Penataan Ulang 3G ‘Dikebut’ Hingga Akhir Oktober 2013

Menara BTS 3G
Menara BTS 3G

Jakarta – Menteri Kominfo Tifatul Sembiring akhirnya mengesahkan Peraturan Menteri Kominfo No.19 Tahun 2013 tentang Mekanisme dan Tahapan Pemindahan Alokasi Pita Frekuensi Radio pada Penataan Menyeluruh Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz.

Dengan disahkannya Peraturan Menteri ini, maka penataan ulang kanal frekuensi 3G  akan mulai dilakukan akhir Mei, dan pelaksanaannya akan dikebut agar bisa selesai pada akhir Oktober 2013 mendatang.

Penataan ulang ini sendiri semula ditargetkan bisa selesai pada September 2013. Namun, target tersebut diundur menjadi minggu terakhir Oktober 2013 karena sempat terjadi resistensi.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengakui kondisi ini akan berpotensi mengancam trafik jaringan karena proses migrasi keseluruhan dipastikan tak bisa rampung sebelum Lebaran.

“Kami telah meminta para operator untuk menyediakan back-up system untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada bulan Ramadan dan jelang hari raya Lebaran. Misalnya dengan mobile BTS atau COMBAT,” terangnya di Jakarta, Selasa (28/5).

Penataan 3G ini masih merupakan kegiatan seleksi 3G yang telah diselesaikan pada tanggal 5 Maret 2013 lalu. Dalam melaksanaan penataan ulang 3G ini telah berkonsultasi secara intensif dengan para operator, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Axis Telekom, HCPT (Tri), dan Smart Telekom.

“Dengan demikian persyaratan uji publik tetap terpenuhi namun langsung dengan mereka yang terkait mengingat kendala waktu yang harus segera diselesaikan,” ujar Gatot.

Beberapa hal penting yang diatur dalam Peraturan Menteri ini antara lain, penataan ini dilaksanakan dengan mekanisme dan tahapan pemindahan alokasi pita frekuensi radio yang paling sedikit, dan mempertimbangkan jumlah stasiun pemancar radio base station (BTS) yang harus diatur ulang (re-tuning) frekuensinya .

Mekanisme penataan dilakukan secara berurutan, mulai dari AXIS yang sebelumnya menempati Blok ke-2 dan 3 wajib melakukan re-tuning di blok baru, blok 11 dan 12. Kemudian operator Tri di blok 6 untuk re-tuning di blok 2. Indosat sebelumnya di blok 8 re-tuning ke blok 6. Telkomsel yang mendapatkan tambahan di blok 11 juga wajib re-tuning ke blok 3, dan XL re-tuning dari blok 12 ke blok 8.

Pengaturan ulang ini akan didahului oleh fase pra- retuning, dan diakhiri dengan fase pasca- retuning. Mekanisme pemindahan akan dilaksanakan melalui tahapan pemindahan alokasi pita frekuensi radio berbasis provinsi.

Gatot mengingatkan, pemegang lisensi wajib mematuhi jadwal tahapan pemindahan alokasi pita frekuensi radio yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Apabila terdapat perangkat pemancar milik PCS1900 belum memenuhi batasan level emisi spektrum (spectrum emission mask), tetapi belum berpotensi menimbulkan gangguan yang merugikan (harmful interference), Balai Monitoring wajib memberitahukan kepada penyelenggara PCS1900 (Smart Telecom) untuk memenuhi batasan level emisi spektrum.

Jika perangkat pemancar milik PCS 1900 MHz belum memenuhi batasan level emisi spektrum dan telah teridentifikasi menimbulkan gangguan terhadap perangkat penerima di BTS milik penyelenggara UMTS, Balai Monitoring perlu melakukan koordinasi kepada PCS 1900 dan UMTS untuk melaksanakan prosedur koordinasi.[HBS]

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0