Ponsel Candybar Kembali Dilirik

Jakarta – Trend ponsel berdesain Qwerty dan layar sentuh saat ini memang sedang membanjiri pasar ponsel tanah air. Namun, tidak berarti market ponsel berdesain candybar telah habis. Ponsel berbentuk klasik itu ternyata masih banyak peminatnya dan sampai sekarang masih terus diproduksi.

Tingginya permintaan ponsel dengan desain Qwerty, mengakibatkan ponsel jenis ini membanjiri pasar ponsel di tanah air. Namun uniknya, ditengah membanjirnya permintaan ponsel Qwerty, ternyata tidak mengakibatkan ponsel bergaya candybar hilang dari pasaran.

Bahkan, sekarang terlihat mulai terjadi pergeseran trend, dimana secara perlahan para vendor ponsel lokal mulai aktif menawarkan ponsel-ponsel berdesain candybar. Strategi ini sepertinya memang mulai diterapkan para vendor lokal, mengingat ponsel Qwerty kini sudah menjadi ponsel sejuta umat alias pasaran.

Akibatnya, pasar yang tersedia pun semakin sedikit karena diperebutkan oleh banyak produsen ponsel. Maka, bermain di bisnis ponsel Qwerty saat ini bisa dibilang tak lagi menguntungkan. Atau, raihan profit yang diharapkan dari penjualan ponsel tersebut tak lagi bisa terpenuhi.

Melihat ketatnya persaingan, maka vendor ponsel lokal pun akhirnya memilih ceruk pasar yang masih aman™ dari ekspansi ponsel global. Maka, mulailah ponsel lokal menggulirkan ponsel-ponsel jenis candybar ke pasaran, dengan banderol yang ekstra murah. Mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribuan, tapi dengan fitur-fitur yang cukup menggoda seperti player musik, kamera, slot memori eksternal, radio dan lainnya.

Hal itu dibenarkan Salimin, Direktur Marketing & Sales TOOT Mobile saat diminta pendapatnya di Jakarta, Senin (28/3). Menurutnya, Trend ponsel lokal kini mulai berkiblat pada desain candybar. Dan pihaknya pun memanfaatkan momentum tersebut dengan meluncurkan TOOT 202.

Saat ini  ponsel candybar memang tengah menjadi trend. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya vendor lokal yang merilis ponsel candybar. Dan sejak kehadiran TOOT diawal January 2011 lalu, kami telah berkomitmen untuk merilis ponsel-ponsel candybar disetiap bulannya, ujar Salimin.

Dijelaskannya, TOOT 202 hadir dengan teknologi dual on GSM, serta sudah dilengkapi dengan fitur musik yang cukup lengkap. Ada tombol khusus musik yang kami sediakan dibawah layarnya serta speaker yang terletak dibagian belakang sehingga mampu memutarkan file MP3 dengan suara yang nyaring, jernih dan keras, jelas Salimin.

Pengguna juga dapat menikmati siaran Radio FM lengkap dengan fasilitas perekam radio. Fitur lainnya yang tersedia adalah kamera VGA yang dapat dimaksimalkan dengan settingan yang tersedia dan kameraya bisa difungsikan untuk merekam video dan memutar file video dari ponsel yang dibandrol dikisaran harga Rp 300 ribuan itu. [hbs]{jcomments on}

Previous articleRIM Bangun Pabrik di Indonesia?
Next article2010, Nexian Berhasil Jual 3,5 Juta Ponsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here