📑 Daftar Isi

Ilustrasi satelit di orbit Bumi yang menjadi sasaran sistem perang elektronik berbasis darat RAF Inggris.

RAF Lumpuhkan Satelit Musuh, GPS Hilang Rugikan Inggris Rp24 T Sehari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • RAF Inggris pakai perang elektronik berbasis darat untuk lumpuhkan satelit musuh selama operasi sensitif
  • Sinyal elektronik kuat ganggu komunikasi dan navigasi, laser intervensi sensor satelit
  • Sistem cegah lawan amati kapal selam nuklir dan operasi pasukan khusus Inggris
  • Mei 2026, Inggris lacak lima satelit Rusia mendekati dua satelit komersial Finlandia
  • RAF bentuk Space Effects Squadron untuk pertahankan aset antariksa Inggris
  • Hilangnya GPS bisa rugikan ekonomi Inggris £1,4 miliar sehari atau £10 miliar seminggu
  • AS konfirmasi penempatan senjata antariksa, dikritik Rusia dan China

Telset.id – Royal Air Force (RAF) Inggris menggunakan perangkat perang elektronik berbasis darat untuk melumpuhkan satelit musuh selama operasi militer sensitif. Kemampuan ini disebut sebagai yang terdepan di dunia dan telah digunakan sekitar satu tahun untuk menghadapi potensi ancaman, seiring kekhawatiran bahwa hilangnya layanan GPS dapat merugikan ekonomi Inggris sekitar £1,4 miliar atau setara Rp24 triliun setiap hari.

Teknologi tersebut memanfaatkan sinyal elektronik kuat untuk mengganggu komunikasi dan navigasi satelit, sementara laser dapat mengintervensi sensor satelit. Menurut pejabat pertahanan Inggris, perangkat ini dapat dipakai ketika satelit musuh berupaya memantau aktivitas militer Inggris atau melacak aset strategis negara. Sistem ini juga berpotensi mencegah pihak lawan mengamati kapal selam nuklir Inggris maupun operasi pasukan khusus yang bersifat sensitif.

Kepala RAF, Air Chief Marshal Sir Harv Smyth, menyatakan bahwa pihak lawan melakukan aktivitas yang semakin tidak bertanggung jawab dan provokatif dengan melibatkan sistem berbasis antariksa. Kemampuan perang elektronik ini menjadi kian penting karena kekuatan militer sangat bergantung pada satelit untuk komunikasi, pengawasan, navigasi, dan berbagai operasi lainnya.

Ancaman Satelit Rusia dan Unit Baru RAF

Pada Mei 2026, pasukan Inggris dilaporkan melacak lima satelit Rusia yang bergerak mendekati dua satelit komersial Finlandia. Smyth juga mengaitkan aktivitas satelit Rusia dengan gangguan GPS yang tercatat di seluruh Eropa dan Kanada. Inggris sendiri mengoperasikan sejumlah kecil satelit militer untuk mendukung pengawasan dan komunikasi, sekaligus bekerja sama erat dengan United States Space Force.

RAF juga membentuk Space Effects Squadron khusus yang bertanggung jawab mempertahankan aset antariksa Inggris dari aktivitas musuh dan ancaman terkait. Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa skuadron ini akan berfokus pada mengganggu, menurunkan, dan menolak ancaman musuh yang memengaruhi kemampuan antariksa Inggris, sekaligus melindungi satelit yang mendukung sejumlah fungsi militer kritis, termasuk peringatan rudal, komunikasi, dan navigasi.

A Meadowlands eletromagnetic warfare device

Kekhawatiran pemerintah tidak hanya terbatas pada operasi militer. Gangguan pada layanan satelit dapat berdampak pada sebagian besar ekonomi sipil Inggris. Menteri Pertahanan Wes Streeting mengatakan bahwa hilangnya layanan GPS dapat merugikan ekonomi Inggris sekitar £1,4 miliar setiap hari, atau sekitar £10 miliar setiap minggu jika gangguan berlanjut pada tingkat tersebut.

Streeting menambahkan bahwa layanan sehari-hari bergantung pada satelit, termasuk prakiraan cuaca, sistem energi, transaksi keuangan, navigasi satelit, dan komunikasi seluler. Kehilangan layanan satelit secara berkepanjangan dapat memengaruhi bisnis dan layanan publik jauh melampaui operasi pertahanan. Dinamika persaingan teknologi antariksa ini juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas, sebagaimana terlihat dalam persaingan teknologi antarnegara besar.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga telah mengonfirmasi penempatan senjata yang tidak disebutkan spesifikasinya di antariksa untuk melindungi satelitnya. Rusia dan China mengkritik langkah AS tersebut, sementara Washington menuduh kedua negara mengembangkan senjata berbasis antariksa. Kemampuan tersebut dilaporkan mencakup jammer elektronik, laser, dan proyektil yang dirancang untuk mengganggu atau merusak satelit.

A satellite in orbit around the earth

Perkembangan perang elektronik berbasis darat ini menunjukkan bagaimana kemampuan antariksa kini menjadi medan pertarungan baru. Bagi Inggris, sistem perang elektronik berbasis darat memberikan cara lain untuk merespons ketika pesawat antariksa musuh mengancam aktivitas militer. Ketergantungan pada satelit untuk fungsi sipil maupun militer membuat perlindungan aset antariksa menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Ancaman terhadap satelit juga berkaitan dengan bagaimana negara-negara mengembangkan teknologi untuk saling mengganggu, sejalan dengan tren teknologi penembus yang terus berkembang. Sementara itu, dampak ekonomi dari gangguan GPS menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya soal pertahanan, tetapi juga stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Dengan pembentukan Space Effects Squadron dan penggunaan perangkat perang elektronik berbasis darat, Inggris memperkuat posisinya dalam menghadapi ancaman antariksa. Langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa satelit memainkan peran sentral, baik untuk operasi militer maupun layanan sipil yang menopang perekonomian negara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.