Jamur Chernobyl Bisa Lindungi Astronot dari Radiasi

Telset.id, Jakarta  – Peneliti menggunakan jamur Chernobyl untuk melindungi astronot dari radiasi. Jamur tersebut bakal menjadi pengganti atmosfer dan medan magnet Bumi yang selama ini melindungi manusia.

Memang ada banyak tantangan ketika mengirim orang ke luar angkasa. Selama ini, satu masalah yang muncul adalah bagaimana cara melindungi para astronot yang dikirim ke sana dari masalah seperti paparan radiasi.

{Baca juga: Waduh! Batuan Planet Mars Sebarkan Virus Berbahaya ke Bumi}

Mengingat ketika berada di luar angkasa astronot tidak dilindungi oleh atmosfer dan medan magnet Bumi, butuh sebuah tameng sebagai penghalau radiasi. Para ilmuwan pun menemukan berbagai cara untuk mengatasinya.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Rabu (29/7/2020), para peneliti sedang mengeksplorasi metode lain yang hampir bisa disebut sebagai “organik”. Caranya dengan mengambil jamur bernama Chernobyl.

Ya, jamur tersebut mereka pakai sebagai perisai yang sangat memungkinkan bagi astronot. Alasan untuk memilih jamur Chernobyl adalah karena berhasil tumbuh dan benar-benar berkembang walaupun di tempat lain.

Tampat lain yang dimaksud adalah sangat radioaktif. Jamur Chernobyl tidak hanya mampu menyerap radiasi. Jamur itu mampu mengambil dan mengubah tadiasi menjadi energi untuk digunakan sendiri.

{Baca juga: Tabung Lava di Mars Bisa Lindungi Astronot dari Radiasi}

Idenya adalah astronot dapat mengambil sampel kecil jamur saat melakukan misi luar angkasa, seperti ke Mars. Jamur kemudian dapat diolah lebih lanjut ke dalam struktur, memungkinkan untuk menjadi lebih tebal.

Sebelumnya dikabarkan bahwa para peneliti mengeksplorasi kemungkinan menggunakan tabung lava berongga di Mars sebagai “rumah”, untuk melindungi astronot dari radiasi selama berada di Mars.

Manusia bersiap menuju ke Mars. Dengan asumsi misi kru Artemis NASA ke Bulan berjalan dengan baik, kita bisa melihat misi penjelajahan Planet Merah dilakukan dalam waktu lebih cepat.

Namun, banyak masalah yang perlu dipecahkan. Yang tidak kalah penting adalah pertanyaan tentang di mana para astronot akan tinggal setelah tiba di sana? Sebuah studi baru menunjukkan, rumah itu sudah jadi.

Rumah tersebut mungkin sudah menunggu astronot ketika sampai di sana. Syaratnya, mereka harus tahu ke mana harus mencari. Padahal, Mars cukup dingin, kering, dan relatif tenang, tetapi jauh lebih aktif. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here