreatif Selama Pandemi dengan Dual-tele Lens Galaxy S21 Ultra
Next articleJepang Bikin Alat Bantu Seks untuk Astronot di Luar Angkasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here