Telset.id – Pemerintah Inggris resmi mengubah undang-undang untuk mewajibkan Apple dan Google membangun solusi perlindungan anak dari konten seksual eksplisit di perangkat mereka. Langkah ini diambil setelah tenggat waktu tiga bulan yang diberikan kepada perusahaan teknologi besar pada Juni lalu berakhir tanpa hasil yang memadai.
Menteri Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris, Lisa Nandy, menyatakan bahwa meskipun para insinyur dari Apple dan Google telah bekerja sama dengan pemerintah sejak Juni, upaya mereka dinilai tidak cukup. “Mereka tidak memenuhi skala krisis ini,” ujar Nandy di hadapan para anggota parlemen saat memperkenalkan legislasi baru tersebut.
Aturan Baru dan Sanksi bagi Perusahaan Teknologi
Berdasarkan rencana baru ini, perusahaan yang gagal membangun solusi perlindungan anak ke dalam semua smartphone dan tablet yang ada serta yang baru dijual di Inggris akan menghadapi denda dan potensi tanggung jawab pidana bagi para eksekutifnya. Nandy menambahkan bahwa sektor teknologi sebenarnya mampu berinovasi dengan cepat ketika diperlukan.
Pemerintah Inggris juga berencana untuk mengeksplorasi penerapan persyaratan hukum serupa pada aplikasi yang digunakan oleh anak-anak, seperti Instagram dan Snapchat. Baik Meta maupun Snap belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.
“Untuk terlalu lama, perusahaan teknologi telah gagal melindungi anak-anak dari bahaya terburuk,” kata Nandy. “Dan terus terang, saya tidak siap memberi mereka keuntungan dari keraguan bahwa kemajuan akan terus berlanjut pada kecepatan yang kita butuhkan sementara bahaya sedang terjadi sekarang.”
Namun, Nandy menyatakan akan menilai kembali apakah legislasi diperlukan jika platform menerapkan solusi selama undang-undang sedang disusun.
Chris Sherwood, kepala eksekutif National Society for the Prevention of Cruelty to Children, mendukung langkah tegas pemerintah. “Apple dan Google perlu segera memperkenalkan perlindungan ini untuk memastikan pelecehan seksual online diganggu dan dicegah di perangkat anak-anak,” katanya. “Sekarang tenggat waktu telah berakhir, pemerintah harus bertindak tegas dan membuat undang-undang.”
Baca Juga:
Respons Apple dan Google serta Kekhawatiran Privasi
Apple menyatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah Inggris demi melindungi anak-anak. Juru bicara Apple mengatakan pihaknya berbagi komitmen Inggris untuk memerangi eksploitasi dan pelecehan online. Apple juga telah berbagi rencana masa depan dengan pejabat Inggris untuk memperkuat fitur Communication Safety dan alat lainnya demi menjaga keamanan anak-anak.
Fitur Communication Safety yang diluncurkan Apple pada 2021 bekerja dengan mengaburkan foto atau video yang terdeteksi mengandung ketelanjangan di perangkat anak. Sementara itu, juru bicara Google menyatakan tim mereka senang telah membuat kemajuan dan berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan para ahli, legislator, pengembang aplikasi, dan produsen perangkat untuk menjaga keamanan anak-anak, sambil juga melindungi privasi dan akses informasi.
Tidak semua pihak mendukung langkah ini. Pada Juni lalu, aplikasi perpesanan Signal menuduh pemerintah Inggris menggunakan langkah-langkah ini untuk terburu-buru menerapkan “infrastruktur pengawasan tak terlihat” ke dalam undang-undang. Signal memperingatkan bahwa memaksa penduduk Inggris untuk membuktikan usia mereka dan memindai konten mereka atas nama keselamatan anak bisa menjadi jalan licin menuju pengawasan yang lebih luas.
Secara global, langkah ekstrem pemerintah untuk melindungi anak-anak dari bahaya online juga mendapat tentangan terkait privasi. Di Uni Eropa, aktivis hak sipil menentang legislasi yang memungkinkan perusahaan teknologi memindai pesan pribadi pengguna secara sukarela untuk mencari materi pelecehan seksual anak. Elon Musk melalui platform X juga mengeluhkan kekuatan pengumpulan informasi yang diberlakukan oleh larangan media sosial Australia.
Nandy juga menyatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melangkah lebih jauh dengan larangan media sosial menyeluruh bagi anak di bawah 16 tahun, yang diumumkan awal tahun ini dan tetap berjalan untuk mulai berlaku pada musim semi 2027. Pemerintah juga berencana memperkuat hukum seputar chatbot AI untuk melindungi anak-anak di platform tersebut.
Langkah Inggris ini menandai perubahan signifikan dalam regulasi teknologi, di mana pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan kerja sama sukarela dari perusahaan teknologi. Dengan adanya sanksi finansial dan potensi pidana bagi eksekutif, tekanan terhadap Apple dan Google untuk mematuhi aturan menjadi semakin besar. Perkembangan ini juga menjadi sorotan bagi industri teknologi global, mengingat Inggris adalah salah satu pasar utama bagi produk-produk Apple dan Google.
Bagi pengguna di Inggris, aturan ini berarti perangkat mereka akan memiliki perlindungan bawaan yang lebih kuat. Namun bagi pengguna dewasa yang telah memverifikasi usia mereka, langkah-langkah ini tidak akan berdampak pada penggunaan normal perangkat mereka. Pemerintah Inggris menegaskan bahwa perlindungan ini dirancang khusus untuk melindungi anak-anak tanpa mengganggu pengalaman pengguna dewasa.
Perkembangan kebijakan ini juga menarik untuk dicermati mengingat berbagai inovasi terbaru dari Apple, termasuk Apple September Event 2026 yang membocorkan berbagai produk baru. Regulasi baru ini bisa memengaruhi cara Apple merancang fitur keamanan di perangkatnya ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.