šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi GPU workstation Nvidia RTX Pro 5500 dengan memori GDDR7 84GB untuk aplikasi AI

ByteDance, Alibaba, Tencent Pesan 3 Juta GPU Nvidia Senilai $35 Miliar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • ByteDance, Alibaba, dan Tencent memesan lebih dari 3 juta GPU Nvidia RTX Pro 5500
  • Nilai pesanan mencapai $35 miliar dengan harga sekitar $11.400 per unit
  • Nvidia hanya mampu memenuhi 5% hingga 10% dari permintaan tersebut
  • Nvidia diproyeksikan hanya memproduksi 3 juta unit RTX Pro 5500 secara global pada 2027
  • RTX Pro 5500 belum dibatasi ekspornya, berbeda dari H200 dan B300
  • Belum ada konfirmasi resmi dari Nvidia maupun ketiga perusahaan China

Telset.id – Tiga raksasa teknologi China, ByteDance, Alibaba, dan Tencent, dilaporkan telah membelanjakan lebih dari $35 miliar untuk memesan lebih dari 3 juta GPU workstation Nvidia RTX Pro 5500. Pesanan raksasa ini disebut jauh melampaui rencana produksi Nvidia untuk kartu tersebut, sehingga vendor asal Amerika Serikat itu menyatakan tidak berada dalam posisi untuk memenuhi seluruh permintaan.

Informasi ini pertama kali dilaporkan Reuters melalui sumber-sumber yang mengetahui transaksi tersebut. Menurut laporan itu, Nvidia telah memberi tahu para pelanggannya bahwa pihaknya tidak dapat memenuhi pesanan karena jumlahnya jauh melebihi rencana produksi GPU tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Nvidia maupun ketiga perusahaan China itu belum mengonfirmasi angka maupun nilai pesanan secara resmi.

RTX Pro 5500 merupakan GPU workstation dengan jumlah CUDA core yang sama dengan GPU flagship RTX 5090, tetapi dilengkapi memori GDDR7 sebesar 84GB. Konfigurasi memori besar inilah yang membuat kartu ini dinilai cocok untuk aplikasi AI. Kartu ini juga menjadi pilihan populer di kalangan pembeli China saat ini karena ekspornya belum dibatasi oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pesanan Melampaui Kapasitas Produksi Nvidia

Skala pesanan yang beredar memperlihatkan besarnya permintaan pasar China terhadap kartu ini. Dua sumber Reuters menyebutkan harga RTX Pro 5500 berada di kisaran $11.400 per unit, sehingga total nilai pesanan mencapai $35 miliar. Sumber lain menyatakan Nvidia telah menginformasikan kepada para mitranya bahwa mereka mungkin hanya mampu mengirimkan kartu untuk memenuhi antara 5% hingga 10% dari permintaan tersebut.

Selain itu, Nvidia dilaporkan hanya berada dalam posisi untuk memproduksi 3 juta kartu RTX Pro 5500 secara global pada 2027. Angka ini mempertegas bahwa volume pesanan dari ByteDance, Alibaba, dan Tencent berada di luar jangkauan kapasitas produksi yang direncanakan.

RTX Pro 6000

RTX Pro 5500 memang lebih rendah kemampuannya dibanding H200 dan B300, GPU Nvidia yang difokuskan untuk pasar enterprise. Namun, kedua GPU tersebut masih berstatus dilarang atau sangat dibatasi ekspornya ke China. Kondisi itu menjadikan RTX Pro 5500 sebagai opsi yang tersedia bagi perusahaan China yang tengah bersaing dengan Amerika Serikat dalam perlombaan menghasilkan model AI yang lebih baru dan lebih baik.

Permintaan dari pasar China terhadap chip-chip Nvidia disebut mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pembatasan ekspor diberlakukan pada 2022. Hal ini disampaikan seorang juru bicara Nvidia kepada Reuters. Menurutnya, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat terus dibatasi oleh kombinasi kontrol ekspor AS yang sudah usang, yang mencakup produk gaming yang dirilis hampir setengah dekade lalu, serta pembatasan impor dari China sendiri terhadap produk-produk AS.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebijakan ekspor yang berlaku saat ini turut membentuk lanskap permintaan terhadap GPU Nvidia di China. Di tengah ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, permintaan terhadap GPU Nvidia tidak melambat, meskipun ada upaya AS untuk membatasi kemampuan Nvidia mengekspor ke China.

GPU Terbatas Tetap Mengalir ke China

Laporan ini juga menyoroti fenomena lain, yakni chip AI Nvidia yang dibatasi ekspornya tetap mencapai China meskipun ada pembatasan. Menurut laporan tersebut, chip-chip itu mencapai China dengan melewati upaya pemerintahan Trump. Situasi ini memperlihatkan bahwa pembatasan ekspor tidak sepenuhnya menghentikan aliran perangkat keras AI ke pasar China.

Nvidia server GPUs

Bagi Nvidia, permintaan yang jauh melampaui kapasitas produksi ini menempatkan perusahaan pada posisi yang rumit. Di satu sisi, pasar China tetap menjadi sumber permintaan besar untuk lini GPU workstation mereka. Di sisi lain, kemampuan produksi yang direncanakan hanya mampu menutup sebagian kecil dari permintaan tersebut, setidaknya hingga 2027.

Ketiga perusahaan China yang disebut dalam laporan ini, yakni ByteDance, Alibaba, dan Tencent, merupakan pemain besar di sektor teknologi dan AI di China. Pesanan mereka terhadap RTX Pro 5500 mencerminkan kebutuhan komputasi yang besar untuk mendukung pengembangan dan operasional layanan berbasis AI. Namun, karena tidak ada konfirmasi resmi dari perusahaan maupun Nvidia, rincian lebih lanjut mengenai alokasi dan jadwal pengiriman belum dapat dipastikan.

Sebagai konteks, persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat turut mewarnai dinamika di sektor lain, termasuk industri otomotif. Eropa dan Kanada, misalnya, tengah mengantisipasi kehadiran kendaraan listrik asal China, seperti terlihat dalam Paris Auto Show 2026 dan sikap konsumen Kanada yang menunda pembelian EV. Di sektor otomotif China sendiri, Aiva ME7 baru saja muncul di filing regulasi dengan mengandalkan baterai CATL.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa tidak ada pihak yang mengonfirmasi angka-angka dalam laporan ini secara resmi. Dengan demikian, besaran pesanan, nilai transaksi, serta proyeksi produksi masih bersumber dari keterangan pihak-pihak yang mengetahui transaksi tersebut. Yang jelas, permintaan terhadap RTX Pro 5500 dari tiga perusahaan China itu jauh melampaui pasokan yang mampu disediakan Nvidia, dan kondisi ini menjadi gambaran nyata bagaimana pembatasan ekspor membentuk ulang peta permintaan GPU AI di pasar China.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.