telset

Reporter China Menyusup ke Pabrik Perakitan iPhone 5

Jakarta – Foxconn yang adalah perusahaan rekanan Apple untuk merakit perangkat iPhone pernah menjadi sorotan publik karena kasus buruknya perlindungan keselamatan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Penasaran dengan kondisi kerja di pabrik Foxconn, kantor berita Shanghai Evening Post dikabarkan telah menyusupkan reporternya ke pabrik perakitan iPhone itu untuk mencari tahu lebih dalam tentang suasana kerja di sana, khususnya dalam pembuatan iPhone 5.

Dilansir oleh micgadget, yang dikutip Telsetnews, Rabu (12/09), disebutkan reporter tersebut menyamar sebagai karyawan pabrik Foxconn Yuan Thai. Dalam aksi penyamaran yang dilakukannya, reporter yang tidak disebutkan identitasnya itu hanya mampu bertahan selama 10 hari masa bekerja didalam pabrik perangkat Apple tersebut.

Dalam catatan hariannya diceritakan bahwa dalam masa 10 hari tersebut, dihabiskan 7 hari untuk masa orientasi pegawai baru. “Sebagian waktu bekerja didalam untuk mengumpulkan informasi, namun sebagian besar fokus dilatih pada kondisi kerja yang melelahkan dan kondisi kehidupan yang membosankan” jelas reporter tersebut.

Saat bekerja di dalam pabrik, reporter noname itu menceritakan bahwa di area produksi terdapat empat line bagian produksi, dimana setiap line terdapat 12 pekerja untuk merakit iPhone 5.

“Untuk setiap 10 jam, saya harus mencapai 3.000 unit iPhone 5. Bahkan, ada 4 line bagian yang mampu memproduksi hingga 36.000 unit dalam waktu 12 jam, yang setiap baris diisi oleh 12 pekerja,” ungkapnya.

Para pekerja beristirahat pada pukul 05.00 waktu setempat, namun para pekerja diminta bekerja lebih keras dan akan dicatat sebagai waktu lembur. “Bekerja lebih dan hanya dibayar dengan uang ekstra sebesar 27 yuan (USD 4)? Saya lebih baik memilih untuk istirahat,” tutupnya.

Pekerja gadungan itu juga menceritakan bahwa keamanan pada pabrik Foxconn benar-benar ketat. Di dalam pabrik ada mesin detector logam, jika para karyawan terbukti membawa keluar barang produksi sekecil apapun, maka akan langsung dikeluarkan.

Seperti diketahui, ketatnya sistem kerja di Foxconn telah mendapat sorotan dari The New York Times beberapa waktu lalu. Terungkap perusahaan yang bermarkas di Taiwan itu telah melakukan pelanggaran jam tenaga kerja, yang menyebabkan pekerja mengancam bunuh diri massal pada Januari lalu.[wnh/hbs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0