📑 Daftar Isi

Ilustrasi roket Starship SpaceX di landasan peluncuran Starbase baru di Louisiana

SpaceX Bangun Starbase Kedua di Louisiana, Investasi Rp1.600 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX resmi mengumumkan pembangunan Starbase kedua di Louisiana dengan investasi $100 miliar (Rp1.600 triliun)
  • Fasilitas seluas 125.000 acre di Pecan Island akan memiliki 5 kompleks peluncuran dengan 2 landasan masing-masing
  • Konstruksi dimulai 2027, target peluncuran perdana 2029, dan operasi awal 2030 menurut LED
  • Lokasi strategis untuk peluncuran satelit Starmind ke orbit polar dan dekat sumber gas alam
  • Menciptakan 3.000 lapangan kerja langsung dengan gaji rata-rata $92.600 per tahun
  • SpaceX berkomitmen melakukan restorasi lingkungan termasuk pelestarian lahan basah dan perlindungan badai
  • Proyek ini bagian dari ekspansi besar SpaceX termasuk Terafab chip foundry di Texas

Telset.id – SpaceX resmi mengumumkan pembangunan spaceport kedua untuk roket raksasa Starship di Louisiana, Amerika Serikat. Fasilitas baru ini akan dibangun di area seluas 125.000 acre (195 mil persegi) di kawasan bernama Pecan Island, bekas properti milik Exxon Mobile yang dikembalikan ke negara bagian sebagai bagian dari penyelesaian tuntutan hukum terkait kerusakan garis pantai.

Lokasi peluncuran baru ini berada di sepanjang Gulf Coast di Vermilion Parish, tepatnya di barat New Orleans. Posisinya berjarak sekitar 10 jam perjalanan dari kompleks Starbase yang sudah ada di South Texas. Keputusan ini mengakhiri pencarian lokasi yang menurut perusahaan berlangsung selama tujuh tahun.

SpaceX menyatakan akan menginvestasikan dana sebesar $100 miliar atau setara Rp1.600 triliun untuk proyek ambisius ini. Konstruksi dijadwalkan dimulai pada 2027, sementara target peluncuran perdana Starship dari lokasi baru ini ditetapkan pada 2029. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh eksekutif SpaceX bersama Gubernur Louisiana, Jeff Landry.

Fasilitas Raksasa dengan Lima Kompleks Peluncuran

Starbase Louisiana akan menjadi fasilitas luar angkasa terbesar yang pernah dibangun perusahaan. Berdasarkan video yang dirilis SpaceX, fasilitas ini akan memiliki lima kompleks peluncuran, masing-masing dilengkapi dua landasan peluncuran. Selain itu, akan dibangun fasilitas produksi propelan, pembangkit listrik, pemrosesan kendaraan, dan perumahan untuk karyawan beserta keluarga mereka.

“Kami sedang mempersiapkan pembangunan spaceport yang hingga saat ini hanya ada dalam fiksi ilmiah,” ujar CEO SpaceX, Elon Musk. “SpaceX didirikan untuk mewujudkan masa depan di mana manusia bisa menjelajahi luar angkasa, yang hanya akan mungkin terjadi ketika kita membuat perjalanan ke luar angkasa serutin naik pesawat terbang. Starbase Louisiana akan membuka kunci masa depan itu.”

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung ribuan penerbangan Starship per tahun dengan misi ke orbit Bumi, Bulan, Mars, dan seterusnya. Lokasi strategis ini memungkinkan SpaceX meluncurkan Starship ke arah selatan menuju kawasan kutub, tempat perusahaan dapat menempatkan satelit pusat data “Starmind” ke posisi orbit yang ideal. Kedekatan dengan sumber gas alam di wilayah tersebut juga menjadi nilai tambah untuk memproduksi bahan bakar metana roket Starship.

Timeline Konstruksi dan Target Peluncuran

Louisiana Economic Development (LED), lembaga negara bagian yang mengawasi pengembangan bisnis, memberikan estimasi waktu yang sedikit berbeda. Menurut LED, konstruksi akan dimulai pada akhir 2027 dengan “operasi awal ditargetkan beroperasi pada 2030.”

Meski target ambisius tersebut telah ditetapkan, SpaceX masih memiliki pekerjaan rumah besar. Perusahaan harus membuktikan bahwa Starship mampu terbang ke low-Earth orbit dan membuat roket tersebut dapat digunakan kembali (reusable), seperti halnya roket Falcon 9 dan Falcon Heavy yang sudah ada.

Sejak 2023, SpaceX telah melakukan 13 uji terbang Starship. Meskipun banyak tonggak pengembangan yang telah dicapai, perusahaan masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis. Uji terbang ke-14 yang akan datang bisa menjadi momen bersejarah jika SpaceX berhasil mengirim upper stage Starship ke orbit untuk pertama kalinya.

Salah satu tantangan terbesar adalah mengembalikan booster dan upper stage ke landasan peluncuran dalam satu penerbangan. Ini merupakan kebutuhan dasar agar Starship benar-benar reusable. Setelah itu, SpaceX harus menunjukkan kemampuan membawa kembali kendaraan dan merenovasinya dengan cepat untuk mencapai target ambisius meluncurkan multiple Starships per minggu.

