Telset.id ā Pesawat luar angkasa Starship V3 milik SpaceX sukses menjalani uji terbang perdananya mengelilingi Bumi, namun meledak saat proses pendaratan. SpaceX menegaskan ledakan tersebut sengaja dilakukan dan uji coba dinyatakan sukses.
Pesawat setinggi gedung 50 lantai, yang merupakan yang terbesar di jenisnya, lepas landas dari Starbase, Texas pada Jumat pukul 17.30 waktu Amerika Serikat, atau Sabtu pagi waktu Indonesia Barat. Pesawat dengan kode Ship 39 ini berhasil mengangkasa meskipun salah satu dari 33 mesin Raptor pendorongnya gagal berfungsi.
Setelah lepas landas, roket pendorong berhasil dilepaskan dan terbang kembali menuju Teluk Meksiko. Meskipun satu dari enam mesin roket pendorong tersebut rusak, sisa mesin lainnya masih cukup kuat untuk mendorong pesawat ke angkasa. Sebagai bagian dari uji coba, SpaceX juga melakukan pelepasan 22 satelit dummy Starlink.
Pesawat luar angkasa berkode Ship 39 ini kemudian masuk kembali ke atmosfer Bumi dan mendarat di perairan Samudera Hindia, satu jam setelah mengangkasa. Namun, hal mengejutkan terjadi saat mendarat.
Ledakan Disengaja Bukan Kegagalan
Dilansir dari News.com Australia, Senin (25/5/2026), Ship 39 meledak saat mendarat di air. Namun, SpaceX menegaskan bahwa ledakan ini bukanlah sebuah kegagalan. Perusahaan antariksa yang dipimpin Elon Musk tersebut menyatakan ledakan itu sengaja dilakukan karena mereka tidak akan menggunakan lagi pesawat uji coba ini.
SpaceX secara resmi menyatakan uji coba terbang ini sukses. Ini merupakan langkah penting sebelum NASA menggunakan Starship V3 untuk misi mengirimkan astronaut ke Bulan pada tahun 2028 dalam program Artemis. Sebelumnya, uji terbang perdana ini menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan roket generasi terbaru tersebut.
Baca Juga:
Meskipun ada kegagalan mesin saat peluncuran, secara keseluruhan misi ini dianggap berhasil mencapai tujuannya. Pengalaman dari uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi bagi SpaceX untuk pengembangan selanjutnya. Tantangan baru dalam pengujian terus dihadapi perusahaan ini demi menyempurnakan teknologi Starship.
Keberhasilan uji terbang ini menjadi modal penting bagi SpaceX dan NASA untuk mempersiapkan misi berawak ke Bulan. Program Artemis yang menargetkan pendaratan astronaut di Bulan pada 2028 akan sangat bergantung pada performa Starship V3 sebagai wahana pendaratnya.





Komentar
Belum ada komentar.