📑 Daftar Isi

Cuplikan film A24 Everything Everywhere All At Once

Fisikawan Oxford Bantah Manusia Ciptakan Realitas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Fisikawan Oxford, Vlatko Vedral, membantah anggapan populer bahwa kesadaran manusia mampu menciptakan realitas. Dalam argumennya yang dimuat di Popular Mechanics, Vedral menyebut manusia justru seperti boneka yang talinya ditarik oleh jutaan alam semesta paralel.

Vedral mengkritik interpretasi umum dari “efek pengamat” (observer effect) dalam fisika kuantum. Narasi populer sering menyebut bahwa objek kuantum berada dalam banyak keadaan sekaligus hingga seorang pengamat melihatnya, lalu keadaan itu runtuh menjadi satu. Asumsi ini, menurut Vedral, tidak didukung oleh fisika.

Fisika justru menunjukkan bahwa efek runtuhnya keadaan kuantum bukanlah kekuatan khusus dari kesadaran manusia. Sebaliknya, interaksi apa pun — bukan observasi sadar — yang memaksa sistem kuantum untuk memilih satu keadaan pasti.

Interaksi Fisik, Bukan Kesadaran

Vedral memberikan contoh sederhana: ketika sebuah foton mengenai kacamata hitam, foton itu tidak menunggu otak manusia untuk menyadarinya. Foton akan melewati lensa atau memantul darinya, tergantung variabel fisika yang tepat. Dengan kata lain, jalur foton tidak dibentuk oleh manusia.

Yang terjadi justru sebaliknya. Menurut Vedral, manusialah yang dibentuk oleh jalur foton tersebut. “Diri” yang menerima foton tertentu berbeda dari “diri” yang tidak menerimanya. Kedua versi diri itu akan terus eksis secara bersamaan, meskipun versi yang secara sadar merasakan cahaya akan terdorong ke jalur kuantum yang berbeda.

Baca Juga:

Vedral menegaskan bahwa tanpa berlebihan, semua eksperimen kuantum pada dasarnya hanyalah versi rumit dari eksperimen Pertanyaan Aneh Schrödinger. Dengan banyaknya percabangan yang muncul dari setiap interaksi kecil ke alam semesta paralelnya sendiri, ada “diri” dalam jumlah tak terbatas yang terus terbentuk secara halus.

Realitas Dasar dan Konsekuensi

“Elemen realitas yang terkode dalam objek kuantum bersifat fundamental, dan Anda — dalam realitas ini dan lainnya — dibentuk setiap kali Anda mengamatinya,” tulis Vedral. Kesimpulannya, di suatu tempat, versi diri yang lebih keren dan beruntung sedang menjalani kehidupan terbaik — sementara versi yang membaca artikel ini jelas mendapat bagian yang kurang beruntung.

Argumen Vedral ini sejalan dengan diskusi tentang Kebenaran Pendaratan di Bulan dan misteri alam semesta lainnya. Konsep alam semesta paralel juga menjadi dasar berbagai teori fisika modern, termasuk yang dibahas dalam Misteri Energi Gelap.

Pernyataan Vedral memberikan perspektif baru dalam memahami hubungan antara kesadaran manusia dan realitas kuantum. Implikasinya, manusia bukanlah pencipta realitas melalui observasi, melainkan bagian dari jaringan interaksi fisika yang kompleks di alam semesta.

Komentar

Belum ada komentar.