Price War Dihentikan, Content War Berikutnya

Jakarta – Kompetisi antar operator telekomunikasi dalam 3 tahun terakhir telah mendorong terjadinya price war diantara para operator. Namun, diperkirakan tidak lama lagi strategi operator akan beralih ke content war (perang konten).

Operator selama ini dalam konsep bundling-nya hanya menerapkan price war, tapi saat ini strateginya akan berubah kemasannya. Nantinya, konsep bundling akan mengarah ke konten war,” ujar pengamat marketing Yuswohadi di sela acara Bincang Selular bersama The Wireless Network di Jakarta, Kamis (31/3).

Dijelaskannya, sekarang sebenarnya operator telah membaca tren yang terjadi pada pelanggannya yang tidak lagi hanya menggunakan layanan voice dan SMS saja, tapi sudah mengarah ke layanan data. Layanan data sekarang semakin diminati pelanggan, karena aktifitas penggunaan situs jejaring sosial yang semakin meningkat juga, jelasnya.

Perang tarif sendiri, menurut Yuswohadi,  masih akan bertahan sekitar dua tahun lagi. Dan ke depannya akan lebih mengarah ke konten war. Jadi nantinya bundling yang ditawarkan operator akan lebih banyak kepada fitur-fitur aplikasi tertentu yang saja dibagikan secara gratis dalam paket promo, ucap dia.

Sementar itu, Vice President Channel Management Telkomsel Gideon Purnomo mengatakan, Telkomsel saat ini telah melakukan strategi ke arah sana, yakni dengan cara meningkatkan value added, dalam konsep bundling. Beberapa cara yang akan dilakukan Telkomsel adalah dengan memasukkan aplikasi dalam bentuk launcher, misalnya Love Indonesia untuk produk bundling BlackBerry.

Dalam program bundling ke depan, Telkomsel tidak ingin hanya sekedar menitipkan kartu kepada penyedia handset, tapi bagaimana memudahkan pelanggan dalam mengakses layanan Telkomsel, terutama layanan baru yang bersifat VAS, tandasnya. [hbs]{jcomments on}

 

Previous articleKota Google, Batal Menjadi Yang Tercepat
Next articleRundroid, Dua Platform Satu Ponsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here