πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi kendaraan Tesla dan roket SpaceX sebagai simbol merger dua perusahaan milik Elon Musk

Rencana Rahasia Elon Musk Gabungkan Tesla dan SpaceX

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Elon Musk dikabarkan merencanakan merger antara Tesla dan SpaceX
  • Saham SpaceX akan mulai diperdagangkan dalam dua minggu ke depan
  • Valuasi SpaceX mencapai USD 1,25 triliun, sementara Tesla di USD 1,6 triliun
  • Kedua perusahaan fokus pada AI dan telah berbagi sumber daya selama bertahun-tahun
  • SpaceX membeli Megapack Tesla senilai USD 697 juta dan Cybertruck senilai USD 131 juta
  • Musk memiliki 85% hak suara di SpaceX, memudahkan proses merger
  • Merger diperkirakan tidak memicu masalah antimonopoli

Telset.id – Elon Musk dikabarkan tengah menyusun rencana rahasia untuk menggabungkan Tesla dan SpaceX menjadi satu perusahaan raksasa. Langkah ini disebut-sebut akan semakin memperkuat dominasi Musk di industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Informasi tersebut muncul setelah saham SpaceX diperkirakan akan mulai diperdagangkan dalam dua minggu ke depan. Hal ini menyusul capaian valuasi pasar privat SpaceX yang mencapai USD 1,25 triliun awal tahun ini, setelah perusahaan roket tersebut bergabung dengan xAI. Sementara itu, kapitalisasi pasar Tesla saat ini bertengger di kisaran USD 1,6 triliun.

Kedua perusahaan tersebut tercatat telah banyak berbagi sumber daya. Menurut sejumlah sumber, Musk telah berdiskusi dengan rekan-rekannya mengenai kemungkinan peleburan kedua perusahaan. Seorang karyawan Tesla yang aktif mengatakan bahwa banyak pekerja lama menduga transaksi semacam ini pada akhirnya akan terjadi.

Sekilas, perusahaan peluncur roket mungkin tampak tidak memiliki banyak kesamaan dengan produsen mobil listrik. Namun, kedua bisnis ini nyatanya semakin fokus pada AI serta talenta dan sumber daya komputasi untuk membangun infrastruktur dan layanan AI. Lebih dari tiga perempat pengeluaran modal SpaceX senilai USD 10,1 miliar pada kuartal pertama dialokasikan untuk AI. Tesla dalam laporan pendapatan terbarunya menyebutkan belanja modal akan meningkat sekitar tiga kali lipat tahun ini, melampaui USD 25 miliar.

β€œTesla harus menjalankan sistem AI yang kuat di kendaraan. Sementara SpaceX harus memikirkan komputasi di orbit,” ujar Tomasz Tunguz, mantan engineer yang kini menjadi pemodal ventura di Theory Ventures.

Kolaborasi yang Semakin Erat

Tesla dan SpaceX telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggabungkan sumber daya dan bahkan berbagi personel. Pada Januari lalu, Tesla mengungkapkan bahwa mereka menginvestasikan USD 2 miliar di xAI. Saham tersebut kemudian menjadi bagian dari kepemilikan SpaceX setelah melakukan merger dengan xAI bulan berikutnya.

Dalam prospektusnya, SpaceX menyatakan telah membeli sistem penyimpanan energi baterai Megapack milik Tesla senilai USD 697 juta pada rentang tahun 2024 dan 2025. Sistem ini digunakan untuk menggerakkan pusat data yang dimiliki dan dioperasikan oleh xAI. SpaceX juga melaporkan menghabiskan USD 131 juta untuk membeli Tesla Cybertruck pada tahun 2025.

Transaksi sebelumnya antara kedua perusahaan ini meliputi penjualan peralatan surya dan suku cadang mobil oleh Tesla kepada SpaceX, penggunaan jet pribadi SpaceX oleh Tesla, hingga Tesla yang mengandalkan SpaceX untuk mengembangkan paduan logam khusus untuk Cybertruck. Para pemasok terkadang memandang perusahaan-perusahaan Musk sebagai satu kesatuan pelanggan besar. Pada tahun 2024, Nvidia setuju untuk mengalihkan pesanan GPU senilai USD 500 juta dari Tesla ke xAI atas permintaan Musk.

Dampak Merger dan Tantangan Hukum

Ahli hukum mengatakan merger SpaceX-Tesla kemungkinan tidak akan memicu masalah antimonopoli, tetapi berpotensi mencemaskan pemegang saham masing-masing perusahaan. Pertanyaan seputar perusahaan mana yang akan menjadi induk, bagaimana proses pertukaran saham, akan menjadi rentetan tantangan yang rumit.

Satu hal yang hampir pasti, Musk tidak perlu khawatir akan penolakan dewan direksi SpaceX, mengingat ia memiliki 85% hak suara. Penerima manfaat terbesar dari penggabungan SpaceX dan Tesla ini kemungkinan besar adalah Musk sendiri.

Ross Gerber, CEO Gerber Kawasaki, menyebut merger SpaceX dan Tesla memungkinkan Musk mewujudkan mimpi menjalankan satu perusahaan raksasa. Langkah ini juga dinilai mempermudahnya dalam menghimpun dan meminjam dana besar untuk bersaing di bidang AI melawan perusahaan sekelas Google.

Keputusan ini juga bisa berdampak pada ekosistem AI secara lebih luas. Beberapa pengamat menilai langkah ini sejalan dengan tren konsolidasi di industri teknologi. Hal ini mirip dengan bagaimana perusahaan AI besar seperti OpenAI terus mengembangkan produk baru untuk memperkuat posisinya. Rencana ambisius ini juga mengingatkan pada upaya perusahaan lain dalam mengintegrasikan AI ke dalam berbagai lini bisnis.

Komentar

Belum ada komentar.