Ilustrasi keamanan siber dengan latar belakang kode digital dan ikon gembok

Ransomware Cetak Surat Tebusan via Printer Kantor, Begini Modusnya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Kelompok peretas XEntry Team menggunakan printer kantor untuk mencetak surat tebusan ransomware
  • Serangan terjadi di Kolombia dan Meksiko dengan memanfaatkan kesalahan konfigurasi sistem
  • Korban di Kolombia membayar tebusan $3.000 sehingga tidak ada bukti forensik
  • Kaspersky menekankan pentingnya konfigurasi RDP yang benar untuk mencegah akses tidak sah
  • Lebih dari 13% insiden keamanan terkait kesalahan konfigurasi menurut laporan Kaspersky

Telset.id – Serangan ransomware kini hadir dengan metode baru yang tidak biasa. Kelompok peretas XEntry Team dilaporkan memanfaatkan printer kantor untuk mencetak surat tebusan setelah mengunci data korban menggunakan BitLocker. Dua insiden terpisah terjadi di Kolombia dan Meksiko, mengungkap celah keamanan dari sistem yang salah konfigurasi.

Peneliti keamanan dari Kaspersky merinci dua kasus ransomware yang baru-baru ini terjadi. Di Kolombia, sebuah mesin yang menyimpan delapan terabyte data penting mengalami serangan. Endpoint Protection Platform (EPP) pada sistem tersebut dinonaktifkan karena masalah kompatibilitas. Selain itu, Remote Desktop Protocol (RDP) yang terpapar ke internet memberikan akses mudah bagi penyerang.

Sementara itu, kasus di Meksiko berjalan lebih lambat. Tiga bulan sebelum melancarkan serangan, peretas menemukan kesalahan konfigurasi pada layanan MSSQL yang memberi mereka akses istimewa ke lingkungan target. Selama beberapa bulan berikutnya, mereka terus menurunkan pengaturan keamanan server dan memasang web shell. Meskipun beberapa alarm EPP sempat terpicu, korban tidak pernah melakukan investigasi menyeluruh.

Dalam kasus Kolombia, penyerang hanya meminta tebusan sebesar $3.000. Tawaran itu langsung diterima oleh korban. Akibatnya, tidak cukup bukti forensik yang tersisa untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kaspersky tidak menyebutkan jumlah uang tebusan yang diminta dalam kasus Meksiko, atau apakah korban akhirnya membayar atau tidak.

Yang menarik, dalam kedua kasus ini, penyerang tidak mengeksploitasi kerentanan atau menargetkan karyawan yang tidak waspada dengan rekayasa sosial. Sebaliknya, mereka memanfaatkan kesalahan konfigurasi yang terus menjadi salah satu penyebab terbesar pelanggaran dan kebocoran data.

Baca Juga:

Phishing, E-Mail, Network Security, Computer Hacker, Cloud Computing Cyber Security 3d Illustration

## Modus Operandi XEntry Team

Kelompok yang menamakan diri “XEntry Team” ini mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan tersebut. Tidak ada laporan sebelumnya tentang grup ini. Kemungkinan, ini adalah aktor ancaman yang sebelumnya tidak dikenal, atau sekadar perubahan nama (rebranding).

Dalam kasus Kolombia, penyerang menggunakan BitLocker untuk mengunci drive utama yang berisi data penting. Setelah itu, mereka memanfaatkan printer kantor untuk mencetak surat tebusan. Metode ini terbilang unik dan tidak biasa dalam dunia serangan siber.

“Kami sangat merekomendasikan mengonfigurasi RDP sesuai dengan praktik terbaik keamanan siber untuk mencegah akses tidak sah,” kata Kaspersky dalam peringatannya. “Ini sangat kritis: menurut Global Report: Anatomy of a Cyber World kami, lebih dari 13% insiden terkait dengan pelanggaran kebijakan dan kesalahan konfigurasi, menegaskan bahwa kesalahan konfigurasi terus menimbulkan risiko yang signifikan.”

## Pelajaran Penting dari Serangan Ini

Serangan ransomware dengan metode cetak surat tebusan via printer kantor ini memberikan beberapa pelajaran penting. Pertama, kesalahan konfigurasi sistem menjadi celah utama yang dimanfaatkan peretas. Kedua, perlindungan endpoint yang tidak aktif atau bermasalah dapat menjadi pintu masuk bagi penyerang.

Ketiga, pentingnya melakukan investigasi menyeluruh ketika alarm keamanan terpicu. Dalam kasus Meksiko, alarm EPP sempat berbunyi tetapi tidak ditindaklanjuti. Hal ini memberikan waktu bagi penyerang untuk memperdalam akses mereka.

Keempat, proses pembayaran tebusan yang cepat dalam kasus Kolombia menghilangkan kesempatan untuk melakukan investigasi forensik. Hal ini membuat pelaku bebas melanjutkan aksinya di tempat lain.

ransomware

## Rekomendasi Keamanan

Kaspersky menekankan pentingnya konfigurasi RDP yang ketat sesuai praktik terbaik keamanan siber. Beberapa langkah yang bisa diambil meliputi:

– Memastikan semua sistem keamanan endpoint berfungsi dengan baik
– Melakukan audit keamanan secara berkala untuk mendeteksi Bug Android atau celah lainnya
– Menyelidiki setiap alarm keamanan meskipun terlihat kecil
– Membatasi akses RDP dan layanan remote lainnya
– Menggunakan autentikasi multi-faktor

Laporan Kaspersky juga menyebutkan bahwa lebih dari 13% insiden keamanan terkait dengan pelanggaran kebijakan dan kesalahan konfigurasi. Angka ini menunjukkan bahwa Logan Paul bukan satu-satunya yang perlu waspada terhadap ancaman digital.

## Dampak Lebih Luas

Serangan ransomware dengan metode cetak surat tebusan ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus berinovasi. Mereka tidak hanya mengandalkan teknik lama seperti phishing atau eksploitasi kerentanan. Kesalahan konfigurasi yang sederhana pun bisa menjadi celah besar.

Bagi perusahaan, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan siber bukan hanya tentang perangkat lunak antivirus. Konfigurasi yang benar, pemantauan yang ketat, dan respons cepat terhadap indikasi serangan sama pentingnya.

Ke depannya, kelompok seperti XEntry Team mungkin akan muncul dengan metode baru lainnya. Perusahaan perlu terus memperbarui strategi keamanan mereka dan melakukan evaluasi secara berkala.

A pink triangle with a red exclamation mark inside on a blue digital landscape

## Kesimpulan

Serangan ransomware di Kolombia dan Meksiko menunjukkan bahwa kesalahan konfigurasi tetap menjadi risiko besar. Kelompok XEntry Team berhasil memanfaatkan celah ini untuk mengunci data dan mencetak surat tebusan via printer kantor. Metode ini mungkin akan ditiru oleh kelompok lain di masa depan.

Perusahaan disarankan untuk segera mengevaluasi konfigurasi sistem mereka, terutama RDP dan layanan yang terpapar internet. Investigasi menyeluruh terhadap setiap alarm keamanan juga menjadi kunci untuk mencegah serangan serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.