Ribuan Warga Swedia Tanam Microchip di Kulit, Kenapa?

Telset.id, Jakarta – Ribuan warga Swedia ramai-ramai menanamkan microchip seukuran beras di lapisan kulit tangan, baik jemari atau lengan, menggunakan alat suntik yang biasa digunakan untuk vaksin dengan biaya USD 180 atau Rp 2,7 juta.

Menurut laporan DailyMail yang Telset.id kutip pada Rabu (24/10/2018), microchip itu untuk memudahkan pengguna mengakses ke perangkat atau sistem teknologi,

Misalnya untuk mengakses kunci pintu elektronik kantor atau rumah, memantau kesehatan, hingga alternatif pengganti pemindai sidik jari yang mudah dipalsukan.

Ribuan warga Swedia yang sudah menanamkan microchip di bawah kulit juga digunakan sebagai otentifikasi di akun media sosial maupun layanan digital lain.

Satu perusahaan yang menyediakan layanan untuk penanaman microchip di kulit manusia adalah Biohax International. Perusahaan teknologi tersebut sangat mendominasi pasar di Swedia dengan jumlah total pengguna mencapai 4.000 orang.

Biohax International didirikan sekira lima tahun lalu. Pencetus Biohax International bukanlah seorang ahli teknologi kenamaan, melainkan mantan penindik profesional atau pemasang aksesoris tindik di tubuh bernama Jowan Osterlund.

“Mengunakan beragam token maupun kartu fisik membuat proses verifikasi identitas menjadi repot. Lain hal, menggunakan microchip, orang-orang akan semakin terhubung secara langsung dengan teknologi digital di sekitar,” jelas Osterlund.

Swedia adalah negara dengan adopsi teknologi paling pesat. Layanan transportasi di negara itu sudah mendukung metode pembayaran yang terhubung ke microchip. Microchip sangat populer seiring isu privasi data yang diantisipasi oleh pengguna. [SN/HBS]

Sumber: Dailymail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here