Rusia Masih Cari Cara untuk Blokir Telegram  

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Rusia sedang mencoba aneka cara untuk memblokir satu layanan online tanpa memengaruhi layanan lainnya. Hal itu dilakukan setelah pada April 2018 lalu mereka gagal memblokir layanan Telegram.

Ketika itu, pemblokiran Telegram secara tidak sengaja juga menghalangi pengguna untuk mengakses sejumlah layanan online lain, seperti aplikasi yang mengontrol kamera video Xiaomi dan aplikasi berbasis cloud untuk mobil Volvo.

Karena persoalan tersebut, usaha memblokir Telegram harus ditunda. Sampai sekarnag, para pengguna di Rusia masih bisa mengakses Telegram.

Pada 6 Agustus 2018, badan pengawas komunikasi pemerintah Rusia, Roskomnadzor, dan badan keamanan FSB mulai menguji coba sistem yang memungkinkan pemblokiran terhadap satu layanan online saja.

Baca juga: Rusia Ngotot Minta Akses Percakapan Pengguna Telegram

Percobaan pemblokiran Telegram pada April 2018 lalu menyasar alamat-alamat IP yang dioperasikan oleh Amazon, Google, dan sejumlah perusahaan lain yang menampung trafik Telegram. Alamat-alamat IP tersebut biasanya juga menampung trafik milik beberapa layanan online lain.

Sistem pemblokiran yang kini  sedang diuji coba menggunakan sebuah teknologi bernama Deep Packet Inspection yang beroperasi dengan cara lebih rinci, yakni menganalisis trafik, mengidentifikasi data dari sebuah layanan, dan memblokirnya.

Menurut sebuah dokumen yang diperoleh Reuters, sembilan perusahaan teknologi Rusia diminta untuk turut memberikan teknologi Deep Packet Inspection untuk diuji coba.

Baca juga: Rusia Minta Apple Hapus Telegram dari App Store

Seorang sumber yang dekat dengan Roskomnadzor dan seorang pimpinan perusahaan yang diminta untuk berpartisipasi menyebut bahwa hal tersebut bertujuan untuk memilih teknologi yang paling efektif, memperbaikinya jika diperlukan, kemudian menginstalasinya di jaringan milik seluruh operator di Rusia.

Namun, dua pimpinan perusahaan yang kabarnya diminta untuk berpartisipasi mengatakan bahwa percobaan tersebut tidak berhasil. Alasannya, sejumlah layanan lain masih terkena dampak pemblokiran. [BA/HBS]

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here