πŸ“‘ Daftar Isi

Chip uji Zeus milik Bolt Graphics yang diposisikan berdiri menyamping.

Bolt Graphics Nyalakan Chip Uji Zeus, GPU Baru Produksi Massal 2028

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bolt Graphics menyalakan silikon pertama chip uji Zeus buatan TSMC tanpa masalah
  • Chip uji 6mm persegi menarik 1,4 watt, jauh lebih rendah dari FPGA 35 watt
  • GPU Zeus komersial baru diprediksi produksi massal pada 2028
  • Bolt Graphics membuka kantor di Taipei dan berupaya menghimpun USD 100 juta dengan valuasi USD 700 juta
  • Zeus memakai inti RISC-V, path-tracing, dan memori hingga 384GB
  • Klaim performa 10x rendering dan 300x simulasi elektromagnetik belum teruji independen

Telset.id – Bolt Graphics resmi menyalakan silikon pertama untuk proyek GPU Zeus, tetapi kartu grafis yang tengah dikembangkan perusahaan asal California tersebut baru diperkirakan mencapai produksi massal pada 2028. Konfirmasi ini menandai langkah awal Bolt Graphics menuju pasar GPU, sekaligus menegaskan bahwa produk komersialnya masih jauh dari ketersediaan di pasaran.

Bolt Graphics menyebut chip uji berukuran 12nm yang diproduksi TSMC tersebut berjalan tanpa masalah saat dinyalakan. Perusahaan juga membuka kantor di Taipei agar tetap dekat dengan mitra manufakturnya menjelang tahap produksi. Langkah ekspansi ini menjadi sinyal bahwa Bolt Graphics mulai menyiapkan jalur produksi meski produk akhirnya belum siap dalam waktu dekat.

Dua hari setelah pengumuman tersebut, Reuters melaporkan bahwa Bolt Graphics tengah berupaya menghimpun dana sekitar USD 100 juta dengan valuasi sekitar USD 700 juta, mengutip tiga sumber yang memahami permasalahan ini. Upaya pendanaan itu muncul di tengah tahap pengembangan yang masih membutuhkan validasi teknologi dan kesiapan produksi.

Chip uji Zeus yang diposisikan berdiri menyamping.

Spesifikasi Chip Uji dan Klaim Performa Zeus

Chip uji Bolt Graphics berukuran 6mm persegi dan menarik daya 1,4 watt. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan 35 watt yang digunakan FPGA, chip yang dapat diprogram ulang untuk prototipe, yang sebelumnya dipakai Bolt Graphics untuk menjalankan desainnya. Fitur utama chip uji ini adalah perangkat keras khusus untuk simulasi elektromagnetik, yang membantu merancang berbagai hal mulai dari sensor radar hingga lensa kamera.

CEO sekaligus pendiri Bolt Graphics, Darwesh Singh, mengatakan kepada HPCwire bahwa chip tersebut menunjukkan kemampuan Bolt Graphics menjalankan β€œalgoritma fisika yang sangat kompleks, dipercepat dalam perangkat keras, yang belum pernah dilakukan siapa pun.” Namun, Bolt Graphics belum mempublikasikan angka performa apa pun untuk chip uji tersebut dan hanya menyatakan bahwa hasilnya melampaui estimasi internal perusahaan.

Adapun GPU Zeus yang direncanakan Bolt Graphics merupakan chip yang sepenuhnya terpisah dan akan dibuat pada proses N5P milik TSMC. Bolt Graphics menyebut memilih proses N5P dari era 2020 itu untuk menghindari persaingan dengan pembuat chip lain dalam memperebutkan pasokan wafer yang sudah terbatas.

Zeus dibangun di atas inti prosesor RISC-V yang menggunakan set instruksi berstandar terbuka, dipadukan dengan perangkat keras path-tracing buatan Bolt Graphics sendiri. Kartu PCIe-nya akan menggabungkan memori LPDDR5X yang disolder dengan slot DDR5 SO-DIMM yang biasa ditemukan di laptop, sehingga pemilik kartu dapat memperluas memori hingga 384GB.

Saat mengumumkan Zeus pada Maret 2025, Bolt Graphics membuat klaim besar berupa performa rendering 10 kali lipat dibandingkan GPU yang ada dan kecepatan 300 kali lipat dalam simulasi elektromagnetik. Perusahaan juga menyebut Zeus dapat memberikan throughput path tracing hingga 10 kali lipat dibandingkan Nvidia RTX 5090. Seperti umumnya situasi serupa, klaim tersebut belum diuji secara independen.

Strategi Pasar dan Jalur Menuju Komersialisasi

Bolt Graphics menjual Zeus kepada studio, insinyur, dan ilmuwan terlebih dahulu, dengan rencana memperluas ke segmen gaming dan AI di kemudian hari. Langkah itu akan menempatkan Zeus di pasar GPU konsumen yang selama ini dikuasai Nvidia dan AMD. Reuters mencatat bahwa masuk ke pasar GPU gaming membutuhkan dukungan perangkat lunak yang mendalam agar chip dapat menjalankan ribuan game yang sudah dijual.

Pada April lalu, Bolt Graphics menyatakan lebih dari 14.000 bisnis, pengembang, dan pengguna individu telah mendaftar untuk program early access perusahaan. Perusahaan juga mengklaim memiliki pipeline produk senilai lebih dari USD 500 juta, tetapi tidak menyebutkan nama pelanggan mana pun. Dalam pengumuman yang sama, Bolt Graphics juga mengklaim Zeus dapat memangkas biaya komputasi hingga 17 kali lipat dibandingkan perangkat keras saat ini.

Sejumlah pengamat industri yang mengikuti perkembangan perangkat keras kerap memantau bagaimana standar konektivitas dan antarmuka ikut menentukan adopsi produk baru. Peralihan menuju antarmuka modern, misalnya, menjadi salah satu indikator yang dibahas dalam laporan soal standar konektivitas baru yang relevan bagi perangkat keras kelas profesional seperti GPU.

Bagi Bolt Graphics, penyalakan chip uji menjadi tonggak teknis awal. Namun perusahaan masih harus melewati tahap validasi performa, pendanaan, dan kesiapan produksi sebelum GPU Zeus benar-benar tersedia. Klaim performa yang besar, pipeline produk yang disebut bernilai ratusan juta dolar, serta rencana ekspansi ke gaming dan AI menjadi bagian dari narasi yang harus dibuktikan ketika produk komersialnya benar-benar hadir.

Sejumlah inisiatif kolaborasi di sektor kendaraan otonom dan robotaxi juga menunjukkan bagaimana kebutuhan komputasi terus berkembang, seperti terlihat dalam pembahasan soal kerja sama kendaraan otonom yang menuntut kemampuan pemrosesan tinggi. Namun untuk saat ini, GPU Zeus sendiri masih berada pada tahap pengembangan awal dan belum memiliki jadwal peluncuran komersial yang pasti selain perkiraan produksi massal pada 2028.

Dengan chip uji yang berjalan sesuai rencana, Bolt Graphics setidaknya telah membuktikan bahwa desainnya dapat diwujudkan dalam silikon nyata. Pertanyaannya kini bergeser pada seberapa cepat perusahaan dapat mengubah tonggak teknis ini menjadi produk yang benar-benar dijual, terutama di tengah persaingan pasar GPU yang ketat dan kebutuhan dukungan perangkat lunak yang tidak sederhana.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.