Chatbot AI Microsoft Bisa Tirukan Suara Orang Sudah Meninggal

Ilustrasi Microsoft

Telset.id, Jakarta  – Microsoft mengajukan paten untuk membuat chatbot yang dapat berbicara seperti manusia, dengan memanfaatkan teknologi AI (artificial intelligence). Chatbot itu bahkna bisa berbicara seperti orang-orang tercinta yang sudah meninggal.

Cara kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belajar mirip dengan manusia. Kita memberi AI informasi untuk diserap. AI akan membuat berbagai keputusan berdasarkan informasi tersebut.

Metode seperti itu berguna karena komputer dapat bekerja lebih cepat daripada manusia dan lebih objektif ketika disajikan dengan informasi. Dilansir Ubergizmo, Microsoft berpikir AI dapat dipakai untuk meniru orang tertentu.

Menurut penemuan Protocol, Microsoft mengajukan paten untuk membuat chatbot yang dapat berbicara seperti orang. Dikutip Telset, Senin (4/1/2021), chatbot itu bisa berbicara seperti almarhum orang-orang tercinta.

“Data sosial berupa gambar, suara, postingan media sosial, pesan elektronik, surat tertulis milik orang tertentu dapat diakses, digunakan untuk mengubah indeks khusus dalam tema kepribadian,” demikian deskripsi dalam paten.

{Baca juga: AI Microsoft Mampu Deteksi Kanker Serviks Lebih Cepat}

Metode tersebut bisa berguna seperti dalam kasus ketika akun media sosial diretas dan digunakan untuk mengirim spam atau tautan berbahaya. Pakai AI yang dicekoki informasi, akan bisa terdeteksi pencurian identitas generasi.

Kalau chatbot Microsoft benar-benar terealisasi, Anda mungkin bisa sedikit bernostalgia dengan mengobrol bersama orang-orang tersayang yang sudah meninggal dunia. Obrolan bakal dilakukan secara online seperti lewat telepon.

Sekadar informasi, chatbot memang dapat meniru suara orang secara realistis meski masih terasa agak aneh dan kerap salah. Apapun kekurangannya, chatbot setidaknya bisa menjadi sarana untuk melepas rindu kepada seseorang.

Sebelumnya, Microsoft memberikan dan hibah kepada 7 proyek pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang membuat alat untuk penyandang difabel. Selain itu proyek ini sebagai bentuk memperingati hari Kesadaran Aksesibilitas Dunia.

Total ada 7 penerima yang akan mengembangkan alat untuk pengguna disabilitas dengan teknologi AI. Mereka akan menerima akses ke platform Azure AI dan mendapat dukungan Microsoft.

{Baca juga: Microsoft Danai Proyek AI untuk Penyandang Difabel}

Pihak Microsoft pun sendiri telah menginvestasikan secara intensif selama 5 tahun sebesar USD $25 juta atau Rp 362,4 miliar. Mulai tahun depan, para penerima dana akan mengerjakan aneka proyek seperti gelang yang bisa dipakai untuk merasakan sensasi gerakan saraf.

Perangkat itu akan mendeteksi gerakan mikro tangan dan lengan dan menerjemahkannya menjadi tindakan seperti klik dalam perangkat mouse.  Proyek lain berupaya topi yang dapat dipakai yang membaca data Elektroensefalografi (EEG) atau aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala seseorang. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here