Risih dengan Berita Hoax? Hoaxy bisa Jadi Solusinya

Hoaxy

Telset.id, Jakarta – Saat ini kita selalu melihat berita hoax bertebaran di mana-mana khususnya di Facebook. Memang Facebook sudah memiliki fitur Report Post yang bertugas sebagai sarana pengguna dalam melaporkan berita hoax.

Namun sepertinya fitur tersebut tidak terlalu berhasil karena perlu diakui, masih banyak sekali berita hoax bertebaran dan berhasil mengambil perhatian para pengguna Facebook.

Inilah yang akhirnya menggerakan sekelompok peneliti untuk mengambil langkah dalam menangani masalah serius tersebut. Para peneliti dari University of Indiana tersebut mengembangkan program bernama Hoaxy yang merupakan sebuah tracker untuk berita palsu.

[Baca Juga: Aplikasi “Turn Back Hoax” Lawan Penyebar Berita Palsu]

Pada sistem tersebut, tersimpan banyak sekali web crawler yang bertugas untuk mendeteksi link hingga artikel yang diposting di situs berita palsu. Jika sudah terdeteksi, kemudian Hoaxy akan memanfaatkan Social Media Application Programming Interface (API) untuk memeriksa bagaimana berita hoax tersebut tersebar.

Selain mendeteksi berita palsu, Hoaxy juga akan medeteksi rumor, teori konspirasi palsu bahkan hingga manipulasi berita asli menjadi berita palsu yang mampu menipu banyak pembacanya.

Bagaimana cara menggunakan Hoaxy? Penggunanya hanya harus mengetikkan subjek pada kolom pencarian di sistem tersebut, kemudian tekan tombol Search atau tekan tombol Enter pada keyboard. Kemudian Hoaxy akan menampilkan berbagai berita palsu yang berhubungan dengan subjek beserta berapa jumlah tweet di Twitter serta jumlah share di Facebook. Hal yang hebat dari Hoaxy adalah, sistem ini juga bisa menampilkan dua grafik yang memperlihatkan kepada kita dampak sebenarnya dari berita palsu di media sosial yang telah dibagikan atau di retweet, bahkan lengkap dengan akun-akun yang terhubung dengan berita tersebut.

[Baca Juga: Mahasiswa Ini Temukan Cara Atasi Berita Hoax di Facebook]

Meski masih berstatus Beta, para peneliti Hoaxy terus bekerja selama beberapa bulan untuk melakukan analisis data yang diperoleh dari jaringan media sosial. Ada fakta yang mengejutkan bagaimana berita palsu tersebut tersebar, kabar tersebut adalah kebanyakan pengguna aktif di media sosial-lah yang mendominasi penyebaran berita palsu tersebut.

Rencananya, Hoaxy akan resmi dipublikasikan pada 25th International Conference pada April tahun depan di Kanada. Jika penasaran bagaimana cara kerja Hoaxy, Anda bisa mengunjungi situs tersebut di sini. (FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here