Ilustrasi kartrid tape LTO-10 dengan kapasitas 40TB yang menjadi pendorong pertumbuhan pengiriman tape LTO Q1 2026

Pengiriman Tape LTO Q1 2026 Naik 57%, AI Jadi Pendorong Utama

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Industri penyimpanan data berbasis tape kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah dominasi teknologi cloud dan SSD. LTO Program Technology Provider Companies (TPCs), yang terdiri dari HPE, IBM, dan Quantum Corp., mengumumkan bahwa kapasitas pengiriman tape tumbuh 57% year-on-year (YoY) pada Q1 2026. Lonjakan ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan solusi penyimpanan arsip berkapasitas besar dengan biaya efisien.

Selain permintaan dari sektor AI, pertumbuhan ini juga didorong oleh kebutuhan beban kerja arsip tradisional dan cadangan data yang tangguh terhadap serangan siber (cyber-resilient backups). Angka ini menunjukkan bahwa meskipun sering dianggap sebagai teknologi usang, tape storage justru semakin relevan di era ledakan data saat ini.

LTO-10 40TB announcements

Data dari tahun sebelumnya menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Pada 2024, tercatat 176,5 exabytes kapasitas tape LTO terkompresi terkirim, naik 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya dan mencetak rekor baru. Namun, sempat terjadi penurunan kecil pada 2025 yang oleh TPCs disebut sebagai “bad weather” atau cuaca buruk di media sosial. Penurunan moderat sebesar 9% YoY ini membuat total pengiriman tape storage mencapai 160,3 exabytes sepanjang tahun lalu.

Meski turun, angka tersebut tetap menjadi pencapaian luar biasa. Seorang perwakilan program LTO dalam emailnya kepada Tom’s Hardware menulis, “kapasitas yang dikirim lebih tinggi daripada tahun mana pun dalam sejarah kecuali 2024 itu sendiri.” Kini, dengan pertumbuhan 57% pada Q1 2026, permintaan LTO terbukti kembali melonjak tajam.

Hugues Meyrath, CEO Quantum, menjelaskan faktor di balik pertumbuhan ini. “Kami melihat pertumbuhan data yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditambah dengan meningkatnya tekanan biaya, energi, dan ketahanan siber di seluruh industri,” ujarnya. “Seiring organisasi beradaptasi dengan realitas baru ini, tape semakin dipandang sebagai komponen strategis infrastruktur data modern, memberikan ekonomi yang dapat diprediksi dan retensi data jangka panjang yang tangguh dalam skala besar.”

LTO-10 40TB announcements

Kontributor lain dari pertumbuhan ini adalah kesiapan pasar terhadap teknologi LTO-9 dan LTO-10. LTO-9 masih dipromosikan oleh TPCs sebagai upgrade yang sangat bermanfaat bagi pengguna yang bergantung pada generasi tape yang lebih lama. Tape LTO-9 mendukung penyimpanan hingga 18TB tanpa kompresi atau 45TB data terkompresi.

Sementara itu, angka pengiriman kapasitas 2026 juga diuntungkan oleh ramp awal LTO-10. Dengan kartrid generasi terbaru ini, pengguna dapat menyimpan hingga 40TB data per kartrid secara native, atau hingga 100TB dalam keadaan terkompresi. Kemajuan teknologi ini menjadikan tape sebagai solusi yang semakin menarik bagi perusahaan yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar dengan biaya terjangkau.

Melihat ke depan, TPCs memastikan tape akan terus menjadi pilihan menarik dengan peta jalan yang memperpanjang hingga LTO-14. Generasi ini menawarkan kapasitas native raksasa hingga 576TB per kartrid, dan dapat menampung hingga 1.440TB dalam keadaan terkompresi. Angka ini menunjukkan komitmen jangka panjang industri tape dalam menghadirkan solusi penyimpanan berkapasitas ekstrem.

Tidak dapat dipungkiri bahwa awal tahun 2026 menjadi momentum kuat bagi pengiriman LTO. TPCs menegaskan bahwa tape layak “berada dalam setiap campuran penyimpanan sebagai jangkar terhadap gangguan.” LTO juga disebut-sebut sebagai media penyimpanan dengan “biaya per terabyte terendah, memberikan ketahanan siber yang sangat baik, dan sangat hemat daya.”

Seagate

Keunggulan biaya dan efisiensi energi ini menjadi nilai jual utama tape di tengah meningkatnya biaya operasional pusat data. Dengan kebutuhan kapasitas penyimpanan yang terus bertumbuh secara eksponensial, terutama untuk beban kerja AI dan analitik data besar, tape menawarkan solusi yang ekonomis untuk data arsip yang jarang diakses namun harus disimpan dalam jangka waktu lama.

Fenomena ini menarik untuk dicermati mengingat sebelumnya ada upaya untuk menghapus penggunaan teknologi tape yang dianggap usang. Pada tahun lalu, media sempat mengontraskan kesuksesan LTO dengan kampanye DOGE yang digagas Elon Musk untuk menghapus teknologi tersebut. Kritik yang menyebut tape sebagai “teknologi lama” nyatanya tidak mampu meredam pertumbuhan permintaan pasar.

Industri penyimpanan data kini berada pada titik menarik di mana berbagai teknologi hidup berdampingan. SSD menawarkan kecepatan akses tinggi untuk data panas, HDD menjadi pilihan untuk penyimpanan aktif berkapasitas besar, sementara tape unggul dalam hal biaya per terabyte terendah dan ketahanan jangka panjang. Kombinasi ketiganya menjadi strategi penyimpanan berlapis yang semakin umum diadopsi perusahaan besar.

Pertumbuhan 57% pada Q1 2026 menjadi sinyal kuat bahwa tape storage bukan sekadar teknologi sisa masa lalu, melainkan komponen vital dalam infrastruktur data modern. Dengan dukungan peta jalan hingga LTO-14 dan keunggulan biaya yang tak tertandingi, tape diprediksi akan terus memainkan peran penting dalam strategi penyimpanan data perusahaan di masa mendatang.

Bagi para pelaku industri yang bergelut dengan ledakan data, terutama dari beban kerja AI, data arsip, dan kebutuhan cadangan yang aman dari serangan siber, tape LTO menawarkan solusi yang terbukti andal dan ekonomis. Kombinasi kapasitas besar, biaya rendah, dan ketahanan terhadap gangguan membuat teknologi ini semakin sulit untuk diabaikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.