šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi laptop Windows 11 menampilkan tanda peringatan besar terkait bug Patch Tuesday September 2026

Patch Tuesday Windows 11 Rusak PC, Microsoft Rilis Update Darurat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Patch Tuesday Windows 11 September 2026 perbaiki hampir 1.000 celah keamanan
  • Update justru memicu bug Remote Desktop, USB audio, dan Hyper-V
  • Microsoft rilis update darurat untuk sebagian masalah saja
  • GPU AMD Radeon crash, belum ada perbaikan resmi
  • PC HP dan Lenovo disarankan tunda pembaruan
  • Rollback ke kondisi sebelum Patch Tuesday Agustus jadi opsi

Telset.id – Microsoft merilis update darurat Windows 11 untuk memperbaiki sejumlah bug yang muncul setelah Patch Tuesday September 2026. Update besar yang memperbaiki hampir 1.000 celah keamanan di Windows 11 itu justru memicu berbagai masalah serius pada sebagian PC pengguna, mulai dari kegagalan Remote Desktop, gangguan audio USB, hingga crash pada perangkat dengan GPU AMD Radeon.

Langkah ini menjadi perhatian besar bagi pengguna Windows 11 yang berencana melakukan pembaruan. Sebab, alih-alih membuat sistem lebih aman, Patch Tuesday edisi September 2026 meninggalkan sejumlah persoalan yang membuat perangkat tidak bisa digunakan secara normal. Microsoft pun mulai mengeluarkan patch darurat atau out-of-band untuk menambal masalah tersebut.

Update darurat ini menyasar beberapa gangguan spesifik, seperti folder share pada mesin virtual Linux berbasis Hyper-V, sesi Remote Desktop Services, dan sejumlah perangkat audio USB. Meski demikian, tidak semua masalah tertangani. Beberapa bug besar masih dibiarkan tanpa perbaikan dalam gelombang patch darurat tersebut.

Apa Saja yang Sudah dan Belum Diperbaiki

Menurut laporan yang dihimpun, patch darurat dari Microsoft baru menangani sebagian dari daftar masalah yang muncul. Tiga area yang sudah mendapat perbaikan adalah folder share pada Linux virtual machine berbasis Hyper-V, sesi Remote Desktop Services, serta beberapa perangkat audio USB yang terdampak.

Namun, sejumlah bug lain masih menghantui pengguna. Explorer dilaporkan bisa menampilkan layar hitam setelah pengguna login. Komputer sebenarnya masih bisa dipakai, tetapi antarmuka pengguna tidak terlihat sehingga praktis tidak dapat digunakan. Selain itu, fitur File History backup disebut tidak dapat mendeteksi drive eksternal, sehingga fungsi pencadangan tersebut menjadi tidak berguna.

Masalah ini membuat sebagian pengguna terjebak dalam situasi sulit. Mereka yang sudah memperbarui PC ke versi terbaru harus berhadapan dengan sistem yang tidak stabil, sementara patch darurat belum sepenuhnya menyelesaikan seluruh keluhan yang beredar.

A Windows 11 laptop displaying a large warning sign

Bagi pengguna yang sudah terlanjur memperbarui perangkat, salah satu langkah yang disarankan adalah melakukan rollback atau mengembalikan PC ke kondisi sebelum Patch Tuesday Agustus. Proses ini dapat dilakukan melalui menu Settings, lalu masuk ke Recovery, dan memilih opsi Go Back atau Point-in-time restore.

GPU AMD Radeon dan PC HP-Lenovo Ikut Terdampak

Selain masalah antarmuka dan backup, Patch Tuesday September 2026 juga dilaporkan merusak sebagian PC yang menggunakan GPU AMD Radeon. Perangkat tersebut mengalami crash akibat ketidakstabilan driver yang dipicu oleh update. Upaya menghapus lalu memasang ulang driver disebut tidak membantu, dan gangguan ini memengaruhi sebagian besar kartu AMD terkini.

Yang menjadi sorotan, dalam daftar patch daruratnya, Microsoft tidak menyebutkan adanya perbaikan untuk GPU AMD. Artinya, pengguna dengan kartu grafis tersebut belum mendapat solusi resmi dari gelombang update darurat yang sudah dirilis.

AMD Radeon RX 9070

Dua merek PC besar, HP dan Lenovo, juga disebut sebaiknya menunda pembaruan. Pada PC HP, update ini dilaporkan dapat memicu korupsi BIOS yang berujung pada kegagalan instalasi, sehingga sistem operasi tidak dapat dipulihkan. Menurut laporan Neowin, HP tengah menyiapkan revisi BIOS, sehingga belum jelas apakah patch menjadi penyebab utama atau ada faktor lain dari sisi HP.

Sementara itu, pada mesin Lenovo, komputer bisa mati secara acak atau menampilkan layar hitam. Masalah ini dikaitkan dengan manajemen daya yang buruk setelah pembaruan dipasang. Kombinasi berbagai bug ini membuat Patch Tuesday September 2026 menjadi salah satu pembaruan paling bermasalah dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah pengguna pun disarankan untuk lebih berhati-hati sebelum memperbarui perangkat. Menunda pembaruan hingga Microsoft merilis perbaikan menyeluruh menjadi pilihan yang masuk akal, terutama bagi pengguna dengan konfigurasi hardware yang masuk dalam daftar terdampak.

Isu keamanan dan stabilitas Windows sendiri memang kerap menjadi perhatian Microsoft. Perusahaan sebelumnya juga sempat merilis sejumlah langkah perbaikan, termasuk saat mengatasi bug Patch September yang muncul di sejumlah perangkat. Di sisi lain, Microsoft juga aktif mengembangkan kebijakan terkait teknologi lain, seperti konstitusi AI yang menekankan kendali manusia atas sistem kecerdasan buatan.

Dalam konteks keamanan, Microsoft juga gencar mengingatkan pengguna soal ancaman siber. Salah satunya adalah peringatan soal kampanye phishing passkey yang menyasar akun cloud. Peringatan ini menunjukkan bahwa selain menjaga stabilitas sistem lewat update, aspek keamanan akun tetap menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Bagi pengguna yang belum memperbarui PC-nya, menunggu hingga Microsoft merilis patch lengkap menjadi langkah paling aman. Sementara bagi yang sudah terdampak, rollback ke kondisi sebelum Patch Tuesday Agustus menjadi opsi yang bisa dipertimbangkan, meski tidak menjamin semua masalah langsung hilang.

Kasus Patch Tuesday September 2026 ini menjadi pengingat bahwa pembaruan besar tidak selalu berjalan mulus. Pengguna Windows 11 kini berada di posisi harus memilih antara mengejar keamanan lewat pembaruan atau menghindari risiko bug yang bisa membuat perangkat tidak dapat digunakan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.