Ilmuwan Bingung, Antartika Diguncang 30.000 Gempa Sejak Agustus

Telset.id, Jakarta – Antartika diguncang oleh gempa sebanyak lebih dari 30.000 kali sejak akhir Agustus 2020. Lonjakan aktivitas seismik selama tiga bulan terakhir itu pun membuat penasaran para peneliti yang mempelajari benua terpencil yang tertutup salju itu.

Seperti dilansir New York Post, para ilmuwan dari National Seismological Center University mengatakan, gempa termasuk satu berkekuatan dahsyat terdeteksi di Selat Bransfield, saluran laut selebar 96 kilometer.

Dikutip Telset, Minggu (20/12/2020), beberapa lempeng tektonik dan lempeng mikro bertemu di dekat selat. Peristiwa tersebut menimbulkan gemuruh.

AKan tetapi, para ilmuwan menilai 30.000 gempa yang terjadi di Antartika dalam beberapa bulan terakhir sangatlah tidak biasa.

{Baca juga: Google ‘Oprek’ Smartphone Android Jadi Alat Sensor Gempa}

“Sebagian besar kegempaan terkonsentrasi pada awal rangkaian, terutama sepanjang September 2020, dengan lebih dari seribu gempa bumi sehari,” jelas para ilmuwan dari National Seismological Center University.

Getaran lantas menjadi begitu sering sehingga selat yang dulu bertambah lebar dengan kecepatan sekitar tujuh milimeter atau delapan milimeter setahun, sekarang berkembang menjadi 15 sentimeter setahun.

“Peningkatan itu hingga 20 kali lipat,  menunjukkan bahwa saat ini Kepulauan Shetland terpisah lebih cepat dari semenanjung Antartika,” kata Sergio Barrientos, direktur National Seismological Center University

Semenanjung tersebut adalah satu tempat dengan pemanasan tercepat di Bumi. Para ilmuwan memantau secara cermat dampak perubahan iklim di gunung es dan gletser.

{Baca juga: Lapisan Es di Antartika Mencair, Bumi Terancam Tenggelam}

Namun para ilmuwan sampai saat ini belum mengetahui dampak signifikan yang disebabkan oleh gempa di Antartika.

“Belum jelas bagaimana getaran dapat memengaruhi es di kawasan itu. Tidak ada bukti bahwa aktivitas seismik semacam tersebut memiliki efek signifikan distabilitas lapisan es kutub,” kata ilmuwan Raul Cordero.

Sebelumnya, para ilmuwan juga menemukan kerusakan di dua gletser Antartika utama melalui citra satelit. Dilaporkan, area kerusakan Gletser Antartika ada yang sangat berlekuk, dan ada pula yang berupa retakan terbuka.

{Baca juga: Ilmuwan Temukan Kerusakan Parah di Dua Gletser Antartika}

Para peneliti dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain menemukan dua gletser yang paling cepat berubah di Antartika, yakni Pine Island Glacier dan Thwaites Glacier.

“Area kerusakan ada yang sangat berlekuk, ada yang berupa retakan terbuka. Hal itu merupakan tanda pertama bahwa zona geser kedua rak es telah melemah secara struktural selama dekade terakhir,” tulis mereka. (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -