Dari Uji Tikus, Ilmuwan Yakin Penderita Stroke Bisa Sembuh

Penderita stroke sembuh

Telset.id, Jakarta – Lewat pengujian terhadap otak tikus yang rusak karena terserang stroke, para ilmuwan yakin kalau penderita stroke bisa sembuh. Selama ini, dokter maupun profesional belajar banyak tentang apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Asal tahu saja, tekanan darah tinggi, merokok, dan penyakit jantung bisa meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

Apabila seseorang terkena stroke, perawatan rehabilitasi nan panjang biasanya menjadi solusi satu-satunya.

{Baca juga: Apple Watch Bakal Bisa Kurangi Risiko Terkena Stroke}

Sialnya, hal tersebut bukan jaminan penderita stroke akan 100 persen sembuh. Dokter bisa saja memperbaiki kerusakan otak gara-gara stroke. Tapi kemungkinannya tipis.

Baru-baru ini, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (12/04/2020), para peneliti di Universitas Lund Swedia mengklaim telah membuat temuan baru yang mungkin bisa meningkatkan kesempatan penderita stroke untuk sembuh total, setelah berhasil memperbaiki otak tikus-tikus yang terserang stroke.

{Baca juga: Canggih! Toilet Pintar Ini Deteksi Penyakit dari Kotoran Manusia}

Penelitian fokus kepada perbaikan otak tikus yang rusak menggunakan sel kulit manusia yang telah diprogram ulang untuk bertindak seperti sel-sel saraf. Sel-sel ditransplantasikan ke otak tikus, yang kemudian dibiarkan sampai sembuh sendiri.

Hebatnya, sel-sel baru ternyata mampu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke, bahkan ke kondisi yang jauh lebih luar biasa. Koneksi baru mengembalikan mobilitas hewan dan rasa sentuhan yang sebelumnya telah hilang total.

{Baca juga: Ilumuwan Ciptakan “Lengan Bionik” untuk Penderita Lumpuh}

“Enam bulan setelah transplantasi, kami melihat bagaimana sel-sel baru telah memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stroke di otak tikus. Sungguh sebuah penemuan menarik,” papar Profesor Zaal Kokaia, rekan penulis penelitian.

Penelitian sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa sel-sel manusia dapat kompatibel dengan otak tikus yang terkena stroke. Namun, apakah sel-sel dapat membuat koneksi yang benar dan benar-benar membuat penderita stroke sembuh sepenuhnya? (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here