Produksi Perangkat Android, Foxconn Bayar ‘Upeti’ ke Microsoft

Pabrik Foxconn di China
Pabrik Foxconn di China

Jakarta – Microsoft ternyata tidak hanya mendulang keuntungan dari hasil penjualan produk buatannya sendiri. Raksasa perangkat lunak itu juga punya ‘sumber penghasilan’ lain, yakni dari pembayaran royalti perangkat Android dan Chrome bikinan Foxconn.

Sejak Desember 2003 lalu, Microsoft memang telah memulai program lisensi paten miliknya. Lewat program lisensi inilah, Microsoft bisa menerima ‘setoran’ dari perusahan-perusahaan yang menggunakan paten teknologi mereka.

Salah satu perusahaan yang diharuskan membayar royalti itu adalah Foxconn. Pabrikan asal China itu diketahui memproduksi perangkat Android dan Chrome, baik itu berupa tablet, smartphone, dan juga televisi.

Microsoft memang sudah sejak lama mengklaim memiliki paten atas sejumlah teknologi yang digunakan Google pada sejumlah perangkat tablet dan smartphone Android.

Perusahaan manufaktur yang juga merakit iPhone itu sejak 17 April lalu telah menandatangani perjanjian lisensi paten dengan Microsoft. Namun tidak disebutkan berapa nilai royalti yang harus dibayarkan Foxconn sesuai perjanjian tersebut. Demikian seperti dilansir AllThingsD, Jumat (19/4).

“Kami menghormati perjanjian untuk melindungi hak cipta intelektual. Perjanjian ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap persetujuan lisensi internasional,” kata Direktur Departemen Properti Intelektual Hon Hai, induk perusahaan Foxconn, Samuel Fu.

Selain Foxconn, Microsoft juga memiliki perjanjian lisensi paten dengan beberapa perusahaan besar. Seperti misalnya, Samsung, LG, HTC, Acer, Viewsonic, dan juga Nikon.

Dari hasil pembayaran royalti paten ini, Microsoft dilaporkan telah berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD800 juta dari Samsung dan HTC untuk perangkat Android mereka.

Menariknya, Microsoft justru tidak menarik bayaran royalti dari Google sebagai pengembang platform Android dan Chrome. Hal ini disebabkan karena Google tidak menarik biaya lisensi ke pengguna software buatan mereka.

Makanya Microsoft enggan untuk menuntut Google, karena jika harus bersengketa di pengadilan, kemungkinan menang bagi Microsoft akan sangat kecil. [HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0