šŸ“‘ Daftar Isi

Deretan iPhone dipajang di sebuah toko ritel.

Polisi Punya Cara Baru Buka Data iPhone Terkunci

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Video pelatihan aparat memperlihatkan cara baru akses data iPhone terkunci
  • Fitur inactivity reboot iPhone sejak 2024 otomatis restart setelah 72 jam tak dibuka
  • Magnet Forensics kembangkan GrayKey Preserve dan Evidence Preservation Mode
  • Klaim: kondisi After First Unlock bertahan meski perangkat reboot
  • Produk disebut cegah penghapusan otomatis lokasi cache dan iMessage terhapus
  • Belum ada keterangan resmi Apple maupun Magnet Forensics

Telset.id – Aparat penegak hukum dilaporkan memiliki cara baru untuk mengakses data pada iPhone yang terkunci. Sebuah video pelatihan yang dibuat untuk penegak hukum memperlihatkan bagaimana perangkat buatan Magnet Forensics dapat menembus fitur keamanan iPhone yang sebelumnya menghalangi akses data.

Fitur yang dimaksud adalah inactivity reboot, yang mulai disematkan Apple pada banyak iPhone sejak 2024. Fitur ini otomatis melakukan restart pada perangkat jika tidak dibuka kunci lebih dari 72 jam. Dalam praktiknya, mekanisme tersebut membuat aparat penegak hukum tidak dapat mengakses informasi di dalam smartphone.

Namun, 404 Media melaporkan telah melihat video pelatihan untuk penegak hukum yang diduga memperlihatkan bagaimana perangkat Magnet Forensics bisa mengakses data yang biasanya tidak tersedia akibat fitur inactivity reboot iPhone. Menurut laporan tersebut, seorang karyawan Magnet menyebut fitur ini sebagai terobosan besar bagi forensik iOS.

Magnet Forensics memproduksi GrayKey, perangkat yang utamanya dijual ke kepolisian sebagai sarana membuka kunci smartphone. Dalam video baru itu, perusahaan dikabarkan mengembangkan solusi untuk menembus inactivity reboot iPhone melalui GrayKey Preserve dan Evidence Preservation Mode untuk GrayKey.

Photo of iPhones on display in a retail setting.

Kendati video tersebut tidak menjelaskan secara eksplisit cara kerja kedua sumber daya itu, 404 Media menduga Magnet mampu menempatkan ponsel dalam kondisi yang disebut After First Unlock (AFU). Dalam kondisi AFU, lebih banyak informasi yang bisa diakses dibandingkan saat perangkat berada di kondisi Before First Unlock (BFU). Pada kondisi BFU, perangkat lebih sulit dibuka oleh pihak selain pemiliknya, dan lebih banyak data yang tersimpan dalam keadaan terenkripsi.

Seorang perwakilan Magnet dikutip dalam video tersebut menyatakan bahwa kondisi AFU tidak akan hilang meskipun perangkat melakukan reboot karena berbagai alasan, seperti pemeliharaan memori atau kehilangan daya. Karyawan Magnet juga mengklaim produk baru itu mampu mencegah fitur otomatis iPhone yang menghapus sejumlah data setelah jangka waktu tertentu, termasuk lokasi yang di-cache serta iMessage dan foto yang baru dihapus.

Perkembangan ini muncul di tengah sorotan terhadap praktik privasi digital. Baik tim penegak hukum lokal maupun sejumlah lembaga federal disebut menghadapi tuduhan menyelewengkan batas privasi digital warga.

Respons atas Fitur Keamanan Apple

Sejak 2024, Apple menyematkan fitur inactivity reboot pada banyak iPhone sebagai bagian dari komitmen privasi perusahaan. Fitur ini dirancang untuk mengunci perangkat secara lebih ketat ketika tidak digunakan dalam waktu lama. Kehadirannya secara langsung mempersulit upaya forensik terhadap perangkat yang berada di tangan pihak selain pemiliknya.

Kemampuan baru yang diklaim Magnet Forensics menyasar justru titik yang selama ini menjadi andalan Apple. Jika klaim tersebut terbukti, kondisi AFU yang bertahan meski perangkat melakukan reboot dapat memperluas akses terhadap data yang sebelumnya terkunci rapat. Magnet juga mengeklaim produknya bisa mencegah penghapusan otomatis sejumlah data sensitif.

Isu akses data pribadi oleh aparat dan alat pemantauan memang bukan hal baru. Sebelumnya, teknologi pemantauan berbasis kamera dan kecerdasan buatan juga menuai kritik karena berisiko salah sasaran. Kasus Flock ALPR yang menyebabkan seorang wanita di Florida ditahan 13 hari menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi pengawasan bisa berdampak langsung pada warga.

Di sisi lain, pemanfaatan data dan teknologi oleh aparat juga makin luas. Kendaraan otonom seperti Waymo bahkan dapat memanggil polisi sendiri melalui kamera di dalam mobil. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana kamera dan data digital kian terhubung dengan kerja penegakan hukum.

Sementara itu, penyalahgunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan juga menjadi perhatian. Kasus deepfake AI yang menjerat seorang pria Singapura dengan ancaman 10 tahun penjara menjadi pengingat bahwa manipulasi data digital punya konsekuensi hukum serius.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Apple maupun Magnet Forensics mengenai detail teknis GrayKey Preserve dan Evidence Preservation Mode. Laporan 404 Media hanya menyebutkan bahwa video pelatihan tersebut memperlihatkan klaim kemampuan baru, tanpa mengungkap mekanisme pastinya. Yang jelas, fitur inactivity reboot yang sebelumnya menjadi penghalang kini disebut bisa dilewati.

Bagi pengguna iPhone, situasi ini menegaskan bahwa fitur keamanan perangkat tidak sepenuhnya kebal terhadap upaya forensik. Apple dan Magnet Forensics belum memberikan pernyataan tambahan terkait laporan tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.