Pedofil Manfaatkan TikTok untuk Buntuti Gadis Remaja?

Telset.id, Jakarta – Aplikasi TikTok masih menjadi sorotan dan mendapat protes dari sejumlah negara. Baru-baru ini, para praktisi pendidikan di Inggris menyebut bahwa aplikasi TikTok membawa dampak buruk bagi anak-anak, karena digunakan pelaku pedofil untuk membuntuti gadis remaja.

Seperti dikutip Telset.id dari CNET, Selasa (26/2/2019), para kepala sekolah dasar maupun menengah mengirim surat kepada ribuan orangtua di seluruh Inggris terkait bahaya TikTok.

“Ada kecurigaan kuat bahwa TikTok kerap digunakan oleh para pelaku pedofil untuk membuntuti gadis-gadis remaja,” ungkap seorang kepala sekolah yang tidak bersedia mengungkap identitasnya.

Di Inggris, TikTok sangatlah populer di kalangan pelajar di bawah umur 16 tahun. Tidak sedikit pula anak berusia lima tahun diekspose di aplikasi tersebut. Hal itu mengundang ketertarikan para pedofil.

{Baca juga: Kepopuleran TikTok Kalahkan Facebook, YouTube dkk}

TikTok, yang baru-baru ini menambahkan fitur untuk live streaming, juga ditengarai membuat anak-anak terekspose secara real time sehingga memungkinkan orang asing untuk melihatnya kapan saja.

Menurut para praktisi pendidikan di Inggris, hal tersebut sangat berisiko menimbulkan penyalahgunaan dan eksploitasi. Namun, pihak TikTok buru-buru memberi klarifikasi terkait hal itu.

Menurut mereka, aplikasi TikTok sudah memiliki keamanan cukup baik. Perusahaan pun berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan mengklaim tak ada pengguna di bawah 13 tahun.

“Kami memiliki sejumlah langkah perlindungan dan berkomitmen untuk meningkatkannya. Kami menghapus konten dan menghentikan akun yang melanggar pedoman,” kata juru bicara TikTok.

Ia melanjutkan, TikTok memiliki pula perlindungan seperti mode tampilan terbatas, filter, pelaporan dalam aplikasi. Tim moderasi TikTok mengaku sudah menghapus konten-konten yang tidak pantas.

Sebelumnya, anggota parlemen di Indiajuga meminta pemerintah untuk memblokir layanan live streaming aplikasi TikTok. Hal ini dikarenakan layanan tersebut dianggap menyebabkan “degradasi budaya” terhadap remaja dan pemuda.

{Baca juga: Parlemen India Desak Pemblokiran Aplikasi TikTok, Kenapa?}

Laman The Verge menuliskan, Menteri Teknologi Informasi negara bagian Tamil Nadu, M Manikandan, menyatakan pemerintah akan merekomendasikan TikTok dilarang di Tamil Nadu.

Melansir Economic Times, seorang anggota parlemen Thamimum Ansari membawa kasus ini ke Majelis Legislatif Pusat karena mendapatkan laporan bahwa TikTok menjadi platform debat yang bertentangan dengan hukum dan berbagi konten eksplisit.

Sumber: CNET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here