Pencurian Pulsa Hasil ’‘Kerja Bareng’™ CP dan Operator

Jakarta – Kasus pencurian pulsa yang telah merugikan banyak pelanggan diyakini merupakan hasil kerja bareng antara pihak content provider (CP) dan operator telekomunikasi. Kejahatan teroganisir itu semakin berjalan mulus karena pengawasan dari BRTI selaku regulator sangat lemah.

Sebenarnya kalau mau jujur, modus kejahatan ini tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Kami melihat indikasi ke arah situ sangat besar,” kata Ketua Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa Komisi I DPR, Tantowi Yahya di Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Asosiasi Content Provider (CP), di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (6/12).

Tantowi berpendapat, CP yang membuat konten tapi tidak memiliki akses langsung ke pelanggan, karena yang memiliki jaringan adalah operator. Disinilah kami melihat ada indikasi permainan antara CP nakal dengan oknum operator, sebutnya.

Kecurigaan itu semakin besar, lanjut Tantowi, karena selama ini para CP nakal diberikan akses oleh para operator untuk menjalankan praktek kotornya tersebut. “Para CP nakal ini mendapatkan akses dari operator,” tegasnya.

Dan kasus ini semakin ruwet hingga akhirnya menjadi besar karena pengawasan dari BRTI sangat lemah. BRTI selaku regulator harusnya melakukan pengawasan sebagaimana tugasnya, namun itu tidak dilakukan secara benar.

Andai saja BRTI bisa menjalankan fungsinya, semua CP yang beroperasi itu terdaftar di BRTI. Tapi yang terdaftar di BRTI hanya 193 CP. Padahal diperkirakan ada sekitar 400 CP yang beroperasi, itu artinya mereka sudah lalai,” ucap Tantowi.

Menurutnya, jika pengawasan dapat dilakukan secara ketat, maka CP tidak akan ada yang berani berbuat curang. CP melihat adanya celah kelemahan dari Permenkominfo No.1, tahun 2009, karena Permen tersebut dinilai tidak lengkap dan banyak kekurangan. [hbs]{jcomments on}

Previous articlePertengan 2012, Ponsel ’‘Sony Ericsson’™ Tamat
Next articleKalah di Pengadilan, RIM Tidak Boleh Gunakan Nama BBX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here