Sanggup Hack WhatsApp? Perusahaan Ini Janjikan Hadiah Rp 14 Miliar

Hack WhatsApp

Telset.id, Jakarta – Melalui kicauan di Twitter, perusahaan sistem keamanan asal Amerika Serikat, Zerodium mengaku sedang mencari hacker yang sanggup hack WhatsApp dan iMessage.

Mereka menawarkan uang bagi siapa pun yang bisa bobol pesan WhatsApp, iMessage, hingga SMS dan MMS. Dikutip Telset.id dari Motherboard, Jumat (12/01/2019), tak tangung-tanggung, bayaran yang Zerodium berikan adalah USD 1 juta atau sekira Rp 14 miliar.

Meski demikian, ini merupakan tantangan yang berat, karena WhatsApp dan iMessage adalah dua aplikasi pesan instan yang menggunakan sistem keamanan berbasis end-to-end encryption, sehingga tidak mudah dibobol.

{Baca juga: WhatsApp akan Punya Cryptocurrency Sendiri?}

Oleh karenanya, WhatsApp dan iMessage kerap dimanfaatkan oleh para oknum untuk menyembunyikan jejak kejahatan mereka.

Bayaran Rp 14 miliar itu sendiri berlaku untuk peretasan di smartphone berbasis Android maupun iOS. Bayaran yang akan diterima hacker yang sanggup menjalankan tantangan tersebut jauh lebih besar dibanding bayaran untuk meretas isi pesan Telegram, WeChat, dan Facebook Messenger yang berkisar USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar.

Nominal yang ditawarkan untuk melakukan membobol dari jarak jauh terhadap perangkat iOS bahkan lebih fantastis. Zerodium menawarkan biaya hingga USD 2 juta atau tak kurang dari Rp 28 miliar. Lalu, siapakah peretas yang sanggup menyanggupi tantangan?

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kandidat yang mencoba mengiyakan tawaran Zerodium. Sekadar informasi, tawaran yang diberikan oleh Zerodium termasuk ke dalam program Bug Bounty, yang memungkinkan seseorang mendapat imbalan.

{Baca juga: Waspada! Hacker Incar Akun WhatsApp untuk Penipuan}

Beberapa waktu lalu, seorang pengguna melaporkan bahwa akun WhatsApp miliknya telah dibajak. Kejadian itu menimpa seorang pengguna WhatsApp di Bekasi, Jawa Barat. Ia mengaku tidak bisa membuka akun WhatsApp sampai akhirnya diberitahu oleh seorang rekan.

Sialnya, dalam pembajakan tersebut, peretas mengirim pesan berisi penipuan berkedok peminjaman dana. Ia meminjam uang kepada hampir seluruh kontak yang ada dalam obrolan grup yang diikuti oleh korban. Beruntung, tidak ada satu pun sasaran yang jadi korban. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here