Q5 & BBM Cross Platform Jadi Kunci Keberhasilan BlackBerry

CEO BlackBerry, Thorsten Heins di acara BlackBerry Live 2013 (hz/telset)
CEO BlackBerry, Thorsten Heins di acara BlackBerry Live 2013 (hz/telset)

Jakarta – Setelah merilis platform terbarunya BB10 dengan handset high-end BlackBerry Z10 di awal tahun ini, BlackBerry kini menargetkan pasar negara berkembang dengan smartphone low-end terbarunya, Q5.

Dalam keterangannya di BlackBerry Keynote tanggal 14 Mei lalu, pihak BlackBerry mengatakan Q5 ditargetkan sebagai handset pengganti Curve yang ada saat ini. BlackBerry Curve memang merupakan handset populer yang menuai sukses di pasar negara berkembang.

Seperti sudah diketahui, pangsa pasar BlackBerry dalam dua tahun terakhir terus tergerus oleh para pesaingnya, seperti iPhone dan smartphone Android. Bahkan saham BlackBerry sempat anjlok hingga nyaris 30%. Dan pada Januari lalu BlackBerry coba peruntungannya dengan merilis platform baru BB10.

Keberhasilan perangkat BB10 versi low-end dianggap sangat penting jika perusahaan asal Kanada itu berencana untuk tetap bisa ‘eksis’ di pasar ponsel yang sangat kompetitif.

Dengan demikian Q5 yang merupakan perangkat BB10 versi low-end bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan BlackBerry karena dipastikan akan ada banyak pengguna Curve yang upgrade ke Q5.

Menurut laporan Forbes yang dikutip telsetNews, Selasa (21/5), kembalinya BlackBerry di pasar smartphone dunia tidak dinilai dari rilis Z10, tetapi justru dari rilis Q5. Karena  smartphone yang ditujukan bagi pasar negara berkembang itu diyakini akan sangat membantu BlackBerry mendapatkan kembali pangsa pasarnya yang sempat hilang.

Tak hanya Q5, keputusan BlackBerry melepas layanan BBM untuk iPhone dan Android juga dinilai akan menjadi pemicu kembalinya BlackBerry ke pasar mobile dunia.

BBM memang menjadi fitur andalan BlackBerry yang sebelumnya tidak dijumpai di platform lain. Bahkan keberhasilan BBM ini pernah ingin ditiru Apple melalui layanan serupa dengan nama iMessage.

BBM cross-platform juga merupakan jawaban BlackBerry terhadap banyaknya aplikasi messenger, yang menjadi salah satu penyebab BBM mulai ditinggalkan penggunanya. Sebut saja seperti WhatsApp dan WeChat yang telah berhasil menggusur BBM sebagai aplikasi instant messaging favorit.

Tak ada jalan lain untuk memenangkan kompetisi, BlackBerry harus bisa bersaing secara langsung dengan messenger apps lain yang telah lebih dulu rilis sebagai cross-paltform app di iOS dan Android.

Well, apakah Q5 dan BBM cross-platform bisa membantu BlackBerry untuk kembali bangkit ke masa kejayaannya? Semuanya baru bisa kita ketahui setelah Q5 dan BBM untuk Android dan iOS dirilis. Kita tunggu saja.[HBS]

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0