telset

Pendapatan Tumbuh 15%, XL Catat Omzet Rp 21,3 Triliun

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta – PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 15% YoY (year-on-year) menjadi Rp 21,3 triliun di 2012. Semua layanan menunjukan pertumbuhan, dimana layanan data mencatat pertumbuhan paling cepat.

Pencapaian pertumbuhan pendapatan perusahaan ini didorong oleh pertumbuhan layanan data yang mencapai 50% YoY, diikuti layanan SMS (16%), Voice (6%).

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 4% YoY menjadi Rp 9,7 triliun dengan margin 46%. Dan selama tahun 2012, XL berhasil mencatat laba bersih Rp 2,8 triliun.

Pertumbuhan layanan data XL yang mencapai 50 persen berpengaruh pada kontribusi layanan data terhadap pendapatan perusahaan yang meningkat dari 15% di tahun 2011 menjadi 20% pada tahun 2012. Saat ini dari total jumlah pelanggan XL yang mencapai 45,8 juta pengguna, 56% diantaranya merupakan pelanggan data.

“Meningkatnya penggunaan layanan data oleh pelanggan mencerminkan besarnya potensi bisnis layanan Data, dan XL dalam posisi yang baik untuk bisa terus memanfaatkan momentum pertumbuhan layanan data saat ini maupun dimasa mendatang,” kata Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (1/2).

“Kami telah melakukan berbagai upaya untuk meraih semua pencapaian tersebut, melalui aksi investasi strategis di bisnis layanan data. Termasuk, membangun lebih dari 11 ribu BTS baru sepanjang tahun lalu,” sambungnya.

Sepanjang tahun 2012 lalu, XL telah melakukan pembangunan infrastruktur secara end-to-end untuk mendukung perkembangan bisnis layanan data, dengan membangun 11,179 BTS (2G dan 3G).

Jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingakan dengan pembangunan BTS baru di tahun sebelumnya yang mencapai 6,082 BTS. Hingga akhir tahun 2012, total BTS yang dimiliki oleh XL telah mencapai 39.452 BTS (2G/3G).

Dari jumlah tersebut, BTS node B mengalami peningkatan sebesar 168% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 13.142, yang tersebar secara nasional diberbagai wilayah bagian Barat, Tengah, Timur, serta Utara termasuk Ambon dan Jayapura.

Anak perusahaan Axiata Group Berhad asal Malaysia ini di tahun 2012 lalu telah membelanjakan Rp10,2 triliun untuk investasi, dengan mayoritas menggunakan dana internal.

XL juga mendapatkan pinjaman baru dari Bank Central Asia, Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, dan Bank Mandiri di 2012 sebesar Rp 6,5 triliun, serta melakukan pembayaran utang sebesar Rp3,9 triliun.

Total hutang XL meningkat menjadi Rp13,5 triliun dari hutang tahun sebelumnya sebesar Rp10,7 triliun. Untuk rasio utang bersih/EBITDA juga meningkat dari 1,0 kali menjadi 1,3 kali di 2012. [hbs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0