Telset.id ā Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan PC buatan Amerika Serikat, Dell, yang menjalankan Windows 10 dengan lisensi yang belum diaktivasi saat melakukan voting online dalam pemilihan parlemen Rusia. Momen yang seharusnya menjadi demonstrasi kemudahan pemungutan suara daring justru memicu pertanyaan publik tentang perangkat yang dipakai pemimpin negara tersebut.
Pemilihan parlemen Rusia berlangsung pada Jumat, 18 September 2026. Untuk pertama kalinya, voting online untuk posisi di State Duma dibuka bagi publik. Untuk memperlihatkan kemudahan proses tersebut, sebuah press call menampilkan Putin yang sedang memberikan suaranya secara daring, seperti dikutip dari TechRadar.
Namun, alih-alih berjalan mulus, sesi tersebut justru menyoroti sejumlah hal lain. Selain presiden tampak kesulitan membaca tampilan layar, tantangan yang lebih nyata adalah fakta bahwa perangkat yang ia gunakan menjalankan versi Windows 10 yang belum diaktivasi. PC tersebut juga merupakan perangkat Dell, bukan sistem rakitan dalam negeri Rusia.
Voting Online Rusia dan Perangkat yang Dipakai Putin
Dalam press call tersebut, Presiden Putin yang berusia 73 tahun duduk di depan kamera dengan PC Dell yang telah disiapkan di mejanya. Ia menjalankan proses āvoting onlineā, diduga untuk memperlihatkan betapa mudahnya memberikan suara. Opsi pemungutan suara secara langsung dan melalui pos juga tersedia.
Ironi yang muncul adalah lisensi Windows 10 yang tidak aktif di perangkat tersebut. Menurut laporan, hal ini justru terlihat jelas menjelang akhir video. Kondisi tersebut digambarkan memiliki keaslian yang setara dengan salinan Windows 10 tanpa lisensi.
Reaksi awal yang mungkin muncul adalah anggapan bahwa infrastruktur TI negara Rusia lemah. Namun, penilaian itu dinilai kurang tepat. Perangkat keras yang dikendalikan negara untuk mengawasi infrastruktur, jaringan, dan sistem militer justru diperkirakan jauh lebih mutakhir. Yang lebih mungkin terjadi adalah PC tersebut diambil dari ruang belakang dan salinan Windows lama dipasang dengan cepat hanya untuk memberi Putin kesempatan singkat mengajak masyarakat memilih.
Penggunaan PC Dell sendiri menjadi hal yang menarik untuk dicermati. Meskipun hubungan Rusia dan Amerika Serikat tergolong baik, tetap terasa janggal bagi presiden Rusia menggunakan PC asing. Terlepas dari sanksi, Rusia memiliki kebijakan yang mewajibkan penggunaan merek dalam negeri seperti Aquarius dibanding produk dari luar negeri.
Setelah memberikan suara, pemimpin Rusia yang telah terpilih lima kali itu mengucapkan kalimat yang mudah diingat, āyou canāt go wrongā, dalam bahasa aslinya. Kalimat tersebut disebut-sebut menyoroti kesia-siaan memilih kandidat di luar partai favoritnya, United Russia.
Baca Juga:
Respons Internasional dan Konteks Pemilu Rusia
Momen viral ini turut memunculkan meme di dunia maya. Selain itu, kejadian tersebut juga membuka pertanyaan tentang kemampuan Putin dalam menggunakan komputer, belum lagi soal kelayakan perangkat keras untuk keperluan voting.
Sementara itu, menilai legitimasi pemilihan di Rusia sendiri memang sulit dilakukan. Pemerintah Australia, Kanada, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris telah menantang pemilihan di wilayah Ukraina yang diduduki. Negara-negara tersebut menyebutnya sebagai āsham electionsā yang melanggar āUkraineās sovereignty and independence, and the UN Charter.ā
Terlepas dari kontroversi yang menyertai, peristiwa ini menempatkan perhatian pada dua hal sekaligus: perangkat yang digunakan seorang kepala negara untuk voting online, dan bagaimana momen tersebut justru berkembang menjadi sorotan publik alih-alih pesan yang hendak disampaikan. Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan teknologi perangkat, insiden ini menjadi pengingat bahwa detail kecil seperti status aktivasi sistem operasi bisa menarik perhatian lebih besar dari yang diperkirakan.
[IMAGE: https://cdn.mos.cms.futurecdn.net/uTtN23DTiqxJT2TXhbVmXo.jpg (Alt: āValdimir Putinā)]
Bagi pembaca yang tertarik pada perangkat keras dan ekosistem komputasi, isu seperti ini menunjukkan bagaimana perangkat sehari-hari tetap menjadi bagian dari narasi yang lebih besar. Perkembangan perangkat gaming dan mobile juga terus menjadi perhatian, misalnya pada analisis kemampuan gaming yang membahas performa perangkat dalam skenario penggunaan berat.
Di sisi lain, keterlibatan merek dalam ajang kompetisi juga kerap menjadi sorotan, seperti ketika realme kembali jadi official untuk turnamen bergengsi. Hal serupa juga terlihat pada realme 14 5G yang dipercaya sebagai perangkat resmi di ajang serupa.





Komentar
Belum ada komentar.