Home NEWS Satelit Rusia dan Roket China Berpotensi Tabrakan di Atas Bumi

Satelit Rusia dan Roket China Berpotensi Tabrakan di Atas Bumi

Telset.id, Jakarta – Para ahli percaya bahwa satelit Rusia yang telah mati dan roket China yang terbuang bisa saling menabrak di atas Bumi. Lantas, apa dampak dari kemungkinan tabrakan tersebut?

Perusahaan pelacak satelit LeoLabs mengatakan, objek yang mati bisa datang dalam jarak 39 kaki satu sama lain. Ada kemungkinan 10 persen bahwa satelit Rusia dan roket China ini masih bisa bertabrakan pada pukul 8.56 malam.

Perusahaan menganggap potensi kecelakaan pada minggu-minggu ini sebagai “risiko yang sangat tinggi”. Dilansir New York Post, peristiwa itu kemungkinan akan sama selama waktu pendekatan terdekat.

{Baca juga: Kru ISS Temukan Kebocoran Udara Saat “Ronda” Malam}

Dikutip Telset.id, Jonathan McDowell, astrofisikawan di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, mengatakan bahwa dua objek tersebut adalah satelit navigasi Soviet dan roket China.

Menurutnya, satelit navigasi Soviet sudah tidak berfungsi. Namanya Parus [Kosmos 2004], yang diluncurkan pada 1989 silam. Awal minggu lalu, objek berada di orbit rendah Bumi di ketinggian sekira 615 mil.

Kabar baiknya, karena letaknya tinggi di atas permukaan tanah, tamrakan ini tidak menimbulkan risiko bagi siapa pun di Bumi. Namun, tabrakan antara satelit Rusia dan roket China ini dapat mengakibatkan lebih banyak puing-puing mengorbit Bumi.

“Semakin banyak puing-puing mengorbit Bumi, risiko tabrakan pada masa mendatang semakin besar.  Bahkan, puing-puing itu bisa mengancam keberadaan astronot di luar angkasa,” tutur McDowell.

{Baca juga: ISS Lakukan Manuver Darurat Demi Hindari Puing-puing Luar Angkasa}

September 2019 lalu, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa melakukan manuver darurat untuk menghindari kemungkinan tabrakan dahsyat dengan potongan atau puing-puing luar angkasa.

Diungkapkan NASA, para kru ISS berlindung, sementara pengawas bekerja untuk segera menyesuaikan manuver “laboratorium terapung” yang mengorbit sekitar 260 mil di atas Bumi.

Astronot Amerika Serikat dan sepasang astronot Rusia pindah ke pesawat ruang angkasa Soyuz saat perubahan arah dimulai. Benda misterius itu meluncur melewati stasiun dalam jarak kurang satu mil. [SN/IF]

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version