Telset.id ā Misi penyelamatan observatorium Swift yang dilakukan NASA melalui pesawat antariksa LINK justru menghadapi kendala serius. Pesawat yang dirancang untuk mendorong Swift ke orbit lebih tinggi itu kini dilaporkan berputar tak terkendali di luar angkasa, mengancam kelangsungan misi penyelamatan tersebut.
Insiden ini terjadi pada akhir pekan lalu, ketika LINK mengalami masalah pada sistem kontrol orientasi (attitude control). Akibatnya, pesawat antariksa buatan perusahaan Arizona, Katalyst Space, itu mulai berputar dan menyebabkan komunikasi yang sporadis dengan tim di Bumi.
NASA mengonfirmasi masalah ini melalui pembaruan di blog resmi Neil Gehrels Swift Observatory. Dua dari tiga reaction wheelsāroda gila yang mengontrol orientasi pesawat antariksaādilaporkan tidak dapat beroperasi saat ini. Selain itu, terdapat juga penurunan fungsi pada sistem cold gas thruster LINK.
Meskipun menghadapi tantangan berat, tim darat masih dapat berkomunikasi dengan LINK. Rencana darurat telah disusun, yaitu menggunakan electric propulsion thrusters untuk mencoba menghentikan putaran pesawat dalam beberapa hari ke depan. Jika berhasil, tim harus membangun kembali sistem panduan dan navigasi LINK untuk menyesuaikan dengan konfigurasi barunya.
Swift sendiri merupakan observatorium antariksa yang saat ini mengalami penurunan orbit lebih cepat dari perkiraan. Peningkatan aktivitas matahari dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan atmosfer bumi mengembang, meningkatkan drag atmosfer yang dialami Swift. Akibatnya, Swift turun lebih cepat dari biasanya dan diproyeksikan akan memasuki atmosfer bumi tahun ini jika tidak ada intervensi.
LINK dirancang sebagai robot antariksa yang dapat merapat (dock) dengan Swift dan mendorongnya ke orbit yang lebih tinggi. Dengan begitu, masa operasional Swift bisa diperpanjang beberapa tahun lagi. Namun, kegagalan teknis yang dialami LINK membuat masa depan misi ini menjadi tidak pasti.
Baca Juga:
Meskipun situasi saat ini cukup kritis, Katalyst Space tetap optimistis. Dalam pernyataan di situs resminya, perusahaan tersebut menyatakan, āMisi tetap aktif dan kami terus percaya bahwa dengan perubahan ini, LINK memiliki jalur yang layak untuk bertemu dengan Swift.ā
Tim di Bumi kini harus bekerja cepat untuk memulihkan kendali LINK. Langkah pertama adalah menghentikan putaran pesawat menggunakan electric propulsion thrusters. Setelah itu, mereka harus mengevaluasi kondisi LINK secara menyeluruh sebelum menentukan apakah misi penyelamatan Swift masih dapat dilanjutkan.
Masalah ini menjadi pengingat betapa kompleksnya misi antariksa, terutama yang melibatkan pertemuan dua pesawat di orbit. Setiap komponen harus berfungsi dengan sempurna agar misi berhasil. Kegagalan pada reaction wheels dan cold gas thruster menunjukkan betapa rentannya teknologi antariksa terhadap masalah teknis.
Swift sendiri telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memberikan data berharga bagi para ilmuwan. Observatorium ini dirancang untuk mendeteksi dan mempelajari ledakan sinar gamma (gamma-ray bursts), yang merupakan peristiwa paling energetik di alam semesta. Jika Swift kehilangan ketinggian orbitnya, maka data ilmiah yang bisa dikumpulkan akan terhenti.
Keputusan akhir mengenai kelanjutan misi akan bergantung pada hasil pemulihan LINK. Tim Katalyst dan NASA harus menyesuaikan rencana berdasarkan kondisi LINK yang sebenarnya. Apakah LINK masih bisa menyelamatkan Swift atau tidak, semua akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan.
Insiden ini juga menunjukkan pentingnya misi servis antariksa. Konsep memperpanjang umur satelit atau observatorium di orbit dengan mengirimkan pesawat servis memang menarik, tetapi tantangan teknisnya sangat besar. Masalah yang dialami LINK menjadi contoh nyata betapa sulitnya menjalankan misi semacam ini.
Bagi para pengamat antariksa, situasi ini tentu mengecewakan. Namun, optimisme Katalyst Space memberikan sedikit harapan. Jika LINK berhasil pulih dan melanjutkan misinya, ini akan menjadi pencapaian besar dalam teknologi antariksa. Sebaliknya, jika gagal, ini akan menjadi pelajaran berharga untuk misi serupa di masa depan.
Satu hal yang pasti, tim di Bumi akan terus berupaya memulihkan LINK. Dengan komunikasi yang masih terjaga, ada kemungkinan untuk menyelamatkan misi. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari tim Katalyst dan NASA.
Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari misi penyelamatan Swift ini. Semoga LINK bisa pulih dan melanjutkan tugasnya untuk memperpanjang umur observatorium yang telah memberikan banyak kontribusi bagi ilmu pengetahuan.





Komentar
Belum ada komentar.