πŸ“‘ Daftar Isi

Demonstrasi kendali robot humanoid dengan sarung tangan VR di Shenzhen

IO-AI Teknologi Gerak Jarak Jauh untuk Robot Humanoid

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • IO-AI Tech demo kendali 10 robot humanoid via sarung tangan VR
  • Teknologi transfer gerakan dua arah dengan feedback haptic
  • Kerja sama dengan pabrikan China untuk otomatisasi tugas
  • Pendekatan inkremental mirip mobil self-driving
  • Adopsi di sekolah kejuruan China

Telset.id – Startup China, IO-AI Tech, mengembangkan teknologi yang memungkinkan operator manusia mengendalikan puluhan robot humanoid secara real-time menggunakan sarung tangan pelacak gerakan dan headset VR. Dalam demonstrasi eksklusif, seorang pengunjung berhasil mengendalikan sepuluh tangan robotik dari berbagai perusahaan secara bersamaan, dengan gerakan jari yang langsung ditransfer ke seluruh 50 digit robotik.

Teknologi ini memungkinkan transfer gerakan dua arah, di mana operator tidak hanya bisa menggerakkan robot tetapi juga merasakan objek yang dipegang oleh tangan elektronik. Dalam pengujian, seorang jurnalis yang diundang ke kantor pusat IO-AI Tech di Shenzhen mencoba sistem yang sedang diuji oleh jaringan toko swalayan China. Menggunakan headset VR dan sepasang gripper, ia mencoba mengambil kotak obat dari rak. Meskipun awalnya mengalami disorientasi karena jeda kecil antara gerakan dan respons robot, setelah beberapa latihan ia mampu menata rak seperti operator berpengalaman.

IO-AI Tech mengembangkan algoritma yang menggabungkan kendali manusia dengan otonomi tingkat tertentu. Hal ini diperlukan karena bentuk, ukuran, dan berat tubuh manusia tidak selalu identik dengan robot. Tanpa kemampuan bergerak independen, robot berisiko kehilangan keseimbangan. Pendekatan ini memungkinkan robot humanoid di China untuk dioperasikan secara presisi dalam berbagai skenario.

Lokasi Shenzhen, yang menjadi basis ribuan pabrikan, menjadi keuntungan strategis bagi IO-AI Tech. Si Chin, salah satu pendiri IO-AI Tech, mengatakan bahwa lokasi tersebut memudahkan pengembangan dan penyempurnaan prototipe baru. Ia juga mencatat bahwa perusahaannya bekerja sama dengan sejumlah pabrikan lokal yang tertarik mengotomatisasi tugas-tugas mereka.

Salah satu klien IO-AI Tech adalah Jack Sewing Machines, perusahaan peralatan manufaktur pakaian asal China. Keduanya bekerja sama melatih robot berlengan dua untuk melakukan tugas seperti menyetrika kemeja. Robot-robot ini dapat dipasang di lini produksi yang sudah ada dan mengotomatisasi pekerjaan yang saat masih dikerjakan secara manual.

Pendekatan Bertahap Menuju Otonomi Penuh

Beberapa ahli robotika percaya bahwa memberikan algoritma AI sejumlah besar data tele-operasi pada akhirnya akan menghasilkan model yang sangat cakap dan umum. Namun, Si Chin memiliki pandangan berbeda. Ia mengatakan bahwa pendekatan inkremental dalam menerapkan otomatisasi bertenaga AI lebih masuk akal.

β€œIni mirip dengan mobil self-driving,” kata Chin, merujuk pada cara mesin-mesin tersebut telah digunakan di berbagai pengaturan dengan tingkat otonomi yang meningkat. β€œAnda membutuhkan data pelatihan yang lebih fokus pada hal spesifik yang ingin Anda atasi.”

Chin juga mengungkapkan bahwa teknologi teleoperasi robot bahkan mulai diterapkan di beberapa sekolah kejuruan di China. Ini menunjukkan potensi adopsi yang lebih luas di sektor pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

Demonstrasi lain yang diperlihatkan adalah penggunaan headset VR dan sensor pelacak tubuh yang mengingatkan pada Ready Player One. Dalam satu ruangan besar, para pekerja menggunakan berbagai sistem untuk mengendalikan robot Unitree berukuran kecil. Seorang operator berjalan dengan robot Unitree di sampingnya, dan mesin tersebut meniru gerakan mereka di dalam apartemen tiruan. Operator manusia, yang mengenakan headset dan melihat pemandangan melalui kamera setinggi mata robot, melakukan gerakan yang diperlukan untuk melepas kemeja dari gantungan dan melipatnya.

Keunggulan kompetitif China dalam manufaktur sudah menghasilkan robot berkualitas tinggi dengan harga murah, seperti Unitree. Jika IO-AI Tech menjadi indikasi, negara tersebut mungkin juga akan membantu AI menguasai dunia fisik. Teknologi teleoperasi ini bisa menjadi jembatan penting menuju era otomatisasi yang lebih canggih, di mana manusia dan robot bekerja sama secara seamless.

Di tengah lonjakan biaya AI yang mulai dipertanyakan efisiensinya oleh perusahaan seperti Uber dan Microsoft, pendekatan IO-AI Tech yang fokus pada aplikasi spesifik dan data terarah menawarkan alternatif yang lebih pragmatis. Teknologi serupa juga mulai digunakan di berbagai sektor, termasuk untuk menjaga keamanan jutaan jemaah haji 2026.

Komentar

Belum ada komentar.