Ilustrasi Matahari yang membakar Bumi dalam rencana penyelamatan Gabriel Harry

Peneliti Ungkap Rencana Selamatkan Bumi dari Kematian Matahari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Peneliti Gabriel Harry memaparkan rencana menyelamatkan Bumi dari kematian Matahari dalam makalah yang diterima Journal of the British Interplanetary Society
  • Rencana mencakup tenda matahari raksasa di Titik Lagrange 1 dengan radius 434.000 mil untuk memblokir radiasi Matahari
  • Reaktor fusi diusulkan ditempatkan 4.000 mil di atmosfer Jupiter untuk menggantikan energi matahari yang terhalang
  • Pemindahan Bumi menggunakan efek ketapel gravitasi asteroid sebanyak satu juta kali untuk menjauhkan planet dari Matahari
  • Antimateri 4 pon per hari diusulkan untuk menjaga aktivitas geologis Bumi
  • Rencana memungkinkan Bumi tetap layak huni selama 9,1 juta miliar tahun tambahan

Telset.id – Matahari diperkirakan kehabisan bahan bakar hidrogen dalam waktu sekitar lima miliar tahun, berubah menjadi raksasa merah yang akan menelan Bumi atau membuat planet ini terlempar keluar dari orbitnya. Namun, seorang peneliti independen bernama Gabriel Harry menguraikan rencana ambisius untuk mempertahankan kehidupan di Bumi tanpa harus meninggalkan planet ini, sebagaimana dipaparkan dalam makalah yang diterima untuk publikasi di Journal of the British Interplanetary Society.

Rencana yang diakui sangat jauh dari kata realistis ini merupakan eksperimen pemikiran yang menurut Harry dapat membuat Bumi tetap layak huni selama ā€œ9,1 juta miliar tahunā€ tambahan. Melalui tulisannya di Phys.org, Harry memaparkan langkah-langkah teknis yang diperlukan untuk melindungi Bumi dari kehancuran akibat Matahari yang sekarat.

Langkah pertama dalam rencana ini adalah memblokir Matahari agar Bumi tidak terbakar dengan menempatkan ā€œtenda matahari besar di Titik Lagrange 1ā€, yang merupakan ā€œtitik keseimbangan gravitasi antara Matahari dan Bumiā€. Harry menjelaskan bahwa diperlukan penutup area langit yang sangat luas, yakni 70 derajat, untuk memastikan raksasa merah tersebut terhalang sepenuhnya.

Tenda matahari ini akan memiliki ukuran yang sangat besar, dengan radius sekitar 434.000 mil, yang diikat dengan tiang karbon sepanjang 1,2 juta mil. Untuk menggantikan radiasi panas yang terhalang, Harry mengusulkan pengiriman reaktor fusi ke kedalaman sekitar 4.000 mil di atmosfer Jupiter untuk menghasilkan energi. Energi tersebut kemudian harus ditransmisikan kembali ke Bumi menggunakan laser.

Ilustrasi Matahari yang membakar Bumi

Untuk memindahkan Bumi menjauh dari Matahari yang akan hancur, Harry berpikir kita dapat ā€œmengarahkan asteroid untuk terbang dekat permukaan Bumi sebanyak satu juta kali, dengan efek ketapel gravitasi yang secara bertahap mentransfer energi untuk meningkatkan jarak orbit Bumiā€. Pemindahan ini diperlukan untuk menjaga Bumi tetap berada pada jarak yang aman dari Matahari yang mengembang.

Namun, memindahkan Bumi terlalu jauh akan menghentikan tektonik dan siklus nutrisi planet ini. Harry membayangkan solusi untuk masalah ini dengan ā€œmenenggelamkan [4 pon] antimateriā€ ke dalam inti Bumi setiap hari. Antimateri ini diharapkan dapat menggantikan panas internal yang hilang dan menjaga aktivitas geologis Bumi tetap berjalan.

Dalam skenario maju cepat sekitar empat hingga lima miliar tahun, manusia yang masih bertahan hidup perlu memindahkan seluruh tata surya keluar dari jalur tabrakan galaksi Andromeda yang sedang menuju Bima Sakti. Harry menyarankan penembakan ā€œberkas hidrogen tepat di atas atau di bawah kutub utara atau selatan Matahariā€ untuk menghasilkan ā€œefek ketapel gravitasiā€ yang dapat menggeser posisi tata surya.

Secara keseluruhan, proposal Harry memungkinkan manusia tetap bertahan hidup tanpa harus menempuh jarak antar bintang, yang membutuhkan energi ā€œsatu juta kaliā€ lebih besar, atau melakukan terraforming di planet baru. Rencana ini menawarkan alternatif untuk tetap tinggal di Bumi, tempat yang telah menjadi rumah bagi kehidupan organik selama sekitar empat miliar tahun.

ā€œDengan membangun dan memelihara pengaman-pengaman ini, selama 9,1 juta miliar tahun, kehidupan di Bumi akan menikmati geologi yang nyaman, keamanan, musim, siang hari, dan malam berbintang — sampai, dalam seratus triliun tahun, bintang terakhir memudar dan langit malam menjadi gelap,ā€ tulis Harry di Phys.org.

Konsep yang diajukan Harry memang terdengar mustahil, tetapi sebagai eksperimen pemikiran, rencana ini menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi umat manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Meskipun tidak ada teknologi saat ini yang mampu mewujudkannya, gagasan ini membuka diskusi tentang bagaimana peradaban manusia dapat bertahan menghadapi perubahan kosmik yang tak terhindarkan.

Perlu dicatat bahwa seluruh skenario ini masih bersifat teoretis dan belum ada langkah konkret untuk merealisasikannya. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, bukan tidak mungkin generasi mendatang akan memiliki kapabilitas untuk mengeksplorasi ide-ide seperti ini lebih jauh.

Rencana Harry juga menyoroti pentingnya penelitian jangka panjang tentang kelangsungan hidup manusia di luar batas-batas planet kita. Meskipun fokus utama saat ini mungkin pada eksplorasi luar angkasa dan pencarian planet layak huni lainnya, gagasan untuk mempertahankan Bumi tetap layak huni tetap menjadi pertimbangan yang menarik bagi para ilmuwan dan peneliti.

Dengan pendekatan yang sistematis dan perhitungan yang matang, Harry telah menunjukkan bahwa meskipun kematian Matahari tampak seperti akhir yang tak terhindarkan, ada kemungkinan-kemungkinan yang dapat dieksplorasi. Apakah rencana ini akan pernah terwujud atau tidak, tetap menjadi pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu dan perkembangan peradaban manusia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.