Teleskop NASA Menangkap Fenomena Cincin Langka di Sekitar Bintang

Telset.id, Jakarta – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) NASA telah mengungkapkan fenomena menarik, setelah menangkap gambar cincin langka di sekitar bintang yang terletak sekitar 5.600 tahun cahaya secara rinci.

Gambar dari teleskop James Webb NASA menggambarkan bintang yang dikelilingi oleh apa yang para peneliti duga adalah lingkaran cahaya konsentris yang memancar ke luar.

Bintang yang dalam gambar tersebut adalah sepasang bintang biner langka di konstelasi Cygnus. Interaksi di antara mereka menghasilkan erupsi debu secara berkala yang meluas di cangkang ke ruang di sekitar bintang dari waktu ke waktu.

Menurut laporan Science Alert bahwa cangkang debu bersinar dalam inframerah memungkinkan Instrumen Mid-Infrared (MIRI) sensitif JWST NASA untuk menangkapnya secara detail.

Sepasang bintang langka, yang dikenal sebagai biner angin bertabrakan, terdiri dari bintang Wolf-Rayet yang sangat langka yang disebut WR 140, dan pendamping bintang tipe-O yang panas dan masif, yang juga merupakan objek langka.

Bintang Wolf-Rayet digambarkan sebagai bintang yang panas, tua, dan bercahaya di akhir masa hidup deret utamanya. Mereka kehilangan massa dengan kecepatan tinggi dan kaya akan nitrogen dan karbon, tetapi kekurangan hidrogen.

Sementara itu, bintang tipe-O dianggap sebagai salah satu bintang paling masif yang diketahui terang dan panas. Namun, umur mereka cukup singkat karena ukurannya yang sangat besar.

Sepasang bintang di WR 140 memiliki angin bintang cepat yang bertiup ke luar angkasa dengan kecepatan sekitar 3.000 kilometer per detik. Karena ini, kedua bintang kehilangan massa dengan kecepatan tinggi.

Debu dalam sistem tersebut berbentuk karbon yang menyerap sinar ultraviolet dari bintang. Ini memanaskan debu yang memancarkan kembali radiasi termal yang telah ditangkap dalam gambar Webb.

Angin bintang meniup angin ke luar yang memperluas cangkang debu parsial. Kerang mengembang dan mendingin saat ditiup dan kehilangan panas dan kepadatan dalam prosesnya.

Orbit bintang biner memiliki periode 7,94 tahun dan karena ini tabrakan angin dan produksi debu terjadi setiap 7,94 tahun. Ini menyiratkan bahwa seseorang dapat menghitung cincin nebula di sekitar biner untuk menentukan usia cangkang debu terluar yang terlihat.

Dalam gambar yang tertangkap teleskop James Webb NASA, ada sekitar 20 cincin seperti itu terlihat yang berarti cangkang debu berusia 160 tahun terlihat.

Para peneliti akan terus memantau fenomena cincin langka yang terdeteksi di sekitar bintang oleh teleskop luar angkasa James Webb NASA guna keperluan ilmiah. [SN/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0