Komitmen SpaceX terhadap Starship tidak main-main. Pekan lalu, pendiri sekaligus CEO SpaceX, Elon Musk, menyatakan akan pensiunkan roket Falcon begitu Starship mampu terbang beberapa kali per minggu. Pernyataan ini mengonfirmasi laporan sebelumnya dari Bloomberg News bahwa perusahaan telah memberi tahu calon pelanggan tentang berakhirnya program Falcon.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC), SpaceX telah menghabiskan lebih dari $8 miliar untuk mengembangkan Starship. Roket yang merupakan yang terbesar dan terkuat yang pernah dibuat ini menjadi kunci untuk mempertahankan dan mengembangkan satu-satunya bagian bisnis SpaceX yang menguntungkan, yaitu layanan internet satelit Starlink.

SpaceX juga berencana membangun jaringan satelit khusus untuk pemrosesan AI yang membutuhkan Starship untuk peluncurannya. Ini menunjukkan betapa krusialnya peran Starship dalam rencana jangka panjang perusahaan. Pengumuman ini datang setelah SpaceX Gunakan NVIDIA GPU untuk mendukung operasional Starmind di luar angkasa.

Dampak Ekonomi dan Pekerjaan Baru

Pembangunan Starbase baru ini diproyeksikan menciptakan 3.000 lapangan kerja langsung dalam 10 tahun, dengan gaji tahunan rata-rata $92.600 menurut data LED. Pada puncak pembangunan, lebih dari 30.000 pekerjaan konstruksi diperkirakan tersedia.

Belum jelas apakah SpaceX akan membangun kota perusahaan di sekitar lokasi Starbase baru ini, seperti yang telah dilakukan di Texas. Kota di Texas yang dulunya bernama Boca Chica dan diubah namanya menjadi Starbase memiliki kode pos sendiri dan stasiun pemadam kebakaran sukarela. Kota tersebut juga sedang membangun kepolisian dan perpustakaan komunitas sendiri, serta dijalankan oleh pemerintah lokal yang diisi karyawan SpaceX atau keluarga mereka.

Dalam pengumumannya, SpaceX menyatakan ingin menjadikan lokasi baru ini sebagai “spaceport mandiri” dengan “produksi propelan, pembangkit listrik, kemampuan pengiriman laut dalam, fasilitas pemrosesan kendaraan, dan bandara.”

Sebagai catatan, situs Starbase di Texas yang merupakan kombinasi kompleks peluncuran dan zona konstruksi aktif telah mencatat tingkat cedera yang sangat tinggi selama dekade terakhir. Situs ini menjadi lokasi paling berbahaya yang dioperasikan SpaceX, dengan ratusan cedera yang dilaporkan ke Occupational Health and Safety Administration. Pada Mei lalu, seorang pekerja konstruksi dari kontraktor pihak ketiga tewas jatuh di Starbase.

Kabar pembangunan ini disambut antusias oleh pemerintah setempat. “Kami sangat bersemangat berada di posisi menerima salah satu peluang terbaik seumur hidup yang akan membawa berbagai pekerjaan ke Parish kami dan akan menawarkan peluang bagi cucu-cucu kami untuk tetap tinggal di rumah demi pekerjaan,” ujar Presiden Vermilion Parish Police Jury, Chad Vallo, dalam pernyataannya.

Komitmen Lingkungan dan Restorasi

SpaceX, yang selama bertahun-tahun menghadapi kritik dan pertarungan hukum terkait perlakuan terhadap ekosistem lokal di sekitar situs Texas, telah berkomunikasi dengan instansi terkait di Louisiana. Menurut LED, perusahaan “telah melibatkan Louisiana Department of Wildlife and Fisheries, Coastal Protection and Restoration Authority, dan instansi negara bagian lainnya yang sesuai untuk secara proaktif mengatasi potensi dampak terhadap satwa liar, perikanan, dan habitat pendukungnya.”

Perusahaan juga menyatakan “bermitra dengan instansi negara bagian dan federal untuk memperluas proyek Louisiana Coastal Master Plan dan Coastal Wetlands Planning, Protection and Restoration Act, termasuk pemecah gelombang perlindungan garis pantai Teluk yang dirancang untuk mengurangi energi gelombang” dan mengurangi erosi garis pantai di area tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan dengan Louisiana, SpaceX berkomitmen bekerja sama dengan negara bagian untuk melakukan restorasi ekstensif kawasan tersebut, termasuk pelestarian lahan basah, perlindungan satwa liar, dan perlindungan badai. Langkah ini menjadi penting mengingat Exxon Mobile, pemilik sebelumnya, mengembalikan lahan Pecan Island ke negara bagian sebagai bagian dari penyelesaian tuntutan hukum atas hilangnya lahan pesisir.

Pengembangan Starbase di Louisiana ini menjadi babak baru yang menarik bagi industri antariksa global. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada kemampuan SpaceX membuktikan bahwa Starship dapat beroperasi secara reusable dan efisien. Sementara itu, Grok Bot dari SpaceXAI terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem teknologi perusahaan yang semakin luas.

Dengan investasi besar dan komitmen penuh dari Elon Musk, masa depan Starship dan Starbase baru di Louisiana akan menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun ke depan. Keputusan untuk menggunakan gas alam di berbagai fasilitasnya menunjukkan pendekatan pragmatis perusahaan dalam mengelola operasional.

Perkembangan ini juga menarik perhatian industri teknologi secara lebih luas, terutama setelah akuisisi Cursor oleh SpaceX yang menandai ekspansi perusahaan ke berbagai sektor. Namun, fokus utama tetap pada kemampuan SpaceX mewujudkan visi besar Starship sebagai kendaraan antariksa generasi berikutnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.